TRENDING

Serba Serbi

Sport Corner

Pendidikan

Minggu, 23 September 2018

Dukung Kelancaran Marathon Mandalika Run, Danrem Tinjau Kondisi Route dan Penginapan

Pagelaran The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 atau lomba lari Marathon Mandalika pada 4 November mendatang, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasi intel Korem 162/WB Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, ST. M.Tr. (Han) dan rombongan mengunjungi wilayah Kuta Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (22/9).

Kunjungan itu dimaksudkan jelas Danrem, untuk memastikan route maupun ruas jalan yang akan digunakan pada lomba lari Marathon Mandalika dalam rangka HUT TNI ke 73 tahun 2018.

"Kami juga mengecekan kondisi penginapan maupun perhotelan di daerah Kuta dan sekitarnya dalam keadaan baik pasca gempa", kata Rizal.

Dilanjutkannya, Marathon Mandalika Run ini merupakan event bertaraf internasional yang akan diikuti puluhan ribu peserta dari mancanegara maupun domestik termasuk warga lokal sehingga betul-betul harus disiapkan dengan terus melakukan upaya koordinasi dengan instansi terkait baik Dinas Pariwisata, Dinas PU dan pihak ITDC tentunya.

"Terkait dengan tempat penginapan dan perhotelan yang jumlahnya terbatas tidak menutup kemungkinan sejumlah hotel yang ada di Mataram dan Lombok Barat akan digunakan para peserta mengingat jumlah pesertanya yang banyak", ungkap pria lulusan Akmil 93 itu.

Rizal juga menghimbau kepada masyarakat NTB khususnya Lombok agar menghadiri seluruh rangakaian kegiatan yang akan dimulai H-4 atau empat hari sebelum pelaksanaan lomba lari.

"Sebelum puncak kegiatan, akan kegiatan seperti bazaar, bhakti sosial, karya bhakti, pengobatan massal, malam seni budaya, demonstari terjun payung, demontrasi Yupiter Aerobatic dan malamnya ada panggung hiburan serta memperkenalkan destinasi Pariwisata NTB", sebutnya.

Rizal berharap kegiatan lomba lari Marathon Mandalikan ini akan membangkitkan kembali para pegiat-pegiat dunia pariwisata di NTB sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa dengan prestasi yang gemilang seperti yang diwacanakan Gubernur NTB yang baru.

Sebelumnya, The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 September hari ini, namun karena pertimbangan kondisi masyarakat Lombok masih berduka sehingga pelaksanaannya diundur menjadi tanggal 4 November mendatang.6

Sabtu, 22 September 2018

Atlit Karate Binaan Koramil Woha Masuk O2SN Tingkat Nasional

Bima - Atlit Karateka Desta yang meraih medali emas dalam Komite dan perorangan di Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi NTB ini akhir diutus untuk berlaga di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Nasional. Kesuksesan dan kemenangan Desta dalam kejuaraan tersebut tentunya tidak terlepas dari para pembina dan pelatihnya di Dojo binaan Koramil 1608-04/Woha.

Serma H Furqan anggota Koramil Woha merupakan pembina sekaligus pelatih Desta bersama rekan atlitnya yang lain seperti Agung dan Fidia. Selain Serma H Furqan yang sudah menyandang Sabuk Hitam Dan 5, ada juga pelatihnya yang lain seperti Sertu Suhardin, Serda Agus ABR dan Sertu I Gusti yang juga anggota Koramil Woha Kodim 1608/Bima.

Menurut Serma H. Furqan, Desta memang pantas meraih medali emas karena anak didiknya itu memiliki kemauan dan keuletan dalam berlatih.

Adapun persiapan untuk menghadapi O2SN Tingkat Nasional sambungnya, Desta beserta atlit Dojonya yang lain akan memberikan latihan yang lebih ekstra sehingga betul-betul siap pada saat berlaga nanti.

"Kami berharap Desta nantinya dapat mempersembahkan kembali medali emas pada laga di O2SN", kata H. Furqan.

Terpisah, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Dojo binaan Koramil Woha. "Selamat atas raihan medali emas untuk Desta dan para pelatihanya", kata Bambang.

Menurutnya, ini suatu prestasi yang luar biasa untuk masyarakat Kabupaten Bima khususnya. "Terus terang saya merasa bangga dengan prestasi yang diraih ini, apalagi Desta berada pada Dojo binaan Koramil", ujarnya.

