TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Babinsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babinsa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2019

Babinsa Gerak Cepat Sukseskan Opster TNI Bersama Instansi Terkait

Mataram - Pasca dibukanya Operasi Teritorial (Opster) TNI tahun 2019 oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., minggu lalu, para Babinsa yang sudah tergabung sebagai Fasilitator langsung bergerak di desa binaan masing-masing bersama fasilitator sipil yang ada di desa.

Hal itu dikatakan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., disela-sela pelepasan Babinsa Desa Penato'i Koramil 1608-01/Bima Serma Ismail berangkat Umrah di Masjid Makorem 162/WB, Rabu (23/1).

Menurutnya, saat ini para Fasilitator baik sipil maupun Babinsa sudah bekerja sesuai dengan Tupoksinya. "Selain melaksanakan tugas pembinaan di desa binaannya, para Babinsa yang desa binaanya terkena dampak gempa langsung menjadi Fasilitator, dan Alhamdulillah berdasarkan laporan sudah ada peningkatan signifikan dari sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, sambung Alumni Akmil 93 tersebut, para Babinsa yang menjadi Fasilitator ini juga berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rehab rekons rumah rusak ringan maupun rumah rusak sedang seperti BRI, BPBD maupun Dinas Perkim karena terjun langsung dan ikut mengawasi pelaksanaan rehab rekon rumah rusak ringan maupun sedang tersebut di desanya.

Danrem juga kembali menegaskan bahwa pencairan dana untuk rumah rusak ringan dan sedang ini sudah dipermudah, namun tetap melalui prosedur sesuai dengan Juknis yang sudah disepakati. "Babinsa mengarahkan masyarakat binaanya yang memiliki rumah rusak ringan atau sedang dan sudah diverifikasi untuk membentuk Pokmas, kemudian melaporkan ke Kantor desa untuk memperoleh SK dari Kepada Desa atau Lurah, membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) kebutuhan dana, setelah itu baru diajukan ke BPBD dan Dinas Perkim setempat untuk persetujuan pencairan dana, terakhir ke BRI untuk pembuatan rekening dan pencairan dana," jelasnya.

Danrem berharap Opster TNI akan mempermudah dan mempercepat rehab rekons rumah yang rusak pasca gempa sehingga warga yang terdampak gempa segera memiliki atau menempati rumahnya dengan aman dan nyaman mengingat sekarang sudah musim hujan.

Sementara Kapenrem 162/WB Mayor Dahlan, S.Sos., menyampaikan para Babinsa selaku Fasilitator di desa binaannya sudah bergerak cepat membantu pembentukan Pokmas berdasarkan data yang sudah ada maupun koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pencairan dana maupun rehab rekons puluhan ribu rumah yang rusak baik berat, sedang maupun ringan.

"Untuk hari ini, berdasarkan laporan, ada Babinsa Desa Batu Kumbung Serda Mite mendampingi masyarakat menerima pembagian buku rekening dari BRI dengan kategori rusak berat sebanyak 175 KK. Ada juga Babinsa Kuripan bersama Fasilitator Sipil dan Babinkamtibmas memantau langsung peletakan batu pertama proses pembangunan rumah dan ada juga yang melaksanakan koordinasi dengan BRI Unit Narmada tentang tehnik pencairan dana," sebut Kapen memberikan contoh konkrit dilapangan.

Hal ini menurutnya, harus dilakukan secara terpadu dan harus kita dukung bersama sehingga proses percepatan rehab rekons rumah yang rusak pasca gempa baik di Lombok maupun di Sumbawa dapat diselesaikan tepat waktu sesuai harapan kita bersama.

Kamis, 27 Desember 2018

Babinsa Batu Layar Gotong Royong Bersama Masyarakat

Lombok Barat - Babinsa Desa Batu Layar Koramil 1606-07/Gunungsari Serda Parhan Taufik melaksanakan gotong royong rabat jalan bersama warga dusun binaannya di Dusun  Batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, Kamis (27/12).

