TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Dan Satgas PDB Gempa Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dan Satgas PDB Gempa Lombok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Tanggap Darurat Berakhir,Transisi Tahap Pemulihan " Lombok Bangun Kembali "

Seiring dgn berakhirnya masa tanggap darurat secara resmi di laks pelimpahan tugas & tanggung jawab penanganan dampak gempa Lombok dr Dansatgas Penanganan Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani kepada Sekda Provinsi NTB Ir. H Rosiadi Husaini Sayuti MSc  Phd untk melanjutkan dlm masa Rehabilitasi sd Rekonstruksi sesuai dgn aturan / Perundang undangan Penanganan bencana.

Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok NTB berakhir tanggal 25 Agustus 2018 setelah mengalami perpanjangan selama 14 hari. Selama Satgas PDB berlangsung maksimal dgn segala daya & upaya yang sudah dilakukan untk masyarakat Lombok NTB, mulai dari tahap evakuasi,  penyelamatan korban, pendataan korban, pendorongan logistilk ke pelosok pelosok baik jalan darat maupun udara ( Helly Kopter )  bahkan pendataan bangunan yang rusak, pembangunan tenda pengungsian dan akomodasinya serta perobohan +  pembersihan puing-puing bangunan yg begitu luas & tidak kalah pentingnya kegiatan upaya trauma healing kepada anak-anak, remaja & Org dewasa korban gempa dan upaya-upaya lainnya yang dilaksanakan secara terkoordinir dibawah Dansatgas PDB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han.

Acara penyerahan tugas & tanggung jawab juga di hadiri Pangdam IX/Udy, Kapolda NTB, Panglima Komando Operasi Satgas Gabungan (Koopsgasgab) Mayjen TNI Madsuni, SE.

Selasa, 21 Agustus 2018

Wapres JK Bertolak ke NTB, Tinjau Dampak Gempa di NTB

Wakil Presiden Republik Indonesia  Muhammad Jusuf Kalla mengadakan kunjungan kerja ke Lombok Nusa Tenggara Barat untuk membahas penanganan dampak gempa di NTB
bersama Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri PU Basuki Hadi Mulyono serta pemerintah daerah setempat.

Rombongan Wakil Presiden  disambut  Gubernur NTB Dr. TGH Muh Zainul Majdi M. A, Pangdam/Udy Meyjen TNI Benny Susianto, Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, Danlanud Rembiga Kolonel Nav. Budi Handoyo, DirekturSiskom  Kolonel Mar. Budi Purnama, dan GM Angkasa Pura I Gusti Ngurahardita.

Rombongan Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Internasional Lombok pukul 09.30 Wita menggunakan pesawat  kepresidenan PK PJJ,  kemudian turun dari pesawat menuju ruang VIP Lombok Internasional Airport.

Rapat koordinasi rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa yang digelar di Kantor Gubernur NTB juga akan diikuti Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid.

Usai menggelar rapat koordinasi, Mensos Idrus Marham, akan mengunjungi pengungsi di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara.

Di Lombok Barat, Mensos Marham dan rombongan akan menemui pengungsi di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, meninjau layanan dukungan psikososial dan mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk meringankan beban para korban, Mensos Marham juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan menyerahkan mobil truk serbaguna untuk membantu penanganan dampak bencana.

Usai mengunjungi pengungsi di Kabupaten Lombok Barat, Mensos Marham melanjutkan perjalanan ke Lapangan Menggala Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara untuk meninjau layanan dapur umum. (Penrem 162/WB)

Senin, 20 Agustus 2018

Gempa Terus Menerus, Satgas PDB Intensifkan Penanganan Bencana Gempa,

Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok khususnya dan Provinsi NTB umumnya terus menerus terjadi. Kemarin malam, Minggu (19/8) Sekitar pukul 19.56 Wita gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter kembali lagi mengguncang Provinsi NTB yang menambah kesedihan dan penderitaan masyarakat NTB.

Hingga saat ini data sementara tercatat sekitar 11 orang meninggal dunia ( 4 orang di Kabupaten Lombok Timur, 1 orang Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa 5 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat 1 orang), 24 orang luka-luka, 152 unit rumah rusak dan 6 unit fasilitas ibadah.

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., menjelaskan kejadian gempa semalam menambah korban jiwa dan ratusan rumah juga rusak termasuk kebakaran di Dusun Pulau Bungin Sumbawa diduga arus pendek listrik.

"Rasa trauma masyarakat masih ada sehingga lebih memilih untuk tidur diluar rumah atau bertenda ditempat-tempat yang dirasakan lebih aman dari bangunan ataupun pohon besar sehingga korban tidak sebanyak dari korban sebelumnya", kata Rizal.