Danrem 162/WB Kunjungi Kantor Pos, Pastikan Bantuan Logistik Tersalurkan Sesuai Prosedur

Mataram - Hampir satu bulan berjalan, Korem 162/WB sudah memberikan bantuan baik personel maupun material berupa kendaraan truk kepada Kantor Pos untuk menyalurkan bantuan logistik kepada sasaran. Korem 162/WB dalam hal ini Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., terus melakukan kegiatan secara terkoordinir dan terintegrasi dengan Kantor Pos terkait penyaluran bantuan logistik yang dititipkan melalui Kantor Pos.

"Awal bulan lalu banyak barang-barang atau material yang tertumpuk di Kantor Pos sehingga kami memberikan bantuan kepada teman-teman Kantor Pos dan alhamdulillah akhir semua barang bisa tersalurkan", ungkap Rizal didampingi Humat PT. Pos Mataram Muzawir.

"Teman-teman Kantor Pos lebih takut pada kontainer yang datang dari pada gempa atau tsunami karena begitu kontainer datang mereka harus bongkar", kelakarnya.

Menurutnya, mekanisme penyaluran barang hingga ke warga yang berhak menerima yakni barang yang datang dari pelabuhan maupun Bandara diambil menggunakan kendaraan Kantor Pos atau Kendaraan Korem karena keterbatasan kendaraan Kantor Pos, setelah itu disortir sesuai dengan tujuan.

"Ada barang yang dialamatkan untuk perorangan dan ada barang yang memang dititipkan ke Posko untuk disalurkan", sebutnya.

Namun yang menjadi permasalahan sambung pria kelahiran Jakarta tersebut, barang-barang ke alamat perorangan namun yang bersangkutan sudah pergi mengungsi entah kemana, sehingga barang itu dipending dulu dan dititipkan di Koramil atau ke Babinsa dan pada waktu mereka kembali baru diserahkan sesuai alamatnya.

Dijelaskannya, dalam pengiriman dan pendistribusian barang sudah melalui prosedur dan tercatat di Kantor Pos, ada resinya, untuk Desa mana, siapa yang bawa dan siapa yang menerima.

Terkait dengan bantuan personel, Rizal menegaskan tergantung kebutuhan Kantor Pos. "Jika masih dibutuhkan maka tetap kami bantu, namun untuk saat ini barang yang ada di Kantor Pos juga sudah berjalan normal dan berkurang karena mobilisasi para Babisa secara terus menerus sehingga personel bisa kita kurangi", ujarnya.

Sementara Humas PT. Pos  Muzawir menambahkan selain kecepatan dalam penyaluran, barang yang dibawa menggunakan kendaraan TNI juga lebih aman dan ketepatan sasaran dalam penyaluran karena Babinsa yang lebih tahu kondisi masyarakatnya. "Pola bantuan seperti ini akan kami bahas nanti pada rapat-rapat antar BUMN apabila terjadi hal seperti ini karena Kantor Pos ada dimana-mana dan TNI juga ada dimana-mana", pungkasnya.

Jumat, 21 September 2018

*Gabungan Personel TNI di NTB Sambut Hari Jadi TNI ke 73 Bersinergi Laksanakan Karya Bhakti*

Dalam rangka menyambut hari jadi TNI ke 73 tahun 2018 tanggal 5 Oktober mendatang, personel gabungan TNI dari Darat, Laut dan Udara menggelar karya bhakti serentak di dua lokasi  dan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa, Jumat (21/9).

Personel gabungan Korem 162/WB dan jajaran se Garnizun Mataram, Lantamal Mataram dan Lanud Rembiga tersebut usai melaksanakan apel pengecekan dilokasi, mereka langsung bergerak kesasaran sesuai dengan pembagian tugas.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., selaku penanggung jawab kegiatan di lokasi mengatakan kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan secara serentak di Pulau Lombok maupun Sumbawa ini selain karena momentnya bertepatan dengan menyambut HUT ke 73 TNI, juga untuk membantu warga yang terkena dampak gempa.

"Untuk di wilayah Lombok sendiri dilaksanakan di Kecamatan Narmada dan Tanjung dengan kegiatan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak serta pembuatan jamban. Khusus untuk diwilayah Desa Suranadi melaksanakan pembersihan tempat wisata karena memang lokasinya demikian", kata Rizal.

Sedangkan di Kecamatan Tanjung lanjutnya, membantu personel TNI merehab rumahnya yang rusak akibat gempa dan pembersihan lingkungan.

