TRENDING
Tampilkan postingan dengan label kegiatan sosialisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan sosialisasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2018

Bentuk Kepedulian Kodim 1608/Bima Bantu Ringankan Beban Masyarakat

Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, Kodim 1608/ Bima, kamis (6/12/2018) memberikan bantuan 2 unit kursi roda untuk Bapak Mursalim sekeluarga yang mengalami sakit lumpuh, di Dusun Kowo Barat RT. 18 RW. 02 Desa Kowo Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Penyerahan Kursi Roda oleh Kasdim 1608/ Bima Mayor Inf. Hardani bersama Danramil 1608-03/ Sape Kapten Inf. Junaid, disaksikan rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

Komandan Kodim 1608/ Bima Letkol inf. Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, Pemberian bantuan berupa 2 unit kursi roda tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati Keluarga Besar Kodim 1608/ Bima kepada Warga Masyarakat yang mengalami kelumpuhan, Pemberian bantuan ini bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bambang Orang nomer satu di Kodim 1608/Bima berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga yang mengalami kelumpuhan, ungkapnya.

Rabu, 29 Agustus 2018

Korem Bersama BMKG dan Tokoh Agama Berikan Sosialisasi Gempa Bumi

Korem 162/WB bersama Badan Metrologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Mataram dan tokoh agama menggelar sosialisasi tentang bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Lombok NTB, Rabu (29/8).

Acara sosialisasi yang digelar di lapangan barat Islamic Center (IC) Hubbul Wathon Mataram tersebut dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., Analis gempa bumi BMKG Stasiun Geofisika Mataram Ihsan  Bagus Fahat Arafat, S.Tr., dan sejumlah tokoh agama bersama ratusan masyarakat duduk bersila diatas terpal.

Pada kesempatan tersebut, Rizal saat diwawancara awak media menyampaikan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi, wawasan dan meningkatkan keimanan agar tetap yakin kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dan juga dengan doa dan ilmu kita akan selamat.

"Kami berkolaborasi dengan Camat, ustadz dan BMKG untuk mensosialisasikan tentang cara penyelamatan pada saat ada gempa bumi karena masih ada gempa susulan sehingga tidak trauma dan kaget ataupun panik saat gempa", jelas Rizal.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB itu juga sudah mengarahkan Babinsa bekerjasama dengan Babinkamtibmas untuk melakukan evakuasi ke daerah ataupun titik-titik yang terbuka bila ada hal yang bersifat kontijensi.

Terkait dengan viralnya telapak tangan di rumah-rumah, Rizal menjelaskan hal tersebut masih dilakukan penelitian dari Polda NTB. "Ada rekayasa masyarakat dari kelompok-kelompok yang sengaja membuat resah dengan harapan masyarakat meninggalkan rumah masing-masing sehingga mereka masuk kerumah-rumah tersebut.

Rizal juga menegaskan, saat ini TNI bersama Polda tiap malam melaksanakan patroli untuk pengamanan rumah-rumah masyarakat yang ditinggal tidur di tenda sesuai dengan sektor dan wilayah masing-masing yang dilakukan oleh Koramil bersama Polsek.

Sementara dari pihak BMKG Mataram Ihsan  Bagus Fahat Arafat, S.Tr., menjelaskan gempa bumi setiap hari terjadi diseluruh dunia, namun gempa dijawa berbeda dengan gempa di Kabupaten Lombok Utara karena sumber gempa yang berbeda.

"Yang terjadi diselatan terakhir di Kupang akibat dari subduction lempeng Australia yang berusaha masuk ke lempeng Uero Asia", kata Bagus.

Selain itu Bagus juga menjelaskan gempa bumi tidak berpindah-pindah karena memang gempa terjadi dari sumber yang jelas yakni akibat pertemuan dua lempeng besar.

Menurut Bagus, pihaknya masih terus memonitor gempa susulan karena sejak tanggal 29 Juli lalu hingga sekarang sebanyak 1.943 gempa susulan terjadi dengan frekuensi dan kekuatan yang semakin kecil dan berharap dalam waktu tidak terlalu lama kembali menjadi normal.