Korban yang meniggal tersebut sambung Rizal, selain tertimpa bangunan yang roboh juga karena kaget yang menimbulkan serangan jantung akibat kerasnya guncangan gempa.

Terkait bantuan logistik, Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB menyampaikan terus berupaya untuk mendorong bantuan logistik yang sudah ada dan terkumpul ke para pengungsi melalui Kecamatan, Kepala Desa dan Kepala Dusun sesuai prosedur bahkan ada yang datang langsung ke Posko Logistik yang ada.

Segala upaya penanganan darurat terus diintensifkan dengan mengerahkan segala kemampuan baik secara manual maupun menggunakan alat berat untuk meruntuhkan rumah-rumah yang rusak seizin pemiliknya dengan skala prioritas terutama disepanjang jalan protokol sehingga meminimalisir rasa trauma warga yang melewati jalan protokol.

Rizal juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada, dan jangan terpancing oleh isu-isu atau berita yang menyesatkan. "Mari kita berdoa bersama agar musibah ini segera berakhir agar Lombok dan NTB mampu bangkit kembali menuju kemajuan dan kesuksesan sesuai harapan", tandasnya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Pasar Tradisional Mulai Menggeliat, Pasar Tanjung Dibersihkan

Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok NTB hingga kini terus menerus terjadi. Pasca gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter pada dua minggu yang lalu menyisakan kesedihan dan kedukaan yang mendalam bagi masyarakat Lombok khususnya para korban gempa yang keluarganya meninggal dunia ataupun rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati kembali.

Namun kesedihan dan kedukaan itu, tidak membuat masyarakat Lombok harus terpuruk dengan rasa traumatik yang berkesinambungan. Mereka harus bisa bangkit dengan semangat seperti sediakala.

Hal itu diungkap Dasatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB saat berada dilokasi pembersihan pasar Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (19/8).

Menurutnya, pasar-pasar sudah mulai menggeliat dengan ramainya para pedagang yang memasarkan dagangannya mulai dari Pasar tradisional Gunungsari, Pemenang dan Tanjung. "Hari ini kita bersihkan pasar tradisional Tanjung dari bekas reruntuhan bangunan akibat gempa maupun kotoran sampah sisa jualan sebelum gempa sehingga bisa digunakan untuk berjualan", jelas Rizal.

Dilanjutkannya, pembersihan tidak menggunakan alat berat karena cukup secara manual oleh gabungan TNI dan Polri dan puing-puing bangunan ataupun kotoran sampah diangkut menggunakan Dum Truk milik TNI untuk dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan.

"Kita akan terus berupaya untuk membantu saudara-saudara kita untuk pemulihan sehingga mereka bisa dan mampu bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa dan hidup normal seprti yang kita harapakan bersama", tandas Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut.

Dansatgas PDB selanjutnya berkeliling menggunakan sepeda motor trail untuk melihat dan mengecek secara langsung kegiatan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan maupun pengirim logistik yang dilakukan para Babinsa menggunakan sepeda motor ke wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

Sabtu, 18 Agustus 2018

BANTUAN LOGISTIK DARI TNI TIBA DI LOTIM

Selong, (18/6) Penanganan korban terdampak gempa bumi yang melanda Lombok Timur beberapa waktu yang lalu masih  terus dilakukan. Pada masa tanggap darurat yang ditetapkan hingga 25 Agustus mendatang, bantuan logistik terus berdatangan dari BNPB, berbagai Instansi pemerintah dan swasta, para relawan, termasuk dari TNI dan POLRI.
Hari ini, Sabtu, 18 Agustus,  bantuan Logistik bagi korban terdampak gempa dari Posko Logistik Korem 162/WB sebanyak 3 truk dan 2 Bis sudah tiba di Posko Penanggulangan Bencana Kab. Lotim di Kantor BPBD kab.Lotim dan sudah diserah terimakan Posko Kabupaten. Bantuan ini selanjutnya segera didistribusikan ke masing-masing Kecamatan terdampak.
Pada saat yang sama, sekitar pukul 10.18 wita, Paban V/Ster Bhakti TNI, Kolonel Inf. Farid Makruf  beserta rombongan bertempat di Lapangan GOR Selaparang Selong Kabupaten Lombok Timur telah tiba  dengan menggunakan Heli TNI-AD H 5140/ Mi17. Kedatanga Farid Makru yang pernah menjabat Danrem 162/WB ini dalam rangka memberikan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Kab. Lombok Timur.
Selain Paban V/ Ster Bhakti TNI Kolonel Inf Farid Makruf, dalam rombongan ini ada pula  pejabat  dari Kementerian Pertanian RI  Ibu Erni Susanti, Ketua yayasan Medicuss grup bpk Haqqi dan DR. William serta  DR. Odilia. Rombongan disambut Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf. Arifianto beserta staf.
Bantuan  yang dibawa rombongan ini diangkut anggota Kodim bersama masyarakat dan pelajar sekolah menuju 3 unit kendaraan Roda 4 yg telah disiapkan di GOR Selaparang oleh Pemda Kab. Lotim untuk diangkut dan didistribusikan melalui Posko Penanggulangan Bencana di kantor BPBD Kabupaten Lombok Timur.
Selong, 18 Agustus 2018
Posko PB kab.Lotim

