TRENDING

Serba Serbi

Sport Corner

Pendidikan

Jumat, 18 Januari 2019

Korem Gelar Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD

Mataram - Penerimaan Prajurit TNI AD TA. 2019 sebentar lagi akan dimulai dengan berbagai persyaratan dan ketentuan. Terkait dengan hal tersebut, Korem 162/WB bersama Ajenrem 162/BW menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah SMA sederajat di wilayah NTB.
Hari ini, tim sosialisasi yang terdiri dari Pasipers Korem 162/WB Mayor Inf  Mohammad Sutopo, sedangkan dari Ajenrem 162/WB Lettu Caj Hanafi dan Pelda Wayan Ginarsa melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Mataram yang diikuti para siswa-siswi SMAN 1 Mataram, Jumat (18/1).

Pada kesempatan tersebut, Pasipers Korem menyampaikan saat ini untuk Sekolah Calon Tamtama (Secata) Gelombang I TA.2019 sudah dibuka secara online mulai tanggal 3 Januari hingga 28 Februari 2019. "Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui http://rekrutmen-tni-mil.id dan daftar ulang di Kantor Ajenrem 162/WB jalan Malomba Ampenan Mataram," sebut Mayor Sutopo.

Selain itu, sambungnya, tahun ini juga akan ada pembukaan Calon Taruna Akademi Militer (Catar Akmil), Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK) dan Sekolah Perwira (Sepa PK) serta SMA Taruna Nusantara.

"Untuk Catar Akmil, Secaba dan Secata PK pendidikan minimal SMA sederajat, sedangkan Sepa PK minimal D3 atau S1," ungkapnya.

Ditambahkannya, pendaftaran untuk SMA Taruna Nusantara sudah dimulai pada Senin tanggal 14 Januari kemarin.

Adapun persyaratan umum lainnya yakni sehat jasmani dan rohani, tidak menggunakan atau mengkonsumsi Narkoba, berkelakuan baik dan tidak memiliki tato atau tindih telinga.

Sebelumnya sosialisasi juga sudah dilakukan di beberapa SMA diantaranya SMAN 1 Selong Lotim, SMAN 3 selong Lotim, SMAN 1 Narmada, SMAN 1 Mataram, SMAN 2 Mataram dan SMAN 5 Mataram dan minggu depan akan dilaksanakan sosialisasi ke SMA/sederajat yang lain di wilayah NTB.

Kamis, 17 Januari 2019

Dandim 1628/ SB Mengelar Apel Pengecekan Tim Fasilitator Wilayah KSB

Taliwang - Korem 162/ WB, bersama Kasrem dan sekasi telah memerintahakan Dandim 1628/SB pada Kamis, (17-1-2019) untuk mengelar apel pengecekan Tim Fasilitator wilayah KSB yang dilakukan di Kantor BPBD Kabupaten Sumbawa Barat guna untuk melakukan percepatan pembangunan pasca bencana gempa Bumi di KSB.

Hadir dalam acara itu Dandim 1628/SB, Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST, Kepala pelaksana BPBD KSB Ir. Lalu Ashar. MM, Danramil 1628- 01,02 dan 03 Sumbawa Barat, Babinsa dan Tim Fasilitator wilayah KSB yang berjumlah sekitar 130 orang.

Komandan Kodim 1628/SB yang mengatakan mengapresiasi terhadap kinerja para Fasilitator KSB, tugas kita akan menyelesaikan percepatan rehab rekon rumah RS dan RR akibat gempa sampai dengan bulan Maret.

Tim ini sudah dibentuk, tinggal koordinasi dan sinergitas Fasilitator, Pokmas, Tim Pendamping Masyarakat, agar bagaimana berbuat dan apa kendalanya yang ada dilapangan.

Dia berharap kepada semuanya agar menginventarisir semua kendala yang ada dilapangan, lakukan evaluasi mulai di tingkat Desa, Kecamatan sampai ke tingkat Kabupaten.

Laporkan setiap progres dan kemajuan pekerjaan, saya berharap kita harus kompak dan solid bekerja sama dalam membantu rumah-rumah warga yang rusak sedang dan rusak ringan untuk segera diperbaiki.

" Saya juga menekankan disetiap kegiatan kita harus tetap semangat sesuai dengan moto KSB yaitu ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh dalam mewujudkan masyarakat KSB yang lebih sejahtera," tutupnya.

