TRENDING

Serba Serbi

Sport Corner

Pendidikan

Rabu, 14 November 2018

Waspadai Balatkom dan Radikalisme, Korem Gelar Sosialisasi

Mataram - Dalam rangka mengantisipasi perkembangan bahaya latent komunis dan faham radikal di wilayah Provinsi Nusa Tengara Barat, Korem 162/WB menggelar sosialisasi bahaya latent komunisme dan radikalisme tahun 2018 yang diikuti ratusan personel dari Korem, Satdisjan dan Yonif 742/SWY di Aula Sudirman Korem 162/WB.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam amanatnya yang dibacakan Kasiter Korem 162/WB Letkol Inf I Wayan Sumitra menyampaikan tujuan sosialisasi Balatkom dan Radikalisme di Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan bertujuan untuk menangkal tumbuh kembangnya Komunisme di masyarakat dalam bentuk apapun salah satunya adalah Komunis Gaya Baru (KGB) dan Radikalisme yang saat ini sedang berusaha untuk menunjukkan eksistensinya dengan berbagai bentuk maupun cara,” jelas Danrem.

Dilanjutkannya, kedua faham tersebut bertentangan dengan ideologi pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa yang setiap saat bisa muncul kapanpun dengan memanfaatkan kesempatan dan kelengahan dari kita bersama.

“Jadikan sosialisasi ini sebagai bekal dalam melaksanakan tugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila ada gejala-gejala yang mencurigakandan  mengarah kepada kedua faham tersebut agar diatensi dan dilaporkan pada kesempatan pertama kepada pimpinan,” harapnya.

Dalam amanatnya, Danrem juga menyampaikan beberapa penekanan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, deteksi dini dan cegah dini melalui komunikasi sosial dan melaporkan secara hierarki bila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sosialisasi Balatkom dan Radikalisme yang disampaikan Pasi Pembinaan Perlawanan Wilayah (Binwanwil) Ster Korem Mayor Inf Jalal Bin Saleh dihadiri para Kasi dan Pasi Korem 162/WB, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS serta ibu-ibu Persit KCK dengan tema “Melalui Pembinaan Balatkom dan Faham Radikal, Prajurit TNI AD Senantiasa  Pro Aktif Melaksanakan Cegah Dini dan Deteksi Dini Terhadap Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal Yang Terjadi di Wilayah NKRI Untuk Mewujudkan Negara Berdaulat Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945”.

Selasa, 13 November 2018

TMMD 103 Ciptakan Perubahan Signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro

Berlangsung Sebulan, TMMD Ciptakan Perubahan Signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro

Rangkaian Kegiatan TMMD di Desa Lambu. Prajurit TNI dan masyarakat gotong royong bongkar rumah warga yang diterjang angin kencang.

Tidak menuntut kemungkinan, upaya mengasah potensi terpendam, Desa Lambu menjadi desa pilihan untuk kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2018.

Kegiatan ini dibuka pada 15 Oktober lalu. Tentu terpilihnya Desa Lambu telah melalui tahapan dan kajian yang matang berdasarkan aspek geografis, ketersediaan infrastruktur dan aspek sosial kemasyarakatan.

Berlangsung sebulan, Kegiatan TMMD mampu menciptakan perubahan signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro. Desa Nggelu-pun ikut tersentuh, yakni, pembuatan jalan yang menghubungkannya dengan Desa Lambu.

Secara keseluruhan, Kegiatan TMMD menyentuh akses pelayanan kesehatan, pembukaan jalan, peningkatan mutu pendidikan, Akses air bersih dan sanitasi serta menumbuhkan kepekaan sosial masyarakat. Berkat TMMD, Desa Lambu dan Desa Soro jauh lebih baik.

Terlaksana dan suksesnya kegiatan TMMD, tidak lepas dari tangan dingin Komandan Distrik Militer 1608/Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra. Dandim ini dikenal luas oleh berbagai kalangan di Bima. Mulai dari kelas atas hingga rakyat kebawah.

Dandim berbadan tegap ini terkenal dermawan karena turut membantu kesehatan gratis untuk warga tidak mampu. Dirinya dibantu LSM, Pers dan Babinsa dalam gerakan sosialnya selama di Bima terutama dalam menyerap informasi. Hasilnya, sudah terhitung puluhan warga di Bima yang sakit parah mendapatkan pengobatan gratis dan dipulangkan dalam keadaan sehat.

Suksesnya TMMD juga, tidak lepas dari campur tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE. Pemda Bima ikut menggelontorkan dana APBD dalam menunjang kegiatan tahunan ini.

