TRENDING
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2018

Dansatgas TMMD : Sektor Pertanian Miliki Peran Penting dan Strategis

Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., selaku Komandan satuan tugas (Dansatgas) TMMD ke 102 tahun 2018 wilayah Kodim 1615/Lotim disela-sela kesibukannya menyampaikan sektor pertanian merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat melalui program Nawacita Presiden RI.

"Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan strategis saat ini", ujar Agus. menurutnya, sektor pertanian sejak puluhan tahun yang lalu terus digalakkan agar Indonesia bisa mandiri dibidang pangan, apalagi setelah masuk ke dalam program Nawacita pemerintah pusat.

Dilanjutkannya, setiap tahun ribuan hektar lahan pertanian dibuka untuk mewujudkan kedaulatan dibidang pertanian karena memang negara kita terletak di khatulistiwa sehingga bisa dilakukan minimal tiga kali musim tanam.

Kaitan dengan itu sambungnya, salah satu program TMMD ke 102 yang dipusatkan di Kecamatan Jerowaru ini membuka jalan baru usaha tani sepanjang 3400 meter yang dibagi menjadi dua sasaran yakni 2 km disasaran 1 dengan lebar 6 meter dan di sasaran 7 sepanjang 1400 meter dengan lebar 5 meter.

Tidak hanya itu tambah Agus, adanya juga pembuatan gorong-gorong sebagai saluran irigasi dan juga ada permintaan masyarakat untuk dibuatkan jalan usaha tani sepanjang 150 meter yang merupakan swadaya masyarakat setempat.

"Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani sehingga NTB tetap menjadi salah satu sentral lumbung padi nasional", pungkasnya.

Kamis, 15 Maret 2018

KODIM JAJARAN KOREM 162/WB GALAKKAN KEGIATAN SERGAP

Keseriusan jajaran Korem 162/WB dalam mensukseskan program pemerintah yaitu swasembada pangan tidak hanya sampai pada kegiatan pengawalan dan pendampingan serta membantu para petani dalam mengolah sawah hingga panen saja,  namun  anggota jajaran Korem 162/WB khususnya para Babinsa juga bertanggung jawab dalam membantu petani menjual hasil panen mereka. Korem 162/WB khususnya para Babinsa terus berupaya membantu masyarakat khususnya para petani dalam meningkatkan hasil penjualan gabah mereka sehingga nantinya para petani mendapatkan harga sesuai dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah), hal tersebut dilakukan mengingat selama ini para petani lebih banyak menjual gabah mereka ke tengkulak sehingga hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harga yang seharusanya diperoleh para petani. Namun dengan adanya kegiatan Sergap ini diharapkan masyarakat petani merasa puas karena hasil yang diperoleh lebih menjanjikan dan sesuai dengan jeripayah yang dikeluarkan oleh para petani. Selain itu, diharapkan juga adanya hubungan timbalbalik antara petani dengan pemerintah dalam hal menjaga stabilitas harga, cadangan beras didaerah maupun secara nasional.      

Seperti kegiatan Sergap yang dilaksanakan oleh anggota Babinsa Kodim 1608/Bima pada hari Rabu 14 Maret 2018 yang melaksanakan kegiatan Sergap di Desa Sandosia, Keb. Bima dengan jumlah gabah sebanyak 1,5 ton yang dihargai sebesar Rp. 4.300,- per kilonya. Harga tersebut sesuai dengan harga HPP yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sama halnya anggota Babinsa Kodim 1615/Lotim juga melaksanakan kegiatan Sergap di Desa Mence Kec. Sakra Timur Kab. Lotim. Sebanyak 1,5 ton gabah milik petani Desa Mence dijual dengan harga Rp. 4.300,- perkilonya. Sementara anggota Babinsa Kodim 1606/Lobar melaksanakan kegiatan Sergap di kelurahan Bertais, Kec. Sandubaya Kota Mataram. Anggota Babinsa Bertais juga membantu masyarakat dalam penjualan beras, sebanyak 2 Ton beras berhasil dijual dengan harga Rp. 8.700,- sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Dengan adanya kegiatan Sergap ini diharapkan dapat lebih mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya para petani, sehingga masyarakat tidak lagi memandang profesi petani tidak menjanjikan, namun sebaliknya profesi petani merupakan profesi yang paling penting dan menjanjikan karena petanilah yang dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sehingga masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Sabtu, 24 Februari 2018

Panen Perdana Silagung Hasil Kerjasama Kodim Lotim dengan PT. Talita Group






"Sore ini kita akan melaksanakan panen perdana demplot Silagung yang merupakan aplikasi Silagung sebagai alternatif pakan ternak berbasis mikro bio dan pupuk pomi yang merupakan pupuk organik tanpa bahan kimia", kata Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., dalam sambutannya saat panen perdana Silagung di Dusun Kebon Dalam Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, Jumat (23/2) sore tadi.

Agus melanjutkan, sebelumnya juga dilaksanakan panen perdana Demplot bawang putih di Kecamatan Sembalun dengan hasil cukup memuaskan dihadapkan dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini dan hari ini kita bersama-sama melaksanakan panen prospek jagung Silagung diatas lahan seluas 40 are dan jagung hibrida Silagung diatas lahan seluas 70 are.

Ditegaskannya, panen perdana ini merupakan program kerjasama Kodim 1615/Lotim dengan PT. Talita Group, namun pengerjaannya dilakukan oleh anggota Koramil 1615-09/Sikur.


"Kita fokus Demplot Silagung di Kecamatan Sikur karena selain tingkat kesuburan tanahnya yang bagus juga volume air yang cukup sehingga waktu panen bisa dilakukan dengan waktu rata-rata 2,5 bulan atau kurang dari 90 hari", ungkapnya.

Orang nomor satu di Kodim Lotim tersebut berharap, semoga program panen raya silagung sebagai bahan pakan ternak alternatif yang kita laksanakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya di Kecamatan Sikur dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

"Silahkan masyarakat menggambil bagian untuk ikut panen dan hasilnya bisa di bawa pulang", pungkasnya sambil tersenyum.

Panen perdana silagung yang penuh dengan keakraban tersebut dihadiri Kepala Distan Kabupaten Lotim, Direktur PT. Talika Group beserta anggota, Camat Sikur, para Danramil Kodim 1615/Lotim, anggota Koramil 1615-09/Sikur dan ratusan masyarakat Dusun Kebon Dalem.
 
Back To Top