TRENDING

Serba Serbi

Sport Corner

Pendidikan

Minggu, 19 Agustus 2018

Pasar Tradisional Mulai Menggeliat, Pasar Tanjung Dibersihkan

Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok NTB hingga kini terus menerus terjadi. Pasca gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter pada dua minggu yang lalu menyisakan kesedihan dan kedukaan yang mendalam bagi masyarakat Lombok khususnya para korban gempa yang keluarganya meninggal dunia ataupun rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati kembali.

Namun kesedihan dan kedukaan itu, tidak membuat masyarakat Lombok harus terpuruk dengan rasa traumatik yang berkesinambungan. Mereka harus bisa bangkit dengan semangat seperti sediakala.

Hal itu diungkap Dasatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB saat berada dilokasi pembersihan pasar Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (19/8).

Menurutnya, pasar-pasar sudah mulai menggeliat dengan ramainya para pedagang yang memasarkan dagangannya mulai dari Pasar tradisional Gunungsari, Pemenang dan Tanjung. "Hari ini kita bersihkan pasar tradisional Tanjung dari bekas reruntuhan bangunan akibat gempa maupun kotoran sampah sisa jualan sebelum gempa sehingga bisa digunakan untuk berjualan", jelas Rizal.

Dilanjutkannya, pembersihan tidak menggunakan alat berat karena cukup secara manual oleh gabungan TNI dan Polri dan puing-puing bangunan ataupun kotoran sampah diangkut menggunakan Dum Truk milik TNI untuk dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan.

"Kita akan terus berupaya untuk membantu saudara-saudara kita untuk pemulihan sehingga mereka bisa dan mampu bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa dan hidup normal seprti yang kita harapakan bersama", tandas Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut.

Dansatgas PDB selanjutnya berkeliling menggunakan sepeda motor trail untuk melihat dan mengecek secara langsung kegiatan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan maupun pengirim logistik yang dilakukan para Babinsa menggunakan sepeda motor ke wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

Dansatgas PDB Kerahkan Pasukan Logistik Bermotor Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., memerintahkan dan mengikuti langsung penyisiran ulang para pengungsi khususnya yang berada di daerah ketinggian di Wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (19/8). Penyisiran ulang menggunakan sepeda motor yang dilengkapi dengan Logistik tersebut, para Babinsa Kodim 1606/Lobar secara bertahap mulai pagi hingga sore hari terus menerus mendorong bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Pada kesempatan tersebut, Dansatgas PDB yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita korban gempa yang lokasinya sulit dijangkau menggunakan mobil. "Hari ini kita gunakan kendaraan roda dua milik Babinsa untuk mengantar bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan roda empat", kata Rizal. Menurutnya, logistik yang dibawa ini berupa beras, air mineral dan makanan instan seperti mie maupun biskuit. Rizal juga meminta agar stok logistik yang ada di Posko Koramil Tanjung langsung didorong kepada para korban sehingga langsung bisa di nikmati para korban. Ratusan Babinsa dengan kendaraannya masing-masing mengikat logistik yang akan dibawa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang akan dituju.

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani,
S.Sos., SH., M.Han., memerintahkan dan mengikuti langsung penyisiran ulang para pengungsi khususnya yang berada di daerah ketinggian di Wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (19/8).

Penyisiran ulang menggunakan sepeda motor yang dilengkapi dengan Logistik tersebut, para Babinsa Kodim 1606/Lobar secara bertahap mulai pagi hingga sore hari terus menerus mendorong bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas PDB yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita korban gempa yang lokasinya sulit dijangkau menggunakan mobil.

"Hari ini kita gunakan kendaraan roda dua milik Babinsa untuk mengantar bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan roda empat", kata Rizal.

Menurutnya, logistik yang dibawa ini berupa beras, air mineral dan makanan instan seperti mie maupun biskuit.

Rizal juga meminta agar stok logistik yang ada di Posko Koramil Tanjung langsung didorong kepada para korban sehingga langsung bisa di nikmati para korban.

