DANREM 162/WB BERHARAP MELAUI KEJUARAAN TENIS NASIONAL DANREM CUP, KEDEPAN AKAN LAHIR PETENIS JUNIOR NTB YANG HANDAL

Kejuaraan  tenis tingkat nasional senior-junior piala Danrem 162/WB yang telah berlangsung sejak tanggal 10 Agustus 2017 bertempat  dilapangan tenis Wira Bhakti, semakin hari semakin ramai, apalagi dihari Sabtu 12 Agustus 2017 dimana sebelum kegiatan pertandingan dimulai CBR Foundition memberikan kegiatan pelatihan bagi anak-anak muda yang ingin menekuni olahraga tenis. Antusias anak-anak yang berusia 8 sampai belasan tahun ini dalam menerima berbagai ilmu yang diberikan langsung oleh trainer CBR Foundition yaitu ibu Erni sangat terlihat dari semangat mereka saat mengikuti berbagai tehnik dasar permainan tenis yang benar, yang diberikan oleh tim dari CBR. Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., saat ditemui dilapangan tenis mengatakan bahwa melalui kegiatan tournament tenis Danrem Cup ini, terutama pada kegiatan pelatihan yang diberikan oleh CBR foundation. Melalui kegiatan pelatihan yang diberikan oleh CBR Foundition   diharapkan nantinya 4 sampai  5 tahun  kedepan petenis-petenis muda yang berasal dari daerah  ini bisa mempelajari tehnik dasar bermain tenis yang baik, sehingga pada level nasional nanti mereka bias menyamai permainan para pemain nasional karena dalam kegiatan kejuaraan kali ini difokuskan untuk pemain junior, kita ketahui bersama bahwa saat ini NTB sudah memiliki satu petenis nasional yaitu Panji. 
Keberhasilan Panji diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petenis junior, sehingga nantinya akan lahir petenis junior  NTB  yang nantinya akan berkiprah di tingkat nasional.  Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB  mengatakan bahwa event kejuaran tenis nasional yang pertama kali dilaksanakan didaerah NTB ini dilatarbelakangan dari perkenalannya dengan Cristhoper Rungkat pada tahun 2014, dimana Cristhoper y petenis nasional  ini sangat peduli dengan generasi muda  sehingga ia mendirikan CBR Foundition dengan tujuan untuk membantu generasi muda yang berbakat di bidang olahraga tenis terutama bagi mereka yang kurang mampu namun ingin belajar tentang ilmu dan tehnik-tehnik permainan tenis.  CBR Foundition sendiri memang memilih melaksanakan event nasional di daerah dan kota-kota kecil seperti di NTB, dengan harapan dapat menjaring  petenis berbakat dari berbagai daerah, seperti sekarang ini banyak sekali bermunculan petenis-petenis muda yang berusia sangat belia diwilayah NTB. Untuk itu Danrem berharap  PELTI Pusat dapat  menjaring anak-anak berkat ini untuk dilatih sehingga nantinya akan muncul petenis berbakat seperti Yayuk Basuki dan lainya, karena kita punya potensi, kita punya pemain dan punya kemapuan tinggal bagaimana kita mengolahnya. Danrem juga berharap CBR akan semakin besar disemua strata nasional,  sehingga nantinya dapat membangkitkan petenisan nasional  dan olahraga tenis tidak lagi berlebel olahraga elite dan mahal, namun olahraga ini dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, apalagi diwilayah NTB banyak sekali terdapat lapangan tenis dan sarana tenis tinggal bagaimana kita melatih anak-anak muda pecinta tenis ini. 
Selain itu, dengan adanya event kejuaraan-kejuaraan seperti ini, diharapkan dapat memacu  anak-anak muda  untuk persaing meraih pretasi dan tentunya kegiatan positif  terutama dengan kegiatan olahrga seperti ini akan menghindarkan para generasi muda kita dari berbagai pengaruh negative  terutama narkoba, perkelahian remaja dan pergaulan bebas. Danrem juga menambahkan bahwa event kejuaraan tenis tingkat nasional piala Danrem ini sengaja dilaksanakan pada bulan Agustus dan bernuansa Merah Putih dengan tujuan  untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan dibawah kibaran Merah Putih para petenis ini berlaga sehingga akan lebih meningkatkan rasa cinta kepada tanah air. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kedepan akan semakin banyak masyarakat khususnya para generasi muda NTB yang mencintai olahraga tenis, dan lapangan tenis Wira Bhakti akan selalu menanti masyarakat yang ingin mengasah kemampuan tenisnya.

Share on Google Plus

About Penrem162

0 komentar:

Posting Komentar