"Dihari ini juga, Kodim 1608/Bima melaksanakan karya bhakti membersihkan Masjid Baitul Hamid Kelurahan Panaraga Kecamatan Dompu dan Masjid Sifa'ul Mu'minin Desa Kala Kecamatan Donggo bisa bersama anggota Kepolisian dan masyarakat setempat.

Selain itu, Perwira lulusan Akmil 93 itu juga menjelaskan sesuai tugas pokok Korem yakni membantu masyarakat NTB untuk segera bangkit kembali dengan menggelar karya bhakti dengan mengangkat tema "Dalam rangka memeriahkan HUT TNI  ke 73 Tahun 2018".

"Kegiatan HUT diisi dengan bakti sosial, karya bhakti, Parade Defile, trauma healing, istigosah dan lainnya", kata Rizal.

Adapun karya bhakti yang dilaksanakan hari ini di bantu oleh Conwood Jakarta yakni semacam konstruksi bangunan tahan gempa dan proses pembangunannya tidak lebih dari tujuh hari.

"Untuk percobaan akan dibangun empat unit rumah tipe 3 x6 (ukuran 6 x 6 meter) per KK secara gratis dan jika animo masyarakat meningkat menggunakan material Conwood maka teman-teman Conwood Jakarta akan membantu lebih banyak lagi.

Adapun kelebihan material Conwood ini menurutnya, apabila terkena air atau air hujan maka material tidak akan menyerap tetapi jatuh dengan sendirinya dan atap ruma tetap menggunakan baja ringan.

*Korem Gelar Karya Bhakti TNI, Polri dan INTI Berikan Bantuan Keramik*



Selain melaksanakan kegiatan karya bhakti pembongkaran dan pembersihan rumah warga, kegiatan lain yang dilaksanakan yakni karya bhakti Korem 162/WB bersama Polri dan relawan INTI untuk menyerahkan bantuan berupa keramik di Vihara Dusun Tuban Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung, meresmikan Aula Serbaguna dan menyerahkan bantuan keramik di Dusun Mentigi Desa Malaka Kecamatan untuk pembangunan tempat ibadah dan di Pura Desa Pemenang untuk penyerahan sembako dan pembuatan sumur bor untuk air bersih oleh relawan INTI.

Pada kesempatan tersebut, saat bertatap muka dengan warga, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., selalu memberikan motivasi dan semangat kepada warga untuk terus berdoa dan bangkit dari keterpurukan sehingga bisa menata kembali kehidupan yang lebih baik.

"Kegiatan yang baik dan positif ini harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga budaya gotong royong dapat memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan Lombok khususnya dan Provinsi NTB umumnya pada tahun-tahun yang akan datang pasca gempa", ucapnya.

*Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan*

Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change  sekaligus  berwawasan kebangsaan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan "Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara", di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang,  Kamis (20/9/2018).

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

“Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20," ujar Wakasad.

Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang  menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

"Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya”, tegas Wakasad.

Dihadapan  714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan  Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad  mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar dibidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

"Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan  inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur,” papar Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan  berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga.

Sedangkan di dalam negeri, ditengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa.

“Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan  tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama dimasa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang  seperti  thread, cyber thread,  inequality thread dan lain sebaginya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa, "  terang Wakasad

"Kalian harus sadari dan  pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara  kita yang demikian besar” ujar Wakasad.

Menurut Wakasad untuk menghadapi tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal  dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari  pendidikan formal.

“Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter  untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan” urai Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad  berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

"Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally," sambung Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan.

“Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa”, pungkas Wakasad.

Sebelumnya ditempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan  Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya
literasi baru dalam menghadapi persaingan  global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber  Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/ FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc.(Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum.

Dalam seminar tersebut hadir  Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya.

Dandim Cup Kejuaraan Volly Ball Resmi Dibuka Dandim Dompu

Dompu - Dal
am rangka menyambut HUT TNI ke 73 Tahun 2018, Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Arief Hadianto, S.IP., kemarin malam resmi membuka Dandim Cup Kejuaraan Volly Ball di Lapangan Volly Ball Koramil 1614-01/Kota Dompu yang dihadiri sekitar 300 orang, Kamis (20/9).

Dihadapan para peserta, Dandim 1614/Dompu mengucapkan terimakasih kepada para panitia selaku penyelenggara turnamen Volly Ball. "Terimakasih atas kerjasama para panitia yang telah berupaya menyiapkan turnamen ini sehingga malam ini bisa dibuka secara resmi", kata Arief.