Ratusan Babinsa dengan kendaraannya masing-masing mengikat logistik yang akan dibawa sesuai dengan kebutuhan sasaran yang akan dituju.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Akui Terima Bantuan, Muhlis Bersama Kadus Lendang Batu Berikan Klarifikasi


Penditribusian bantuan Logistik yang dilakukan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB sudah diterima secara menyeluruh oleh korban di tempat tenda-tenda pengungsian maupun tenda yang didirikan disekitar rumah korban baik perkampungan yang ada diatas bukit maupun yang ada dibawah.

Terkait dengan salah satu media yang mewartakan pemberitaan tentang pengungsi makan serabut kelapa, Kadus Lendang Batu Desa Kayangan Saptudin (47 th) di rumah Muhlis, Sabtu (18/8) menyampaikan bantuan logistik sudah diterima dan disalurkan ke seluruh warganya. "Alhamdulillah bantuan sudah beberapa kali kita terima dan langsung kami salurkan kepada warga", jelas Saptudin.

Menurutnya, bantuan logistik yang diterima tidak sampai sehari ditangannya namun langsung diserahkan kepada seluruh warganya di Dusun Lendang Batu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan juga memang sama-sama kita butuhkam.

"Terkait pemberitaan warganya yang memakan serabut kepala muda (kelapa timun) memang benar adanya, namun mereka memakan serabut kelapa muda tersebut tidak pasca gempa ataupun karena tidak menerima bantuan. Mereka memakan itu sambungnya, sudah bertahun-tahun karena memang rasanya enak dan manis, tidak ada rasa kecut atau pahit", ungkapnya.

Ditegaskannya, jadi tidak benar kalau ada warganya memakan serabut kelapa muda karena tidak dapat bantuan logistik atau tidak makanan yang dimakan.

Senada dengan Kadus Lendang Batu, Muhlis salah seorang warga yang ada dalam pemberitaan media tersebut mengatakan ia bersama warga yang lain di dusunnya sudah menerima bantuan logistik. "Ya kami sudah terima baik beras maupun sembako lainnya, warga yang lain terima kami juga dapat", ungkap Muhlis.

Terkait dengan memakan serabut kelapa muda atau kelapa timun, Muhlis bersama warga lainnya mengakui bahwa jauh sebelum gempa memang suka makan serabut kelapa timun karena rasanya berbeda dari kelapa-kelapa yang ada. "kalau masih muda enak dan tambah lama dikunyah seperti ada rasa manis", jelasnya.

Muhlis juga mengakui banyak tetangga atau kerabatnya yang ada diluar dusun meminta bibitnya untuk ditanam dan hingga saat ini Muhlis hanya masih memiliki dua pohon Kelapa Timun.

Salah seorang warga setempat kemudian mengambilkan dua buah kelapa muda tersebut untuk dimakan bersama dan memang sama dengan yang disampaikan Muhlis bersama Kadus dan warganya.

Terpisah Dansatgas PDB Kolonel Czi Amad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., menengaskan pendistribusian logistik kepada para korban ataupun pengungsi sedah berjalan baik meskipun masih ada kendala-kendala yang dihadapi dilapangan, namun bisa diatasi bersama anggota Satgas lainnya.

Dansatgas PDB yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut menghimbau kepada masyarakat agar tetap bersabar dengan kondisi yang terjadi dan apabila ada kebutuhan ataupun kekurangan terkait dengan logistik agar melaporkannya kepada Kadus, Kades hingga Camat untuk dikumpulkan dan didorong secara bersamaan.

Selain itu, Rizal juga menghimbau kepada masyarakat atau siapapun untuk tidak memperkeruh situasi dengan statement ataupun tulisan-tulisan yang kurang etis untuk dimuat di media, namun mengajak untuk bersama-sama membantu memulihkan kondisi warga yang masih trauma maupun merecovery bangunan-bangunan yang rusak dengan membongkar dan membersihkannya sehingga masyarakat kedepan lebih mudan dan cepat dalam proses pembangunan ulang rumah mereka", tandasnya.