Rabat jalan sepanjang 600 meter tersebut menggunakan anggaran dana desa (ADD) Desa Batu Layar.

Danramil 1606-07/Gunungsari Kapten Chb Danang Kristianto menyampaikan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangkitkan kembali jiwa gotong royong yang dulu merupakan ciri khas masyarakat Indonesia. "Semangat jiwa gotong royong ini yang mulai terkikis, namun dengan berjalannya waktu masyarakat masih rindu dengan kebersamaan seperti ini khususnya untuk membangun fasilitas umum," jelas Danang.

Menurutnya, budaya gotong royong ini sangat membantu meringankan beban karena satu dengan yang lainnya saling bahu-mambahu bekerja sama menyelesaikan pekerjaan. "Gotong royong ini sesuai dengan pepatah berat sama dipikul ringan sama dijinjing," kata Danang sambil tersenyum.

Terpisah Dandim 1606/Lobar Letnan Kolonel Czi Joko Sumanto, S.IP., disela-sela kesibukannya mengapresiasi anggota Babinsanya yang tidak mau perpangku tangan melihat warga binaannya merabat jalan.

"Mereka akan turun langsung membantu warganya terutama terkait dengan pembangunan fasilitas umum untuk kepentingan bersama," paparnya.

Babinsa dalam hal ini, lanjut Joko, sebagai ujung tombak satuan di desa harus terus hadir di tengah-tengah masyarakat sehingga setiap informasi yang ada di Desa binaan bisa diperoleh secepat mungkin untuk diolah dan dilaporkan ke satuan atas.

Senin, 24 Desember 2018

Babinsa Koramil Sape Ajak Warga Selamatkan Hutan Dengan Tanam Pohon

Babinsa Desa Nggelu Koramil 1608-03/Sape Serda Syahdan mengajak warga menanam pohon di wilayah hutan tutupan Soo Oi Ngonco Desa Nggelu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Minggu (23/12).

Sekitar 1000 pohon yang ditanam Syahdan bersama warga setempat jenis cakar langit, mahoni dan asam melibatkan KPH Kecamatan Lambu.

Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid menyampaikan kegiatan penanaman pohon tersebut didasari oleh kondisi hutan tutupan Soo Oi Ngonco sudah kritis. "Kondisi hutan tutupan sudah gundul akibat penebangan liar yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Junaid.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Danramil, anggota berinisiatif mengajak warga maupun KPH Kecamatan Lambu untuk melaksanakan reboisasi dengan harapan pohonnya bisa tumbuh mengingat sudah musim hujan.

Terpisah Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra disela-sela kesibukannya memberikan apresiasi kepada anggotanya yang jeli melihat permasalahan yang ada di Desa.

Diakuinya, kondisi hutan dibeberapa titik memang sudah memperihatinkan sehingga harus segera diambil langkah-langkah preventif untuk menghindari bencana alam terutama longsor dan banjir.

"Kita berharap pohon-pohon yang sudah ditanam bisa tumbuh dan segar mengingat sekarang sudah musim hujan sehingga bisa menghijaukan kembali hutan yang sudah gundul," ungkapnya.

Selain itu, Akmil lulusan 99 tersebut mengajak dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk secara bersama-sama berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan terutama hutan untuk generasi kita berikutnya.

Sabtu, 24 November 2018

Babinsa Abiantubuh Koramil Cakranegara Lulusan Terbaik Diktupasus Secapa AD

Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira Khusus (Diktukpasus) TNI AD TA. 2018 di Lapangan Wiradhika Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD dengan Komandan Upacara Kolonel Inf Elkines Vilando Dewangga K, S.A.P., yang saat ini menjabat sebagai Komandan Resimen Siswa. , Jum’at (23/11).

Sebanyak 406 orang Siswa Diktukpasus dilatik sebagai Perwira Muda dengan pangkat Letnan Dua ini berasal dari berbagai kesatuan di jajaran TNI AD. Salah satunya Letnan Dua (Letda) Wiyarto dari Kodim 1606/Lobar.