Arief berharap agar pertandingan ini bisa berlangsung dengan baik dengan jiwa kesatria serta menjunjung sportifitas yang tinggi. "Untuk itu kepada panitia harus jujur dan sportif juga selama pelaksanaan", pintanya.

Sebelumnya Ketua KONI Kabupaten Dompu M. Taufan, SH., mengatakan turnamen Dandim Cup selain dalam rangka menyambut HUT TNI ke 73, juga untuk merupakan moment yang sangat baik untuk mencari bibit-bibit pemain volly Kabupaten Dompu.

"Malam ini semua pemain kumpul untuk ikut bertanding, kita akan cari bibit-bibit pemain yang bagus untuk dijadikan tim yang nantinya bisa mewakili Kabupaten Dompu pada ajang bergengsi baik Porda maupun PON", ungkap Taufan.

Ia berharap ajang pertandingan semacam ini dijadikan sebagai sarana untuk menjalin silturrahmi pemain antar Kecamatan se Kabupaten Dompu.

Selain itu, Taufan juga meminta kepada para panitia maupun Wasit harus menjaga sportifitas dan jujur dalam menggelar pertindangan sehingga pertandingan ini betul-betul bisa berjalan aman dan lancar.

Pada kesempatan tersebut, terlihat hadir ditempat acara Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Ketua PBSI Dompu Saiful Amir, SH. MM., anggota jajaran Kodim 1614/Dompu, Ibu-ibu Persit KCK dan masyarakat setempat.

Kamis, 20 September 2018

Jaga Keamanan Wilayah, Koramil Kopang Sisir Wilayah Korban Gempa

Dalam mewujudkan situasi wilayahnya aman, serta memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat pasca gempabumi beberapa waktu lalu, pada malam hari Koramil 1620-03/Kopang aktif lakukan kegiatan patroli wilayah.

Dengan menggerakkan personil Babinsa yang ada ditiap-tiap wilayahnya, terus berupaya meningkatkan komunikasi sosialnya dengan masyarakat dalam hal keamanan dan ketertiban dengan cara terus aktif melakukan kegiatan patroli kesetiap tempat yang menjadi wilayahnya, hal ini dilakukan pada Rabu dini hari (19/9).

Dalam pelaksanaanya, anggota Koramil 1620-03/Kopang, melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif kesetiap lokasi yang dianggap rawan pasca musibah gempabumi, dimana hal ini bertujuan mencegah munculnya gangguan kamtibmas ataupun tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat.

“Dengan rutin melakukan kegiatan Patroli, kami berupaya meningkatkan komunikasi sosial kami kepada masyarakat dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga masyarakat dapat selalu merasa aman dan nyaman”, ucap Kapten Infanteri Lukman.

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi yang terdampak gempa. Kenangan sedih  keluarganya menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat bahkan roboh yang mengharuskan mereka tinggal di pengungsian.

Selain itu bencana menyisakan trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak, tidak terkecuali trauma juga dialami oleh aparat keamanan TNI beserta keluarganya yang bertugas di Lombok, salah satunya yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kesedihan yang dirasakan masyarakat dirasakan pula oleh keluarga Babinsa. Saat terjadinya gempa bumi yang juga merobohkan tempat tinggalnya, mereka ditinggalkan suami untuk melaksanakan tugas menolong  warga yang menjadi korban. Namun karena ketabahan sebagai seorang istri prajurit, mereka tegar walau tanpa ada suami mendampinginya dipengungsian tinggal bersama warga yang lain dengan beratapkan tenda dari terpal dan tidur beralaskan tikar.

Untuk meninggalkan keluarga dipengungsian dengan kondisi yang serba terbatas tentunya tidak mudah bagi setiap orang, tapi itulah yang harus dilakukan seorang  Babinsa walaupun diri dan keluarganya turut menjadi korban. Mereka tetap semangat melaksanakan tugasnya, tak kenal lelah membantu warga binaannya yang terkena musibah dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan.

Salah satunya yaitu Serka Ali (45) Babinsa Tegal Maja Koramil 1606-02/Tanjung menceritakan kisah awal mulai terjadinya gempa yang juga merobohkan rumahnya dan harus meninggalkan keluarga di pengungsian.