BANTUAN LOGISTIK DARI TNI TIBA DI LOTIM

Selong, (18/6) Penanganan korban terdampak gempa bumi yang melanda Lombok Timur beberapa waktu yang lalu masih  terus dilakukan. Pada masa tanggap darurat yang ditetapkan hingga 25 Agustus mendatang, bantuan logistik terus berdatangan dari BNPB, berbagai Instansi pemerintah dan swasta, para relawan, termasuk dari TNI dan POLRI.
Hari ini, Sabtu, 18 Agustus,  bantuan Logistik bagi korban terdampak gempa dari Posko Logistik Korem 162/WB sebanyak 3 truk dan 2 Bis sudah tiba di Posko Penanggulangan Bencana Kab. Lotim di Kantor BPBD kab.Lotim dan sudah diserah terimakan Posko Kabupaten. Bantuan ini selanjutnya segera didistribusikan ke masing-masing Kecamatan terdampak.
Pada saat yang sama, sekitar pukul 10.18 wita, Paban V/Ster Bhakti TNI, Kolonel Inf. Farid Makruf  beserta rombongan bertempat di Lapangan GOR Selaparang Selong Kabupaten Lombok Timur telah tiba  dengan menggunakan Heli TNI-AD H 5140/ Mi17. Kedatanga Farid Makru yang pernah menjabat Danrem 162/WB ini dalam rangka memberikan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Kab. Lombok Timur.
Selain Paban V/ Ster Bhakti TNI Kolonel Inf Farid Makruf, dalam rombongan ini ada pula  pejabat  dari Kementerian Pertanian RI  Ibu Erni Susanti, Ketua yayasan Medicuss grup bpk Haqqi dan DR. William serta  DR. Odilia. Rombongan disambut Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf. Arifianto beserta staf.
Bantuan  yang dibawa rombongan ini diangkut anggota Kodim bersama masyarakat dan pelajar sekolah menuju 3 unit kendaraan Roda 4 yg telah disiapkan di GOR Selaparang oleh Pemda Kab. Lotim untuk diangkut dan didistribusikan melalui Posko Penanggulangan Bencana di kantor BPBD Kabupaten Lombok Timur.
Selong, 18 Agustus 2018
Posko PB kab.Lotim

Yonif 742/SWY Hibur Anak-anak Dengan Pertandingan Bola Joget

Yonif 742/SWY tidak mau ketinggalan dalam mengambil moment untuk menghibur dan memulihkan kondisi mental korban gempa Lombok NTB khususnya bagi anak-anak.

Sabtu sore (18/8), puluhan personel Yonif 742/SWY usai melaksanakan tugas pembongkaran dan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan akibat gempa menggelar pertandingan bola joget bagi anak-anak korban dengan menggunakan perlengkapan sarung di Lapangan Supersemar Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Danyonif 742/SWY Letkol Inf Agus Dony,  S.IP., disela-sela kesibukannya mengucapkan rasa syukur karena personelnya bisa membagi waktu untuk menghibur anak-anak korban gempa di lapangan Tanjung.

Menurutnya, kegiatan hiburan berupa balap karung, tarik tambang, lomba kelereng, bakia dan sepak bola joget ini akan terus digelar diseluruh tenda-tenda Posko setiap Kecamatan semata-mata untuk mental healing sehingga anak-anak khususnya secara perlahan bisa melupakan kondisi yang dialami saat ini.

Adapun hadiah yang disiapkan lanjut Dony, tidak muluk-muluk yakni makanan instan dan minuman yang memang dibutuhkan saat ini.

Dony berharap kegiatan hiburan semacam ini akan menambah keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang akhirnya akan melupakan peristiwa yang kita alami bersama sehingga mereka tidak melamun ataupun memikirkan sesuatu hal yang akan merugikan diri dan keluarganya.

Akui Terima Bantuan, Muhlis Bersama Kadus Lendang Batu Berikan Klarifikasi

Penditribusian bantuan Logistik yang dilakukan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB sudah diterima secara menyeluruh oleh korban di tempat tenda-tenda pengungsian maupun tenda yang didirikan disekitar rumah korban baik perkampungan yang ada diatas bukit maupun yang ada dibawah.