Ciptakan Lombok Bangkit dan Maju Kembali, Dansatgas PDB Himbau Sinergitas

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han saat di wawancara sejumlah media usai rapat bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.Hum., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dan steakholder Satgas PDB di Posko Lapangan Supersemar Tanjung, Jumat (17/8) menyampaian Satgas PDB semakin hari semakin sempurna dengan kehadiran masing-masing Kepala Dinas dan UPD yang ada di Pemerintahan Daerah.

Dijelaskannya, Satgas PDB bertugas membantu Pemda untuk memcepat proses penyelesaian tanggap darurat dan sekarang sudah mulai terlihat membaik yang ditandai dengan perasaan trauma masyarakat sudah mulai berkurang.

"Para pengungsi yang ada dibukit-bukit mulai turun dan bergabung dengan TNI Polri untuk membersihkan rumah masing-masing dan juga perekonomian sudah mulai hidup dengan pasar-pasar sudah mulai menggeliat oleh para pedagang dan juga hewan kurban sudah mulai ramai", jelasnya.

Dikatakannya, saat ini PDB mulai beberapa hari yang lalu melakukan proses rehabilitasi dengan pembongkaran dan pembersihan rumah-rumah yang rusak dengan skala prioritas disepanjang jalan protokol di wilayah Pemenenang, Tanjung dan Gunungsari maupun ditempat-tempat lain.

Diakuinya, masa tanggap darurat memang ditetapkan sampai tanggal 25 Agustus setelah ada penambahan sebanyak 14 hari dari tanggal 11 Agustus 2018, namun untuk proses pembongkaran dan pembersihan rumah akan tetap berlanjut mengingat masyarakat tidak akan mampu membongkar rumahnya sendiri dengan aset bangunan seperti itu sehingga proses pembangunan rumahnya akan lebih cepat.

Terkait dengan dana stimulan pembangunan rumah masing-masing korban, sudah disiapkan pemerintah melalui BNPB dengan ketentuan Rp 50 juta untuk rusak berat dan rusak ringan sebesar Rp 25 juta dengan bentuk bangunan sesuai rekomendasi dari PUPR yaitu bangunan tahan gempa.

Dansatgas PDB juga menjelaskan terkait dengan rencana pembuatan hunian sementara (Huntara) sebanyak 400 unit dibatalkan berdasarkan hasil koordinasi bersama BNPB. "Hasil koordinasi dengan BNPB, untuk Huntara prosesnya agak lama namun akan diberikan dan dibuatkan tenda disamping rumah yang akan dibongkar atau dibangun kembali yang isinya bisa memuat satu keluarga (empat atau lima orang) sehingga bisa menjaga aset mereka saat membangun", jelas Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut.

Selain itu, Rizal juga akan melakukan koordinasi dan rapat evaluasi dengan Klaster Kesehatan terkait dengan penambahan korban yang meninggal setelah dilakukan perawatan atau dikembalikan kerumah. "Nanti akan disarankan jika belum sembuh total agar tidak dikembalikan kerumah mengingat rumah juga tidak ada dan akan tinggal ditenda dan bagi korban yang tidak mau dirujuk ke Rumah Sakit akan disiapkan patroli kesehatan mobile untuk mendeteksi dan merawat korban di tenda-tenda yang sudah ada", sebutnya.

Rizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Lombok maupun diluar daerah agar saling berbagi dan kasih mengasihi serta saling menghargai dengan tidak memperkeruh suasana dengan statemen maupun tulisan yang tidak etis untuk ditampilkan di media sehingga akan menciptakan suasana yang tidak kondusif, kita berharap terciptanya Lombok bangkit dan maju kembali", pungkasnya.
 
Back To Top