“Segala sesuatu harus diawali dengan niat yang baik. Seberat dan sesulit apapun masalah yang kita hadapi akan terasa ringan dan gampang terselesaikan jika dilakukan secara gotong royong,” ujar Dandim diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Akses pelayanan kesehatan gratis untuk ratusa warga Lambu. Kegiatan berlangsung berkat kerjasama Kodim 1608/Bima dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

Dandim menjelaskan, Kegiatan TMMD adalah salah satu wujud bhakti TNI pada NKRI. Kegiatan lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen lainnya. Dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal.

“Desa Lambu, Desa Soro serta Nggelu sudah kami tata dan benahi. Tidak hanya infrastruktur yang dibangun namun pola pikir masyarakat juga diasah dan dilatih agar lebih peka dalam mencegah hal yang merusak keutuhan NKRI,” cetusnya.

Lanjutnya, Bentuk fisik yang dibangun di Desa Lambu, Diantaranya, Pembukaan Jalan penghubung dengan Desa Lambu, Mesjid dan Mushola diperbaiki. Fasilitas Kesehatan seperti Polindes dibenahi termasuk ketersediaan tenaga medis (Bidan/perawat) untuk tetap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat selama 24 jam.

Selain itu, kegiatan bedah rumah warga tidak mampu dilakukan secara gotong royong oleh TNI dan warga setempat. Acara Tabligh Akbar juga pernah dilaksanakan di salah satu Mesjid di Kecamatan Sape. Moment itu dirangkaikan pembacaan ikrar cinta tanah air oleh pemuda Sape-Lambu.

Mendukung Kegiatan TMMD, Pamsimas (Program Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) ikut ambil bagian. Program ini bersumber dari dana hibah luar negeri. Sasaranya untuk melayani akses kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat di Desa terpencil dan tertinggal.

Program ini sudah hampir rampung dengan prosentase pengerjaan 85 persen dengan melibatkan partisipasi kelompok warga. Uniknya, Masyarakat Desa yang menerima manfaat Pansismas ini diwajibkan menyumbangkan tenaga dan material secara swadaya. Batu Alam dan pasir disediakan warga secara cuma-cuma.

“Masyarakat kerja secara sukarela untuk program Pansismas ini.15 persen akan rampung pada hari Senin (12/11). Tinggal penggalian untuk penanaman pipa. Agar lebih cepat, kami gunakan alat berat excavator,” terangnya

Dilapangan Desa Lambu, sejak Sabtu, 10 November lalu hingga hari ini, juga berlangsung kemah bhakti Pramuka dihadiri 614 peserta. Kegiatan tersebut terdiri dari siswa SMP sebanyak 144 orang, siswa SMA 223 orang, 247 orang Pramuka SWK dan 46 orang Gugus depan dari 23 sekolah di Kota dan Kabupaten Bima. Meski panas menyengat, peserta Baksos melakukan pembersihan sampah sepanjang aliran sungai Desa Lambu.

“Giat Baksos ini bertujuan untuk mendidik anak-anak peduli lingkungan dan kebersihan,” ungkapnya

Kemah bakti Pramuka dilapangan Desa Lambu. Sebanyak 624 peserta dari siswa SMA dan SMP di Kota dan Kabupaten Bima. Peserta Kemah Bhakti Pramuka mendapatkan materi Kemah dan Bela Negara. Para peserta diajarkan Mountenering untuk melatih kemampuan dan mendidik mental serta memupuk kebersamaan.

Kata Bambang, Program TMMD sudah ada sejak tahun 80-an. Skala Nasional, kegiatan TMMD ini melibatkan 33 Departemen dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Elemen ini secara terpadu memasukkan acuan program masing-masing instansi ke dalam program kegiatan fisik atau non fisik TMMD.

“Dari keseluruhan rancangan program TMMD ini, semuanya berhasil dilaksanakan. Ratusan prajurit kami ikut andil besar sukseskan kegiatan ini. Mereka rela berkeringat dan menetap berhari-hari meninggalkan keluarganya demi menyukseskan Program TMMD,” imbuhnya seraya menambahkan.

Untuk itu, secara pribadi dan Institusi, Dandim ucapkan rasa bangga dan terima kasih atas kerja keras prajurit selama sebulan di Desa Lambu dan Soro. Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bima, Polri, sejumlah instansi dan lembaga yang ikut berpartisipasi hingga terlaksanannya kegiatan TMMD.