Terkait dengan salah satu media yang mewartakan pemberitaan tentang pengungsi makan serabut kelapa, Kadus Lendang Batu Desa Kayangan Saptudin (47 th) di rumah Muhlis, Sabtu (18/8) menyampaikan bantuan logistik sudah diterima dan disalurkan ke seluruh warganya. "Alhamdulillah bantuan sudah beberapa kali kita terima dan langsung kami salurkan kepada warga", jelas Saptudin.

Menurutnya, bantuan logistik yang diterima tidak sampai sehari ditangannya namun langsung diserahkan kepada seluruh warganya di Dusun Lendang Batu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan juga memang sama-sama kita butuhkam.

"Terkait pemberitaan warganya yang memakan serabut kepala muda (kelapa timun) memang benar adanya, namun mereka memakan serabut kelapa muda tersebut tidak pasca gempa ataupun karena tidak menerima bantuan. Mereka memakan itu sambungnya, sudah bertahun-tahun karena memang rasanya enak dan manis, tidak ada rasa kecut atau pahit", ungkapnya.

Ditegaskannya, jadi tidak benar kalau ada warganya memakan serabut kelapa muda karena tidak dapat bantuan logistik atau tidak makanan yang dimakan.

Senada dengan Kadus Lendang Batu, Muhlis salah seorang warga yang ada dalam pemberitaan media tersebut mengatakan ia bersama warga yang lain di dusunnya sudah menerima bantuan logistik. "Ya kami sudah terima baik beras maupun sembako lainnya, warga yang lain terima kami juga dapat", ungkap Muhlis.

Terkait dengan memakan serabut kelapa muda atau kelapa timun, Muhlis bersama warga lainnya mengakui bahwa jauh sebelum gempa memang suka makan serabut kelapa timun karena rasanya berbeda dari kelapa-kelapa yang ada. "kalau masih muda enak dan tambah lama dikunyah seperti ada rasa manis", jelasnya.

Muhlis juga mengakui banyak tetangga atau kerabatnya yang ada diluar dusun meminta bibitnya untuk ditanam dan hingga saat ini Muhlis hanya masih memiliki dua pohon Kelapa Timun.

Salah seorang warga setempat kemudian mengambilkan dua buah kelapa muda tersebut untuk dimakan bersama dan memang sama dengan yang disampaikan Muhlis bersama Kadus dan warganya.

Terpisah Dansatgas PDB Kolonel Czi Amad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., menengaskan pendistribusian logistik kepada para korban ataupun pengungsi sedah berjalan baik meskipun masih ada kendala-kendala yang dihadapi dilapangan, namun bisa diatasi bersama anggota Satgas lainnya.

Dansatgas PDB yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut menghimbau kepada masyarakat agar tetap bersabar dengan kondisi yang terjadi dan apabila ada kebutuhan ataupun kekurangan terkait dengan logistik agar melaporkannya kepada Kadus, Kades hingga Camat untuk dikumpulkan dan didorong secara bersamaan.

Selain itu, Rizal juga menghimbau kepada masyarakat atau siapapun untuk tidak memperkeruh situasi dengan statement ataupun tulisan-tulisan yang kurang etis untuk dimuat di media, namun mengajak untuk bersama-sama membantu memulihkan kondisi warga yang masih trauma maupun merecovery bangunan-bangunan yang rusak dengan membongkar dan membersihkannya sehingga masyarakat kedepan lebih mudan dan cepat dalam proses pembangunan ulang rumah mereka", tandasnya.

Pangdam IX/Udayana : TNI Bantu Korban Gempa di Lombok Bukan Pencitraa

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, meminta pihak Kepolisian agar mengusut tuntas akun penyebar hoax, terkait dengan beredarnya video yang diposting oleh tiga akun (@sr23_official, Instagram, @IndonesiaNews, dan @DetektifUpin.) yang mengunggah sebuah video Prajurit TNI yang membicarakan soal penyaluran bantuan di Lombok, hal inii disampaikan Pangdam ditengah kesibukannya di daerah bencana pada Sabtu (18/8) di Lombok.