Letnan Dua Wiyarto sebelumnya berdinas sebagai Babinsa Kelurahan Abiantubuh Koramil 1606-01/Cakranegara ini berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik Diktukpasus Secapaad TA. 2018.

Menurut Letda Wiyarto, untuk menjadi lulusan terbaik pada Diktukpasus sebenarnya tidak pernah terbayang dalam pikiran. "Saya hanya mengikuti petunjuk dan arahan dari para pembina dan pelatih di Secapa," ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, ketentuan untuk menjadi lulusan terbaik harus memiliki kemampuan untuk menguasai tri pola dasar dalam pendidikan dengan nilai diatas (tertinggi). Tri Pola Dasar Pendidikan Secapa TNI AD yakni Nilai Kepribadian yang berkaitan dengan tingkah laku selama mengikuti pendidikan, Nilai Akademik baik teori maupun praktik dan Nilai Jasmani.

"Dari ketiga aspek tersebut, yang memiliki nilai atau bobot teritnggi dalam penilaian adalah aspek Kepribadian karena berkaitan denga tingkah laku yang nantinya akan diimplementasikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari disatuan," jelas Wiyarto.

Sedangkan untuk Nilai Akademik dan Jasmani sambungnya, sebagai bekal dan pendukung dalam melaksanakan tugas sehingga tugas pokok satuan dapat tercapai.

Sementara Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anggotanya di Koramil Cakranegara. "Saya selaku Komandannya bangga dan syukur atas prestasinya menjadi lulusan terbaik di Secapa, karena untuk menjadi lulusan terbaik itu sangat susah dan sulit, dan juga ini menjadi kebanggaan satuan," ungkapnya.

Joko berharap, kesuksesan ini agar tetap bisa dipertahankan pada pendidikan lanjutan  yakni pendidikan dasar kecabangan (Diksarcab) sehingga nantinya akan memberikan dampak positif terhadap kinerja disatuan.

"Bagi para Bintara yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Secapa tahun depan agar mempersiapkan diri dengan baik sehingga pada saat seleksi semuanya sudah siap dan berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kamis, 05 Juli 2018

Pelaku Penjambretan di Pantai Wane Serahkan Diri Ke Babinsa Tolouwi


Menurut Rifaid, saat ia main di Pantai Wane, pelaku penjambretan yang berinisial R umur 20 tahun menyerahkan diri. "Waktu saya ke Pantai Wane pelaku menyerahkan diri dan langsung saya bawa ke Koramil Monta", ungkap Rifaid.

Berdasarkan pengakuan pelaku katanya Rifaid, pelaku menyerahkan diri tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari siapapun melainkan atas kesadaran sendiri.

Selain itu pelaku juga menyerahkan sejumlah barang bukti hasil melakukan penjambretan yakni HP sebanyak 3 buah beserta barang-barang seperti tas, kunci motor dan pakaian para pengunjung Pantai Wane.

Terpisah, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. Mengucapkan terimakasih kepada para Babinsanya yang telah memberikan pembinaan dengan baik kepada warganya sehingga dengan suka rela pelaku meyerahkan diri kepada Babinsa ataupun Koramil.

"Langkah yang dilakukan Babinsa bersama Wadanramil sudah tepat dengan menyerahkan pelaku kepada pihak Kepolisian untuk proses lebih lanjut", kata Bambang.

"Tetap laksanakan pembinaan dan pendekatan dengan mengintensifkan komunikasi sosial bersama masyarakat agar setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat cepat diketahui dan dibantu untuk menyelesaikannya minimal memberikan solusi yang tepat dan baik", harapnya.

Setelah dimintai keterangan di Koramil Monta, Serda Rifaid bersama Wadan Ramil dan piket Koramil Monta langsung membawa pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Monta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Senin, 04 Juni 2018

Babinsa Selamatkan Generasi Muda Dari Orang Tidak Bertanggung Jawab

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, sehingga banyak orang yang berbagi atau bersedekah di bulan ini untuk berharap pahala dari Allah STW. Terkait itu, disisi lain, bulan puasa ini juga dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mengemis.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, gelandangan dan pengemis (Gepeng) tidak bisa terhindarkan dan pasti bermunculan di bulan Ramadhan.