Menurutnya, saat itu tanggal 5 Agustus 2018 malam hari ia pergi untuk melaksanakan acara zikir bersama dirumah tetangga, namun dipertengahan jalan tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar sehingga ia bergegas untuk kembali kerumah memastikan keluarganya selamat.

“Setiba dirumah anak istri saya sudah menangis dengan kondisi rumah yang sudah rusak berantakan dan gelap gulita karena listrik padam semua, kami semua berpelukan. Gempa pertama itu rumah belum roboh,” kenangnya.

Malam itu juga beredar informasi adanya tsunami sehingga seluruh warga panik, Pak Ali bersama keluarga dan tetangganya mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena malam itu gempa terus menerus dan bertambah besar ia putuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Setelah keesokan harinya, ia bersama warga  turun untuk melihat kondisi rumah masing-masing. Betapa sedih ketika melihat rumah tempat ia dan keluarga bernaung roboh rata dengan tanah, akhirnya saat itu pula bersama warga yang rumahnya juga rusak mendirikan tenda di sekitar rumah untuk tinggal sementara.

“Selanjutnya saya lapor kepada Danramil 1606-02/Tanjung Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana dan saat itu dibantu anggota  yang lain puing-puing rumah kami dibersihkan,” ujar pria tiga anak ini.

Walaupun rumahnya roboh, Serka Ali tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa seperti biasa, satu hari setelah gempa ia berangkat menuju desa binaannya untuk membantu warga yang rumahnya rusak bahkan ada yang meninggal dunia. “Kami bersama-sama anggota Polri, Basarnas dan relawan lainnya menolong korban dan mendata  rumah yang rusak, setelah itu berkordinasi terkait bantuan logistik untuk warga terutama yang berada di pengungsian, memastikan semua mendapat bantuan,” jelasnya.

Desa Binaan Serka Ali Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara terdiri dari 11 Dusun  75 % mayoritas masyarakatnya beragama Budha dan hanya tiga Dusun yang beragama Islam. Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak empat orang dan sudah mendapat santunan. Rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 1.986 dan yang rusak sedang maupun ringan masih didata oleh Pemerintah Daerah.  “Alhamdulillah semua warga sampai saat ini sudah tertangani tinggal meneruskan pembersihan puing-puing,” ungkapnya.

“Saya juga bersyukur kondisi keluarga juga sehat, saat ini kami sudah pindah dari pengungsian dan tinggal sementara diatas bekas rumah kami yang roboh dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang masih bisa dipakai,” imbuhnya.

Berbeda dengan cerita Serka Ali, Sertu I Made Yuantara yang merupakan Babinsa Desa Malaka Koramil 1606-02/Tanjung memiliki kenangan yang lebih unik dan mengesankan.

Diceritakannya, tiga hari setelah istrinya melahirkan di RSAD Mataram, tiba-tiba pada Minggu pagi (29/07/2018) terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR di Lombok Timur namun kekuatannya di wilayah Mataram tidak begitu besar dan seluruh anggota Koramil Tanjung waktu itu diperintahkan menuju Koramil 1606-03/Bayan untuk membantu, karena Kecamatan Bayan berdekatan dengan lokasi kekuatan gempa sehingga terkena dampaknya.

“Setelah melihat di desa binaan tidak terlalu terdampak, saya langsung menuju Koramil Bayan untuk membantu memasang pipa saluran air yang putus akibat gempa hingga kami menginap disana,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Minggu malam tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa ke dua, yang merupakan gempa terbesar dengan kekuatan 7 SR pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara dirasakan guncangan keras hingga  kota Mataram yang mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Malam itu  masyarakat tidak ada  yang berani tidur di dalam rumah bahkan ada isu air laut di Pantai Ampenan sudah mulai naik sehingga menambah kepanikan masyarakat.

“Saat itu keluarga juga panik dan rumah juga sudah retak cukup lebar, takut terjadi apa-apa malam itu juga saya mengungsikan istri dan anak kami yang masih bayi ke tetangga perumahan di BTN Pepabri. Selanjutnya saya malam itu juga melaporkan kepada Danramil untuk melaksanakan pengecekan ke desa binaan memastikan kondisi warga. Karena banyak rumah yang rusak berat akhirnya saya putuskan menginap di pengungsian warga, selain itu jarak rumah dengan desam binaan juga cukup jauh,” kenang Yuantara.

Menurutnya, usai gempa malam itu dio desa binaannya tersebar isu  pencuri ternak merajalela sehingga wargao terprovokasi berkerumun di jalan raya melakukan sweeping, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dirinya menghimbau warga untuk tidak main hakim sendiri.