Dalam video tersebut Si Prajurit menjawab sejumlah pertanyaan terkakait dengan penyaluran bantuan untuk para korban gempa Lombok belum bisa merata, namun pernyataan Si Prajurit itu dipelintir menjadi : PENGAKUAN ANGGOTA TNI yang mengatakan bahwa “bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Lombok NTB tidak merata dan hanya dijadikan ajang pencitraan semata bahkan banyak relawan mengaku bantuan sempat ditahan pihak Jokowi untuk nantinya diklaim bahwa bantuan tersebut berasal dari Pak jokowi! Tolong bantu viralkan”

Video yang berdurasi 58 detik itu sesungguhnya hoax yang secara sengaja ingin mendiskreditkan dan mengadu domba TNI dengan Pemerintah, karena   Si Prajurit yang direkam sama sekali tidak ada mengatakan bahwa bantuan pemerintah untuk korban Lombok adalah sebagai pencitraan, namun demikian, posting-an akun-akun tersebut menjadi viral.

Dalam hal ini Pangdam IX/Udayana juga tidak memungkiri bahwa prajurit yang direkam itu adalah prajurit yang ditugaskan di daerah bencana khususnya di daerah Lombok Barat, jadi prajurit ini sesungguhnya tidak tau bagaimana pendistribusian bantuan yang sudah dilakukan diseluruh daerah bencana baik yang ditempuh dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, kendaraan truk besar maupun melalui jalur laut dan udara yang sudah dilaksanakan sejak jauh sebelum dia diwawancarai.  

Kemudian dalam proses penyaluran bantuan kepada para korban yang mengungsi di daerah pelosok dan pegunungan, memang terdapat kendala dihadapkan dengan beberapa lokasi yang medannya cukup sulit dijangkau, baik dengan mobil maupun dengan kendaraan roda dua, namun pihak TNI bersama dengan unsur terkait lainnya telah berupaya agar bantuan segera dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat yang berhak menerimanya dengan berbagai cara baik dengan dipikul, berjalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan motor trail untuk dapat menjangkau warga yang mengungsi sampai di pos-pos pengungsian yang paling terpencil sekalipun.  

TNI senantiasa bekerja sama dengan unsur terkait lainnya, bekerja keras tanpa kenal waktu untuk meminimalisir segala kendala dan permasalahan yang ada sejak awal penugasan termasuk juga dalam penyaluran bantuan kepada warga masyarakat yang menjadi korban, apapun kendalanya  dan apapun kesulitannya, TNI senantiasa melaksanakan tugas ini dengan niat yang tulus tanpa pamerih untuk segera dapat membantu kesulitan warga masyarakat, TNI sepenuhnya menyadari  bahwa masyarakat adalah sebagai ibu kandung, sehingga setiap gerak dan langkahnya juga diabdikan untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Dengan kenyataan ini bila masih ada pihak yang menyatakan kerja keras TNI bersama unsur terkait lainnya sebagai suatu pencitraan, sungguh  merupakan kekeliruan besar, itu sudah memutar balikkan fakta, menghasut, mengadu domba dan menyesatkan masyarakat, oleh karena itu  Pangdam meminta agar pihak kepolisian mengusut secara tuntas para pemilik akun penyebar hoax dan fitnah tersebut  agar tidak berkembang menjadi bibit penyakit sosial yang meresahkan dalam suasana keprihatinan masyarakat yang sedang terkena musibah, serta dapat memberikan tindakan tegas  sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demikian pinta Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bijaksana dalam memanfaatkan  media sosial,  netizen hendaknya tidak secara  langsung percaya pada posting-an tanpa ada informasi yang akurat’. cek dulu kebenarannya sebelum ikut memviralkan," demikian tutup Pangdam IX/Udy. (Pendam IX/Udayana)

Ciptakan Lombok Bangkit dan Maju Kembali, Dansatgas PDB Himbau Sinergitas

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han saat di wawancara sejumlah media usai rapat bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.Hum., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dan steakholder Satgas PDB di Posko Lapangan Supersemar Tanjung, Jumat (17/8) menyampaian Satgas PDB semakin hari semakin sempurna dengan kehadiran masing-masing Kepala Dinas dan UPD yang ada di Pemerintahan Daerah.