Di Kota Bima, terlihat cukup banyak pengemis, yang justru didominasi oleh anak-anak dibawah umur. Itu terlihat di beberapa titik keramaian di Kota Bima, seperti di Pasar dan Lapangan Serasuba, bahkan di kampung-kampung.

Pada Rabu (30/5) pagi menjelang siang, tepatnya sekitar pukul 10.20 WITA, Babinsa Dodu, Kopral satu (Koptu) Nurdin, mengamankan dua orang pengemis asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua anak tersebut sedang mengemis di lingkungan wilayah tugasnya, yaitu Dodu, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Menurut Babinsa Koptu Nurdin, beberapa hari terakhir ia sering mendapat laporan dari masyarakat bahwa di lingkungan itu sering muncul anak-anak pengemis. Seharusnya mereka sekolah tetapi pagi-pagi sudah datang mengemis.

“Setelah mendapat laporan dari warga yang cukup resah dengan anak-anak yang mengemis itu, saya mulai mencari tahu. Kebetulan tadi pagi saya melihat seorang anak sedang membawa karung beras dan meminta-minta. Saya langsung mengiterogasinya,” katanya, mulai bercerita tentang kejadian hari itu.

Saat ditanya, lanjutnya, bocah berusia 7 tahun itu mengaku datang bersama seorang pemuda, berinisial HH (29) asal Sumba Barat. Dia diturunkan di Dodu dan disuruh mengemis disitu. Sementara pemuda itu menunggu tidak jauh dari situ, dengan berpura-pura menjadi tukang ojek.

“Anak kecil ini menenteng karung beras dari rumah ke rumah meminta sedekah. Keduanya mahir mengucapkan salam meskipun keduanya non muslim. Tadi pagi ada sekitar 3 orang anak-anak yang mengemis dari rumah ke rumah. Namun satu orang ini berhasil diamankan di depan perusahaan air minum di Dodu, sementara dua orang berjalan munuju timur dan diduga menuju Wawo,” cerita Koptu Nurdin.

Beberapa saat kemudian, lanjutnya, ia berhasil mengamankan HH yang diduga sebagai pelaku, yang mempekerjakan anak dibawah umur tersebut.

Awalnya, Babinsa Dodu ini mencurigai seorang pengendara sepeda motor berplat nomer ‘L’. Setelah diberhentikan, dia berpura-pura sebagai ojek.

“Saya menduga ini kegiatan yang terorganisir. Lihat saja cara kerjanya, anak-anak tidak disuruh pakai sandal. Mahir membawa salam, padahal mereka non muslim. Tidak mungkin anak kecil itu terus menenteng karung beras 20 Kg sepanjang jalan, pasti ada yang menunggunya,” kata Koptu Nurdin, saat menjelaskan analisa sederhananya tentang para pengemis dan koordinator atau orang yang menyuruhkan anak-anak tersebut untuk mengemis.

HH akhirnya diinterogasi dan mengakui kalau dirinya yang menyuruh anak itu untuk mengemis. Dari tangan HH, Babinsa mengamankan 8 buah karung kosong yang diikat terpisah-pisah, yang disimpan didalam jok motor. Dua buah karung yang sudah diikat terpisah dan rapi, disimpan di kantung jaket yang dipakainya.

“HH mengaku kalau bocah itu adalah keponakannya, namun saat ditanya usia anak itu, dirinya tidak tahu bahkan mengatakan usianya baru 4 tahun, padahal usia anak itu sudah 7 tahun. Dari tangannya, selain karung juga ditemukan uang tunai sebanyak Rp. 1 Juta. Sembilan lembar pecahan Rp.100 ribu dan dua lembar pecahan Rp.50 ribu. uang itu diduga hasil penjualan beras yang diperoleh anak kecil dari mengemis,” jelasnya.