Prajurit Lulusan Akmil ini menyampaikan kegiatan TMMD akan berakhir, Selasa (13/11). Penutupan kegiatan dinilai sangat fundamental oleh warga di Desa Lambu ini akan dihadiri oleh Danrem 162/WB. Sejumlah pejabat penting di pemerintah propinsi NTB dan daerah juga dikabarkan akan menghadiri penutupan TMMD.

“Ini moment yang luar biasa. Semoga dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita. Mari kita secara sadar untuk hilangkan stigma negatif yang melekat di Bima ini terkait isu keamanan. Buatlah orang lain menyukai dan ingin datang ke Bima. Saya menilai, Bima tidak kalah cantik dibanding Lombok dan Bali untuk sektor pariwisata dan khasanah budaya lokal lainnya” ajaknya

“Dalam kesempatan ini juga, saya mengajak semua pihak untuk tetap gelorakan semangat gotong royong di dana mbojo tercinta. Mari lakukan perubahan besar demi tercapai cita-cita luhur bangsa Indonesia, aman, damai dan sentosa,” pungkas Dandim yang pernah ditugaskan di Aceh ini. (Kodim 1608/Bima)

Hadapi Kasad Cup 8, Atlet Yong Moodo Kodam IX/Udy Gelar Uji Tampil

Pendam IX/Udayana
Selasa, 13 November 2018

Kejuaraan Nasional Yong Moodo memperebutkan Piala Kasad (Kasad Cup ke-8 Tahun 2018) akan digelar di Bali pada minggu ke-4 bulan Nopember mendatang, Kodam IX/Udayana sebagai Panitia Pelaksana telah menyiapkan semua fasilitas, sarana dan prasarana pendukungnya secara maksimal agar perhelatan bergengsi Yong Moodo tersebut dapat berjalan dengan lancar dan meraih sukses.

Kejuraan Nasional Kasad Cup ini akan diikuti oleh para atlet dari seluruh Kodam dan Kotama di lingkungan Angkatan Darat lainnya akan dimulai pada tanggal 24 sampai dengan 30 Nopember 2018 mendatang mengusung tema “ MELALUI KEJUARAAN BELADIRI MILITER (YONG MOODO) KASAD CUP KE-8 TAHUN 2018 KITA TINGKATKAN KEMAMPUAN PRAJURIT TNI-AD YANG TRENGGINAS DENGAN TETAP MENJUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS”

Terkait Kejurnas tersebut Kodam IX/Udayana sebagai tuan rumah  sudah mempersiapkan para atlet handalan dengan mengadakan latihan secara intensif dan pada hari ini Selasa (13/11) sebagai persiapan akhir atlet Kodam IX/Udayana melaksanakan Uji Tampil di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, disaksikan oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri dan sekaligus memberi semangat kepada segenap atlet, opesial dan pelatih yang tergabung dalam kontingen Yong Moodo duta Kodam IX/Udayana untuk mempertaruhkan keharuman nama Kodam IX/Udayana diajang yang bergengsi mendatang.

Pada kesempatan tersebut Kasdam IX/Udayana menyampaikan bahwa “ kegiatan akbar yang digelar di Kodam IX/Udayana ini harus sukses, oleh karena itu kita harus menyatukan tekad dan semangat untuk mensukseskan hajatan besar Angkatan Darat ini, sadari bahwa disaat pelaksanaan nanti disini akan dipenuhi oleh kontingen dari jajaran TNI-AD seluruh Indonesia oleh karena itu para atlet jangan pernah merasa takut  tunjukkan yang terbaik, kalian adalah prajurit-prajurit pilihan yang berprestasi, kesempatan ini merupakan kebanggan bagi kalian karena itu tunjukkan ciri khas Kodam IX/Udayana”, demikian ujar Kasdam.

Selanjutnya Kasdam juga memberi penekanan kepada Satuan Balak jajaran Kodam IX/Udayana untuk dapat mendukung kegiatan ini secara maksimal sehingga bisa berjalan dengan lancar dan suskses, termasuk juga memberikan dukungan kepada para atlet Kodam IX/Udayana yang akan berlaga dalam Kejuaraan Nasional Yong Moodo Kasad Cup tersebut.

Para pejabat yang hadir mendampingi Kasdam antara lain, Irdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danridam IX/Udayana, Kapok Sahli , Para Staf Ahli Pangdam, Asrendam, Para Asisten Kasdam, LO-AL ,LO-AU dan para Komandan/Kabalak Kodam IX/Udayana serta disaksikan oleh ratusan penonton dari anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil perwakilan dari satuan jajaran. (PendamUdy)

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodam IX/Udayana, sambangi masyarakat korban gempa Lombok dengan memberikan bantuan sembako dan terpal.