Dijelaskannya, Satgas PDB bertugas membantu Pemda untuk memcepat proses penyelesaian tanggap darurat dan sekarang sudah mulai terlihat membaik yang ditandai dengan perasaan trauma masyarakat sudah mulai berkurang.

"Para pengungsi yang ada dibukit-bukit mulai turun dan bergabung dengan TNI Polri untuk membersihkan rumah masing-masing dan juga perekonomian sudah mulai hidup dengan pasar-pasar sudah mulai menggeliat oleh para pedagang dan juga hewan kurban sudah mulai ramai", jelasnya.

Dikatakannya, saat ini PDB mulai beberapa hari yang lalu melakukan proses rehabilitasi dengan pembongkaran dan pembersihan rumah-rumah yang rusak dengan skala prioritas disepanjang jalan protokol di wilayah Pemenenang, Tanjung dan Gunungsari maupun ditempat-tempat lain.

Diakuinya, masa tanggap darurat memang ditetapkan sampai tanggal 25 Agustus setelah ada penambahan sebanyak 14 hari dari tanggal 11 Agustus 2018, namun untuk proses pembongkaran dan pembersihan rumah akan tetap berlanjut mengingat masyarakat tidak akan mampu membongkar rumahnya sendiri dengan aset bangunan seperti itu sehingga proses pembangunan rumahnya akan lebih cepat.

Terkait dengan dana stimulan pembangunan rumah masing-masing korban, sudah disiapkan pemerintah melalui BNPB dengan ketentuan Rp 50 juta untuk rusak berat dan rusak ringan sebesar Rp 25 juta dengan bentuk bangunan sesuai rekomendasi dari PUPR yaitu bangunan tahan gempa.

Dansatgas PDB juga menjelaskan terkait dengan rencana pembuatan hunian sementara (Huntara) sebanyak 400 unit dibatalkan berdasarkan hasil koordinasi bersama BNPB. "Hasil koordinasi dengan BNPB, untuk Huntara prosesnya agak lama namun akan diberikan dan dibuatkan tenda disamping rumah yang akan dibongkar atau dibangun kembali yang isinya bisa memuat satu keluarga (empat atau lima orang) sehingga bisa menjaga aset mereka saat membangun", jelas Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut.

Selain itu, Rizal juga akan melakukan koordinasi dan rapat evaluasi dengan Klaster Kesehatan terkait dengan penambahan korban yang meninggal setelah dilakukan perawatan atau dikembalikan kerumah. "Nanti akan disarankan jika belum sembuh total agar tidak dikembalikan kerumah mengingat rumah juga tidak ada dan akan tinggal ditenda dan bagi korban yang tidak mau dirujuk ke Rumah Sakit akan disiapkan patroli kesehatan mobile untuk mendeteksi dan merawat korban di tenda-tenda yang sudah ada", sebutnya.

Rizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Lombok maupun diluar daerah agar saling berbagi dan kasih mengasihi serta saling menghargai dengan tidak memperkeruh suasana dengan statemen maupun tulisan yang tidak etis untuk ditampilkan di media sehingga akan menciptakan suasana yang tidak kondusif, kita berharap terciptanya Lombok bangkit dan maju kembali", pungkasnya.

Jumat, 17 Agustus 2018

Semangat Kemerdekaan, Logistik Terus Distribusikan

Tanjung (17/8) Dukungan logistik bagi korban gempa Lombok terus berdatangan dari berbagai wilayah Indonesia. Bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat pengungsi. Setiap organisasi yang hadir disini baik dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sekalipun, merupakan bentuk bantuan baik donasi, barang, tenaga, pemikiran dan lainnya. Bantuan korban gempa Lombok yang terus mengalir dipastikan akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semangat hari kemerdekaan ditengah suasana prihatin masyarakat korban gempa Lombok harus terus kita dorong untuk Lombok segera bangkit. Bantu kami, agar segera mereka bangkit. Seluruh komponen bangsa pemerintah, dunia usaha, masyarkat dan rekan-rekan media hadir disini untuk membantu. Diharapkan juga lebih arif, empati dan bijaksana dalam menyampaikan informasi-informasi yang harus menguatkan masyarakat Lombok untuk segera bangkit. Kebersamaan kita disini menunjukkan kekuatan bangsa untuk mampu melalui situasi ini” tegas Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH. M.Han selepas peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Lapangan Super Semar Tanjung, Lombok Utara.

