TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi P4GN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi P4GN. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2018

Cegah Penyalagunaan Narkoba di Lingkungan Prajurit, Kodim Lotim Gelar Tes Urine

Selong - Komado Distrik Militer 1615/Lotim menggelar tes urine kepada seluruh personel jajarannya dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Markas Kodim 1615/Lotim, Senin (12/11).

Sebanyak 80 personel baik staf maupun Koramil jajarannya mengambil gelas plastik yang disiapkan untuk menyimpan air seni sesuai dengan nomor absen yang sudah terdaftar.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar bersama Kasdim Mayor Inf Arifianto melihat langsung urut-urutan prosesi pengecekan urine yang diawasi langsung Pasi Intel Kodim Kapten Inf I Nengah Senang.

"Pengecekan urine ini dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi Prajurit tidak menggunkan Narkoba atau sejenisnya," ungkap Dandim.

Dijelaskannya, para personel yang mengikuti tes urine ini diambil secara acak. "Jadi tidak ada alasan untuk menghindar dari pengecekan," kata lulusan Akmil 99 tersebut.

"Jika anggota sudah terlihat aneh-aneh dan ada gejala mengarah ke Narkoba, saya perintahkan Pasi Intel untuk segera memanggil dan mengecek urine sehingga akan ketahuan, maka harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dilingkungan TNI AD," tegasnya.

Namun hingga saat ini sambungnya, anggotanya belum ada yang menggunakan, apalagi sebagai pengedar karena mereka tahu sanksinya sangat berat hingga dikeluarkan dari kedinasan (PDTH).

"Semoga ini dijadikan sebagai rambu-rambu untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan," pungkasnya.

Dari hasil pemerikasaan akhir, seluruh personel yang melaksanakan tes urine dinyatakan tidak menggunakan Narkoba (negatif).

Jumat, 18 Mei 2018

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim Lotim Gelar Sosialisasi dan Tes Urine



Kodim 1615/Lotim menggelar sosialisasi dan tes urine dipimpin langsung Pasi Inteldim 1615/Lotim Kapten Inf I Nengah Seneng di Aula Makodim 1615/Lotim Selong, Kamis (17/5).

Sosialisasi dan tes urine yang dihadiri Kasat Binmas Polres Lotim Iptu Sigit S., dan KBO Sat Binmas Polres Lotim Aiptu Lalu Kusmayadi Artaatusa dan ratusan personel baik Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS Kodim 1615/Lotim.

Pada kesempatan tersebut, Pasi intel mewakili Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., menyampaikan kegiatan sosialisasi dan tes urine ini sebagai salah satu upaya untuk pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) dilingkungan Prajurit khususnya kodim Lotim.

Seneng berharap agar seluruh keluarga besar Kodim 1615/Lotim senantiasa melakukan pengawasan yang ekstra terhadap anak-anaknya dari pengaruh Narkoba dan sejenisnya serta penggunaan HP terutama penggunaan media sosial sehingga terhindar dari hal yang bersifat negatif", tutupnya.

Sementara Kasat Binmas Polres Lotim mengungkapkan negara kita sudah termasuk kedalam darurat Narkoba. Untuk itu sambungnya, mari kita bersama-sama untuk melawan dan memerangi Narkoba demi generasi penerus bangsa.

Menurutnya, Narkoba juga sudah diedarkan dalam bentuk kemasan makanan dan permen untuk menimbulkan kecanduan pada anak-anak. Maka dari itu lanjutnya, perlu adanya pengawasan dan kewaspadaan terhadap anak-anak kita jangan sampai jadi korban.

Sedangkan KBO Sat Binmas Polres Lotim menyampaikan materi tentang Narkoba sekaligus memberikan beberapa tipe untuk mengindari penyalahgunaan dan penggunaan Narkoba.

Terpisah Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., disela-disela kesibukannya mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan ted urine kepada ratusan peserta sosialisasi dengan hasil negatif. "Alhamdulillah hasil tes urine anggota negatif atau nihil", kata Agus.

Dijelaskannya, program P4GN ini merupakan program dari pusat hingga ke satuan-satuan Komando Kewilayahan yang harus dilaksanakan setiap triwulan, jika ditemukan adanya penyalahgunaan Narkoba terhadap anggota maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dilingkungan militer.

Selain itu kata orang nomor satu di jajaran Kodim Lotim tersebut, jika ada kecurigaan terhadap personel yang menggunakan diluar program ini maka Pasi Intel langsung memanggil dan melakukan tes urine, karena memang satuan TNI khususnya TNI AD harus bersih dari penyalahgunaan Narkoba", pungkasnya.

Senin, 07 Mei 2018

Sosialisasi P4GN Hadirkan Tim Penyuluh BNN



Ancaman bahaya Narkoba tidak hanya mengintai kalangan pemuda dan pelajar, namun juga terhadap para Prajurit TNI tidak lepas dari incaran bahaya Narkoba. Untuk mengantisipasi dan menghindari bahaya Narkoba tersebut, Kodim 1620/Loteng menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan menghadirkan penyuluh langsung dari BNN Provinsi NTB di Makodim 1620/Loteng, Senin (7/5).

Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Mustawan dalam sambutannya dengan tegas melarang keras anggota Kodim 1620/Loteng menggunakan karena hukumannya sangat jelas. “Personel TNI AD khususnya Kodim Loteng jangan ada yang memiliki, menyimpan ataupun menggunakan barang haram tersebut, apalagi sampai mengedarkan mengingat sanksinya sangat jelas dan tegas yakni pemberhentian dengan tidak hormat atau pecat”, kata Mustawan.

Sementara Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Provinsi NTB Adi Setyo Prabowo, S.Spsi., dihadapan ratusan anggota Kodim 1620/Loteng menyampaikan pada tahun 2016 Presiden RI telah mencanangkan Indonesia mengalami darurat narkoba karena hingga saat ini terdapat 72 jaringan internasional yang sudah masuk ke Indonesia untuk memasok Narkoba dengan berbagai jenis.

Dijelaskannya, pengguna Narkoba bukan hanya dari kalangan Remaja dan orang tua, namun sudah menyasar anak-anak dengan berbagai bentuk dan rupa, dan ini sudah sangat mengkhawatirkan.  “Hasil penelitian BNN Provinsi NTB bahwa saat ini di NTB pengguna sudah mencapai 55 ribu orang dan kemungkinan kedepan akan terus bertambah”, ujar Adi.

Menurutnya, permasalahan Narkoba merupakan kejahatan lintas sektoral, oleh karena itu sambungnya, pihak BNN bekerja sama dengan instansi terkait termasuk TNI dalam memerangi Narkoba dengan memberikan  jabatan strategis dilingkungan BNN. Dampak Narkoba sangat masiv terhadap kesehatan psikologis bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.

Terkait dengan wewenang penangkapan terhadap para pelaku, Adi menegaskan siapa saja berhak untuk menangkap pelaku jika mendapatkan kasus penyalahgunaan Narkoba, setelah itu segera laporkan ke aparat terkait seperti BNN maupun Kepolisian terdekat.

“Mari kita jaga NKRI ini dari peredaran Narkoba mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga tempat kerja dan lebih luas lagi secara bersama-sama untuk memberantasnya dengan menyatakan perang terhadap Narkoba”, pungkasnya

 
Back To Top