Puluhan anggota Kowad dari Kodam IX/Udayana dan Korem 162 Wira Bhakti, menyambangi warga tersebut,  diantaranya   di  Dusun Lembah Sari,  Batu Bolong,   Limbungan Utara,  dan beberapa lingkungan yang ada di  Desa Taman Sari dan di Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (13/11/2018).

Kapten CKM (K) Novia Dewi menyatakan kegiatan ini sebagai   wujud kepedulian Korps Wanita Angkatan Darat  (Kowad) yang bertugas  di wilayah Kodam IX/Udayana terhadap masyarakat yang  ditimpa   musibah gempa bumi yang terjadi diakhir bulan Juli hingga di awal Agustus 2018.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako untuk kebutuhan sehari-hari warga masyarakat, termasuk terpal yang saat ini masih dibutuhkan warga pengungsi korban gempa.  Apalagi saat ini  memasuki musim penghujan para pengungsi belum sepenuhnya dapat kembali kerumah masing-masing.

Warga  sebagian  besar masih tidur di tenda darurat, akibat rekonstruksi dan rehabilitasi rumah mereka belum sepenuhnya rampung dilakukan.

“Karena itu, kiranya sangat tepat bagi  kami memberikan bantuan terpal yang saat ini sangat dibutuhkan oleh mereka”, ucapnya.

Demikian juga untuk  bantuan sembako   berupa makanan siap saji, beras, mie instan, minyak goreng, susu bayi dan roti kaleng dan lain-lain juga masih  dibutuhkan oleh masyarakat korban gempa saat ini.

Kapten CKM  (K) Novia Dewi,  selaku wakil dari Kowad Kodam IX/Udayana, berharap semoga bantuan   ini dapat meringankan  beban masyarakat yang    ditimpa musibah gempa bumi.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap bersabar. Jaga kesehatan sembari tetap berusaha bangkit kembali,” pungkas Kapten CKM (K) Novia Dewi.

Danrem Tutup TMMD ke 103 Tahun 2018 Tegaskan Imunitas Bangsa

Bima - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., hari ini, Selasa (13/11) menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 tahun 2018 di lapangan bola Desa Lambu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.

Upacara penutupan yang dihadiri Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Bima, Anggota DPR RI HM. Syafrudin, SE., Dandim sepulau Sumbawa, Musipka Lambu, Kepala Desa se Kecamatan Lambu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan masyarakat setempat ikut meramaikan acara penutupan.

Kepala Staf TNI AD (Kasad) selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 162/WB dihadapan peserta Upacara penutupan dan undangan menyampaikan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terpancar disetiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja dilapangan selama kegiatan TMMD ke 103 merupakan kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen bangsa.

"Semangat kebersamaan inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara," tegasnya.

Selain itu, Kasad juga dalam amanatnya menyampaikan tentang konsep imunitas bangsa. "Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar  dari perubahan sikap hidup dan pudanya nilai-nilai luhur bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban," jelasnya.

Menurutnya, konsep pemikiran ini merupakan salah satu jawaban atas kondisi bangsa kita yang semakin rentan atas pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi, sehingga lebih mementingkan pembangunan fisik dan melupakan pentingnya pembangunan nilai yang merupakan kunci kemajuan budaya suatu bangsa ditengah kompetisi global dewasa ini.

Mengakhiri sambutannya, Kasad selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, Instansi Kementerian terkait khususnya kepada seluruh masyarakat yang telah bahu membahu bersama Prajurit TNI dalam mewujudkan pembangunan daerah yang menjadi sasaran TMMD ke 103 ini.

Adapun tema yang diusung pada TMMD ke 103 ini adalah "TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis", sejalan dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan "Membangun Indonesia dari pinggiran."

Usai melaksanakan upacara penutupan, Danrem menyerahkan sembako dan memberikan hadiah kepada pemenang lomba Pramuka dan meninjau pasar murah dan pengobatan massal bersama Bupati Bima.

Senin, 12 November 2018

Danrem 162/WB Silaturahiim Ke Pondok Pesantren Al Madinah

Bima,

  • Rangkaian dari kunjungan kerja Komandan Korem 162 Wirabakti, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M. Han di Bima, diantaranya mengunjungi Ponpes Al Madinah Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin malam ini (12/11/2018). Danrem yang didampingi Komandan Kodim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra tiba di Ponpes Al Madinah pukul 18.30 wita, langsung melaksanakan sholat magrib berjamaah dilanjutkan buka puasa bersama Para Santri dan pengurus Ponpes Al Madinah. Pada kesempatan tersebut Danrem Ahmad Rizal bertindak selaku Imam sholat magrib dan isya.