Sejak hari ke 2 pasca gempa hingga saat, bantuan untuk para pengungsi yang terdiri dari makanan cepat saji lebih dari 20.000 paket, lauk pauk 7.000 paket, makanan tambahan gizi, 6.500 paket, perlengkapan balita (kidsware) 4.500 paket, family kit 4.500 paket, sandang 1.000 paket dan selimut 50.000 lembar serta matras 14.000 lembar dan tenda gulung 15.000 lembar. Dukungan peralatan tenda pengungsi, tenda keluarga rumah sakit lapangan, genset berbagai type, toren, WC portable hingga water treatment portable terus didistribusikan para pengungsi. Relawan kemanusiaan untuk Lombok diantaranya Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kemen PU & Pera, Mabes TNI, Polri, Basarnas, BMKG, PMI, MDMC, ACT, Artha Graha Peduli, PT. POS Indonesia, Bank Mandiri, Bank Muamalat, Pertamina, Garuda Indonesia, Pelni, Orari dan RAPI, IDI, Dompet Dhuafa, Darut Tauhid, Universitas Airlangga Surabaya, UGM, UNPAD, UNS, UNHAS, UNIBRAW, UMI Makasar, PPNI Jawa Timur, PMI Bogor, PMI  Bali, PMI Kota Solo, PMI DKI Jaya, KKP Probolinggo, KKP Denpasar, KKP Surabaya, MDMC Semarang,MDMC Bantul, BBTKL Surabaya, YARSI Jakarta, RSIA Kenari Graha Medika Bogor, AMDA Indonesia, BPPK Nasional, Kimia Farma dan RADAR Bogor, IOF, Wanadri, Mapala, Perusahaan Asuransi, Komunitas Relawan Indonesia,  BPBD dan lainnya. Lebih dari 200 lembaga yang hadir untuk membantu Lombok.

Untuk kesempurnaan data penanganan darurat ini, kami mengajak seluruh potensi nasional baik kementerian, lembaga dan relawan kemanusiaan dapat melakukan registrasi dan menyamakan data fokus kegiatannya untuk masuk ke dalam upaya selanjutnya yaitu transisi ke pemulihan. “Kita perlu duduk bersama kembali untuk memudahkan kerja kita. Semua semata untuk kelancaran penanganan korban bencana. Kami sangat berterimkasih atas peranserta dan kontribusinya membantu upaya penanganan darurat ini”, ucap Dansatgas Posko PDB Gempa Lombok.

Berdasarkan data Posko PDB Tanjung (16/8) tercatat korban meninggal dunia sebanyak 466 jiwa, berasal dari Kab. Lombok Utara 404 jiwa, Kab. Lombok Barat 39 jiwa, Kab. Lombok Timur 12 jiwa, Kab. Lombok Tengah 2 jiwa dan Kota Mataram 9 jiwa meninggal dunia. Sementara korban luka tercatat 1.054 jiwa dan penduduk yang mengungsi sebanyak 417.529. Sedangkan total bangunan dan rumah yang rusak terdata sejumlah 71.937 unit.

Peringatan hari kemerdekaan ini juga dimeriahkan dengan lomba balap kelereng, lomba jalan balon tempel, balap karung, dilaksakankan diantaranya di Lapangan Tanjung, Dusun Selelos, Desa Bentek di Kec. Gangga Kab. Lombok Utara. Senyuman dan keriangan anak-anak pengungsi ini adalah semangat kita memberikan kembali kehidupan mereka yang sempat hilang.

Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH. M.Han
Komandan Satgas Posko PDB Gempa Lombok
 
Back To Top