Bersyukur kondisi saat itu bisa terkendali semua dan saat ini warga yang menjadi korban sudah di data untuk mendapatkan bantuan.  Sekarang kami bersama-sama warga dan alat berat dari Zikon 13  terus bergerak membantu membersihkan puing rumah dan fasilitas umum lainnya hingga tuntas.

“Sedih rasanya kalau mengingat saat itu meninggalkan istri dan anak yang masih bayi, namun karena panggilan tugas itu harus saya lakukan, mengutamakan membantu masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini kondisi istri dan anak Serka Made dalam kondisi sehat, namun karena masih trauma sementara masih tidur di tenda teras depan rumahnya dengan ditutup terpal dan triplek. “Sekarang kondisi warga di desa binaan saya secara umum sudah mulai membaik, dan saya lebih tenang bisa pulang ke rumah, menemani istri dan membantu merawat si kecil,” ujarnya.

Melihat perjuangan Babinsa yang tidak mengenal lelah dalam membantu masyarakat korban gempa di Lombok, Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok, Mayjen TNI Madsuni, S.E. memberikan apresiasi dengan membangunkan rumah hunian sementara bagi Babinsa yang rumahnya rusak berat, dengan harapan dapat menambah semangat Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu masyarakat.

“Dengan rumah hunian sementara ini harapannya saat bertugas mereka lebih tenang meninggalkan keluarga di rumah, dibandingkan dengan tinggal di tenda. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban mereka,” ungkapnya.

Saat ini rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, dari data yang ada jumlah rumah Babinsa yang mengalami rusak berat sebanyak 13 Unit, lokasinya tersebar di empat wilayah yaitu Koramil 1606-02/Tanjung, Koramil 1606-10/Bayan, Koramil 1606-10/ Gangga dan Koramil Batu Kliang Lombok Tengah.

Lombok,   September 2018

Rabu, 19 September 2018

Dandenpal Mataram Tutup PKL Siswa SMKN Selong Dengan Hasil Maksimal

Dalam rangka mengaplikasikan hasil belajarnya selama di kelas, sebanyak 16 orang siswa kelas 3 SMKN 1 Selong Kabupaten Lombok Timur melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor Denpal IX/2 Mataram selama tiga bulan.

Pagi tadi, Rabu (19/9) sekitar pukul 08.00 Wita, Dandenpal Mataram Mayor Cpl Abdul Hadi menutup kegiatan PKL di lapangan SMKN 1 Selong yang dihadiri Kepala Sekolah SMKN 1 Selong Salman bersama para guru dan siswa-siswi SMKN 1 Selong.

Pada kesempatan tersebut, Hadi sapaan Dandenpal mengatakan apa yang diperoleh selama melaksanakan praktek kerja Industri di Denpal Mataram dari para pembina agar dijadikan penduan dan ilmu pengetahuan yang bersifat tambahan selain ilmu teori yang sudah diperoleh di sekolah.

"Tularkan kepada rekan-rekan siswa-siswi yang lain sehingga ada kesamaan ilmu yang bermanfaat untuk dipupuk dan kembangkan", kata Hadi.

Hadi berharap apa yang sudah diperoleh di Denpal Mataram, bermanfaat bagi adik-adik siswa untuk menghadapi tantangan hidup kedepan, jangan merasa puas dengan ilmu yang sudah diperoleh sekarang ini namun terus belajar dan belajar agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga bangsa dan negara.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Selong mengucapkan terimakasih kepada TNI AD khususnya Dandenpal Mataram yang telah membimbing para siswanya untuk mempraktekan ilmu yang sudah diterima secara teori di sekolah dan pembinaan kedisiplinan para siswa.

"Harapannya para siswa ini nantinya bisa menjadi duta atau pelopor yang mewarnai sekolah terkait dengan kedisipilan sehingga siswa-siswi yang lain bisa mengikutinya", kata Salman.

Salman berharap kerja sama yang sudah baik ini tetap bisa dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya, tentunya kalau bisa jumlah siswa yang ikut PKL di Kantor Denpal Mataram jumlahnya ditambah. "Kalau bisa satu kelas mengingat karakter Kedisiplinan dan pembinaan fisik secara teratur sangat baik untuk generasi muda khususnya anak-anak sekolah", pintanya.
 
Back To Top