Kunjungan silaturrahim orang nomor satu dijajaran Korem 162/ WB ini, disambut hangat oleh Pimpinan Ponpes Al Madinah Ust .Jabir, dan seluruh pengurus serta para santri. Pada kesempatan itu, Danrem menyerahkan bantuan ala kadarnya, berupa sajadah untuk mesjid dan sarung untuk santri Ponpes Al Madinah. Ust. Jabir menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak Danrem dan Dandim, kami tidak dapat mengatakan apa apa melainkan rasa sukur dan bahagia atas kunjungan silaturrahim ini.

Sementara itu Danrem 162/ WB, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa kesempatan untuk maju masyarakat Bima masih besar. Apalagi saat ini anak-anak pesantren sangat dibutuhkan dilevel nasional maupun internasional. Danrem berharap pesantren ini menjadi besar dan menjadi contoh bagi pesantren lain di NTB khususnya di Bima. Bahkan Danrem mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan anak didik dari pesantren Al Madinah ada yang menjadi pemimpin bangsa dikemudian kelak

Cegah Penyalagunaan Narkoba di Lingkungan Prajurit, Kodim Lotim Gelar Tes Urine

Selong - Komado Distrik Militer 1615/Lotim menggelar tes urine kepada seluruh personel jajarannya dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Markas Kodim 1615/Lotim, Senin (12/11).

Sebanyak 80 personel baik staf maupun Koramil jajarannya mengambil gelas plastik yang disiapkan untuk menyimpan air seni sesuai dengan nomor absen yang sudah terdaftar.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar bersama Kasdim Mayor Inf Arifianto melihat langsung urut-urutan prosesi pengecekan urine yang diawasi langsung Pasi Intel Kodim Kapten Inf I Nengah Senang.

"Pengecekan urine ini dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi Prajurit tidak menggunkan Narkoba atau sejenisnya," ungkap Dandim.

Dijelaskannya, para personel yang mengikuti tes urine ini diambil secara acak. "Jadi tidak ada alasan untuk menghindar dari pengecekan," kata lulusan Akmil 99 tersebut.

"Jika anggota sudah terlihat aneh-aneh dan ada gejala mengarah ke Narkoba, saya perintahkan Pasi Intel untuk segera memanggil dan mengecek urine sehingga akan ketahuan, maka harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dilingkungan TNI AD," tegasnya.

Namun hingga saat ini sambungnya, anggotanya belum ada yang menggunakan, apalagi sebagai pengedar karena mereka tahu sanksinya sangat berat hingga dikeluarkan dari kedinasan (PDTH).

"Semoga ini dijadikan sebagai rambu-rambu untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan," pungkasnya.

Dari hasil pemerikasaan akhir, seluruh personel yang melaksanakan tes urine dinyatakan tidak menggunakan Narkoba (negatif).

Dandim 1628/Sumbawa Barat Kerapan Kerbau Kearifan Lokal Yang Harus Dipertahankan

Sumbawa Barat) – Sepasang kerbau kerapan yang diberi nama Gegana asal Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa berhasil keluar sebagai juara event Berapan Kebo 2018 dalam rangka Harlah KSB ke-15, Ahad (11/11/18) tadi.

Atas keberhasilannya itu, sepasang kerbau berwarna hitam dan merah itu berhasil menggondol satu unit sepeda motor merk Honda Revo Fit di kelas spesial engine yang tergabung dari yaitu kelas dewasa atau kelas satu, kelas tunas atau kelas dua, harapan atau kelas tiga dan kelas O atau kelas empat.

Sedangkan juara di kelas TK A, TK B, Formula dan Cilik di pegang oleh Barak Merah asal Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pada lari istimewa atau final, kedua juara pasang kerbau tersebut tampil dengan kekuatan prima. Barak Merah mencatat rekor waktu tercepat 10.25 di kelasnya sedangkan Gegana dengan kecepatan 09.35.

Lepas dari jawara, event budaya itu juga disaksikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM yang juga ketua umum organisasi berapan kebo KSB, Ketua Harian Komunitas Berapan Kebo Kabupaten Sumbawa, H. Habil Hayyus, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628 KSB dan sejumlah kepala SKPD.