Bagus menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada karena gempa susulan masih tetap ada meskipun ukurannya kecil dan meminta kepada masyarakat dalam menerima informasi harus tetap mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG baik melalui situs bmkg.co.id, aplikasi android info BMKG, instagram, tweeter maupun Facebook", pungkasnya.

Kamis, 07 Juni 2018

NARKOBA ANCAMAN NYATA BANGSA YANG HARUS KITA PERANGI BERSAMA



Peredaran Narkotika di Indonesia saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Peredaran Narkoba sudah tidak lagi menyasar golongan tertentu saja namun  sudah mulai merambah ke berbagai lini kehidupan, mulai dari masyarakat kota hingga kepelosok desa, target mereka tidak hanya orang-orang tertentu saja bahkan para pengedar ini mulai melirik anak-anak sebagai target mereka. Bahaya Narkoba tidak hanya berdampak pada si pengguna saja, namun juga sangat berdampak pada lingkungan bahkan dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernega, bagaimana tidak para pengguna yang sudah kecanduan akan melakukan apa saja untuk dapat mengkomsumsi barang harap tersebut seperti melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, merampok, dan tindakan kriminal  lainnya. 
Dampak buruk lainnya dari penyalahgunaan Narkoba ini yaitu dapat merusak kesehatan terutama dapat merusak jaringan syaraf otak secara permanen dan mental para penggunakan bahkan dapat membunuh para penggunanya. Bila hal ini dibiarakan maka masyarakat Indonesia terutama para generasi muda akan hancur karena mereka tentunya tidak akan dapat berfikir jernih, hal ini nantinya dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara mengingat generasi muda merupakan generasi penerus yang akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan dan menjaga keutuhan NKRI. 
Seperti apa yang disampaikan oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,S.H.,M.Han  dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Peredaran Narkoba bagi anggota jajaran Korem 162/WB pada hari Kamis 7 Juni 2018 yang bertempat di Aula Sudirman mengatakan bahwa  Narkoba merupakan ancaman nyata bangsa yang harus kita perangi bersama, perlu kita ketahui bersama  bahwa dengan pesatnya kemajuan  tekhnologi komunikasi dan informasi serta semakin maraknya pemberitaan tentang  tindak kejahatan    teroris   dan  peredaran  Narkoba maka muncul kelompok yang menamakan  dirinya Cyber   Narcoterrorism  yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya (berbagai macam situs terkemuka antara lain youtube, twiteer, facebook, instragram dll) sebagai wahana mengedarkan Narkotika, ketika kedua kejahatan ini menyatu, uang hasil penjualan Narkoba  tersebut akan digunakan untuk membiayai aksi  terorisme, hal ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya karena dilakukan oleh aktor kriminal lintas negara, dan negara kita menjadi salah satu pasar peredaran Narkotikan terbesar di Asia. 
Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi saya berharap para anggota dapat memahami dan mengerti tentang bahanyanya Narkoba bagi kehidupan kita, saya juga harapkan nantinya para anggota  dapat menyampaikan kepada keluarga ataupun masyarakat lainnya mengenai bahaya dari penyalahgunaan Narkoba. Dengan adanya pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba ini diharapkan kita dapat mencegah maraknya peredaran Narkotika dimasyarakat.  Dalam kesempatan ini, saya juga mengingatkan dan menekankan kepada seluruh anggota dan keluarganya untuk tidak sekali-kali mencoba-coba mengunakan barang harap tersebut jika kita tidak ingin  rugi  seumur  hidup, karena pimpinan TNI  telah  menegaskan tidak   ada   toleransi  bagi  Prajurit maupun PNS TNI yang terlibat dalam penyalahgunaan dan  peredaran  Narkoba,  hukumnya  adalah “dipecat”.
Setelah sambutan Danrem 162/WB acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh Ibu Anggraeni, S.H.,M.H. dari BNN Prov. NTB dan dr. Ni Gusti Made Noviani dari rumah sakit (Rumkit) Tk IV Wira Bhakti, acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan urine seluruh anggota, hal ini dilakukan untuk mencegah peredaran Narkoba di jajaran Korem 162/WB, mari bersama-sama  kita  selamatkan  bangsa ini dari ancaman Narkoba.



 
Back To Top