Menurutnya, tidak masalah jika yang mengemis itu orang cacat fisik atau jompo, tetapi ini anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak justru dipekerjakan sebagai pengemis. “Ini kekerasan terhadap anak dan bisa diproses secara pidana,” ujar Babinsa Koptu Nurdin.

HH mengaku sudah enam tahun tinggal di Bima tepatnya di lingkungan Tente Kecamatan Woha. Dia juga mengaku sudah satu setengah tahun menyuruh keponakannya jadi pengemis. Setelah ditangkap, ia berencana akan memulangkan keponakannya tersebut pada 5 Juni 2018 mendatang.

“Sebelumnya saya bekerja sebagai buruh di Tente. Saya sudah enam tahun tinggal di Bima,” akunya.

HH juga mengaku baru saja membeli sepeda motor yang digunakan untuk antar jemput bocah pengemis itu, dari salah seorang temannya yang biasa membawa motor dari Surabaya.

Kabarnya, pemuda berusia 29 tahun itu sempat mendapat bogem mentah dari beberapa warga yang kesal terhadap dirinya, akibat mempekerjakan anak dibawah umur.

Selanjutnya mereka dibawa ke kantor Dinas Sosial Kota Bima untuk diproses lebih lanjut dan diterima dan ditangani langsung oleh Tayeb, Kabid Penanganan di Dinas Sosial. Ia lalu menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat untuk berkoordinasi, apakah anak tersebut dipulangkan atau diproses dulu secara hukum.

“Kita sedang koordinasikan dulu dengan pemerintah asal keduanya. Kita belum menentukan langkah apa yang akan kita ambil. Untuk sementara kita amankan dulu disini,” katanya.

Rabu, 28 Maret 2018

Tidak Menanggapi Serangan, Dandim 1615/Lotim Berikan Piagam Perhargaan Kepada Serda Hasbulloh


Seorang Babinsa Koramil 1615-11/Aikmel Serda Hasbulloh memperoleh piagam penghargaan yang langsung diberikan oleh Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., tadi pagi, Senin (26/3) di lapangan Makodim 1615/Lotim.

Hasbulloh memperoleh penghargaan karena mampu menunjukkan dedikasi dan ketaatannya kepada aturan hukum yang ditunjukkanya saat melaksanakan tugas sebagai Babinsa.

Menurut Agus, pemberian piagam itu sebagai wujud penghargaan dan pembelajaran kepada anggota yang lain sehingga dalam setiap melaksanakan betul-betul cermat melihat permasalahan.

Diceritakannya, pemberian penghargaan kepada Hasbulloh karena sebelumnya Babinsa Desa Toya tersebut pada hari Sabtu (18/3/2018) malam ketika melaksanakan patroli di wilayahnya, menemukan sekelompok pemuda yang sedang pesta minuman keras (Miras) di depan Kantor Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lotim. Melihat peristiwa tersebut, Hasbulloh menghentikannya dan menyuruh mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing agar tidak menimbulkan masalah lainnya.

Namun ternyata kata Agus, niat baiknya tidak diterima oleh kelompok pemuda mabuk tersebut dan justru mereka kembali dengan mengajak beberapa rekannya untuk menyerang Hasbulloh menggunakan parang.

“Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk mengatasi keadaan secara langsung dan mengingat kelompok pemuda ini bukan musuh atau lawan, maka Hasbulloh memilih menghindar dan melaporkan kejadian tersebut kepada Daramil 1615-11/Aikmel”, ujarnya.

Salain itu lanjut Agus, hal yang lebih membanggakan yakni Hasbulloh tidak melakukan pembalasan dengan mengontak rekan-rekannya untuk kembali menyerang para pemuda mabuk tersebut melainkan pergi melapor ke Danramil.

Kini para pemuda yang menyerang Babinsa tersebut sudah berada di Polsek Aikmel untuk  menjalani proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain memberikan Piagam Penghargaan, Dandim 1615/Lotim juga memberikan hadiah sejumlah dana untuk pembinaan.

 
Back To Top