Dandim 1628/KSB Letkol Czi Edy oswornto Tampak Akrab Dengan Peserta Baik Dari Sumbawa Barat maupun sumbawa besar
Dandim saat diwawancarai terkait event karapan  kerbau mengatakan, bahwa Kodim 1628/KSB serta Jajaran mendukung penuh dalam melestarikan budaya Kerapan Kerbau seperti kita ketahui tahun 2018 ini, Pemkab Sumbawa Barat menetapkan arena sebagai sirkuit berapan kebo yang terletak di Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang.

Tidak sampai disitu saja, pihaknya berjanji akan turut membantu setiap penyelenggaraan Kegiatan apa saja ditengah masyarakat yang positif apa lagi menjadi budaya daerah, karena dijaman milenea seperti sekarang banyak budaya khas daerah terlupakan generasi muda digiurkan dengan budaya luar yang belum tentu cocok dengan lingkungan kita bahkan cendrung bertolak belakang, untuk itu selama kearifan lokal setempat Positif kita harus dukung untuk tetap dilestarikan ,” ujarnya.

Pantuan media, orang nomor satu dijajaran Kodim 1628/KSB sangat Perhatian Terhadap Budaya di tanah Pariri Lema Bariri itu terbukit selain event kerapan kerbau setiap ada pertunjukan seni budaya Dandim 1628/KSB selalu hadir menyaksikan Suguhan seni budaya adat istiadat di sumbawa barat khususnya.

Pada Kesempatan tersebut Dandim 1628/KSB Mengapresiasi Pemda  KSB khususnya Bupati dan wakal Bupati Sumbawa barat yang sangat serius memelihara adat istiadat serta seni budaya Bersama  Komponen masyarakat lainnya hal ini menjadi salah satu modal untuk maju namun tetap selalu mempertahankan kearifan lokal sehingga tatanan yang ada ditengah masyarakat tidak tergeser oleh pengaruh negatif dari Perkembangan jaman,tegasnya.

“Mari
.!, kita pelihara khasanah budaya tau samawa (orang tanah sumbawa) karena ada nilai kearifan lokal,”Jalin silaturrahmi serta hubungan dengan Tuhan Yang maha esa karena sebelum acara dan sesudah acara wajib diawali dengan ritual keagamaan agar diberikan kelancaran dan keselamat dalam melaksanakan setiap kegaitan,"tutupnya .

Minggu, 11 November 2018

Danrem Ikut Gabung Atraksi Olahraga Daerah Sepeda Nusantara 2018


Lombok Barat - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs Achmad Juri, Dandim 1606/Lobar, danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan, para Kasi Korem dan unsur Forkopimda Lombok Barat ikut meramaikan atraksi olahraga daerah Sepeda Nusantara 2018 yang dilepas Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di Hotel Montana Senggigi Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Minggu (11/11).

Dengan mengenakan kaos putih bertuliskan Sepeda Nusantara 2018 dan bawahan celana training warna hitam terlihat serasi dilengkapi dengan helm sepeda sebagai penutup kepala, Danrem mengayunkan sepedanya sambil bercanda dengan Kapolda NTB.

Disela-sela acara, pria kelahiran Jakarta tersebut mengatakan kegiatan semacam ini selain menjaga kebugaran dn menjaga stamina tubuh, juga untuk mendongkrak pariwisata NTB khususnya Lombok Barat pasca gempa.

“Bersepada sambil menikmati keindahan alam Senggigi dipagi hari dan menghirup udara segar daerah perbukitan sangat membantu menjaga kesehatan karena udaranya belum terkontaminasi oleh apapun,” kata Ahmad Rizal.

Menurutnya, budaya olahraga seperti ini mulai sedini mungkin harus digalakan sehingga masyarakat bisa membudayakan pola hidup sehat tentunya juga dengan lingkungan yang sehat pula.

Selain itu lanjutnya, ini merupakan salah satu wujud pembinaan teritorial satuan karena dengan kebersamaan disetiap moment seperti ini bersama pemerintah dan masyarakat, maka akan terjalin rasa kebersamaan dan kemanunggalan.

“Semoga event-event seperti ini mampu meningkatkan destinasi wisata di NTB khususnya Lombok sebagai salah satu tujuan wisata yang sudah mendunia,” pungkasnya.

Atraksi olahraga daerah Sepeda Nusantara 2018 menempuh jarak sekitar 10 kilo meter dengan berbagai macam hadiah dan doorproce seperti sepeda gunung.
 
Back To Top