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Juknis Rehab Rekons Pasca Gempa

Lombok Timur - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1615/Lotim Letkol Agus Setiandar, S.IP., menghadiri rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur di Pendopo I Bupati Lombok Timur yang dibuka Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi, SH., Kamis (17/1).

Rapat koordinasi sekaligus sosialisasi kepada para Fasilitator baik Babinsa maupun warga sipil di wilayah kabupaten Lombok Timur tersebut juga dihadiri perwakilan BPBD NTB Yulianto, Kapolres Lotim diwakili, Pimpinan Cabang BRI Selong Tasurun, Kadis PUPR Lotim, Kadis Perkim Lotim Muhadan, ST. MM, Kalak BPBD Lotim Purnama Hadi, Kaban Bappeda Lotim Ahmad Dewanto Hadi, Kadis Dukcapil Lotim Ir. Sateriadi, Ketua Kadin Lotim Marwan, Camat Se Kabupaten Lotim, para Danramil dan Kapolsek.

Danrem 162/WB dalam sambutannya menyampaikan pihaknya akan mendukung dan membantu Pemerintah Daerah dalam rangka proses rehab rekons rumah rusah ringan dan rumah rusak sedang. Babinsa yang telah dilatih sebagai Fasilitator tahap awal sebanyak 500 personil untuk membantu Fasilitator sipil,

"Petunjuk Teknis persyaratan administrasi sudah dipermudah, untuk rumah rusak ringan dan sedang  Rencana anggaran dan biaya (RAB) kebutuhan cukup tulis tangan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pencairan dana di BRI melalui Pokmas, dan ini sudah mendapat persetujuan Gubernur NTB.

Orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga memberikan penjelasan prosedur pencairan dana. "Babinsa bersama Babinkamtibas agar segera membuat Pokmas dengan mendata rumah rusak ringan dan sedang secara terpisah, setelah itu laporkan ke Kades agar dibuatkan SK, kemudian laporkan ke BPBD dengan tembusan Kadis Perkim untuk mempermudah pencairan dana," sebutnya.

Danrem berharap Fasilitator sipil agar gabung dengan Fasilitator dari TNI untuk bersama-sama bekerja membantu masyarakat dan pemerinta h dengan niat yang tulus dan ikhlas agar bernilai ibadah.

Sebelumnya, Wakil Buapti Lotim membuka rapat koordinasi dan menyampaikan selama ini kita mengutamakan rumah yang rusak berat, namun sekarang untuk rumah rusak ringan dan sedang akan dikerjakan oleh Fasilitator dan Aplikator dibantu dari TNI sehingga rumah yang rusak ringan dan sedang bisa segera diselesaikan.

"Bupati telah turun langsung ke lokasi dampak gempa di wilayah Kabupaten Lotim, Target pembangunan rumah sebanyak 9.700 unit, namun faktanya di lapangan baru 10 unit rumah yang sudah di bangun," ujarnya.

"Kita berharap dengan adanya operasi teritorial yang dilaksanakan TNI ini akan dapat mepercepat proses perehaban rumah terutama rumah rusak ringan dan sedang," pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi materi Juknis dari Perwakilan BPBD Provinsi NTB kepada seluruh peserta yang hadir terkait dengan tugas pokok dan fungsi pelaksana kegiatan dan tugas Tim Fasilitator dilapangan.

Kodim Loteng Gelar Sosialisasi P4GN dan Tes Urine Prajurit

Lombok Tengah - Dalam rangka meminimalir dan mencegah peredaran Narkoba di lingkungan Prajurit, Kodim 1620/Loteng menggelar sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) yang dilanjutkan dengan test urine seluruh prajurit dan PNS Kodim 1620/Loteng di Makodim 1620/Loteng, Kamis (17/1).

Kegiatan soasialisasi P4GN dibuka oleh Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto S.E.,M.I.Pol. dalam sambutannya menyampaikan kegiatan semacam ini sangat penting untuk dilaksanakan sebagai sarana kontrol terhadap prajurit dan PNS khususnya Kodim 1620/Loteng agar tidak sekali-kali mencoba apalagi sampai kecanduan Narkoba karena sangat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan seperti kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya.

Ditambahkannya, Narkoba merupakan barang yang paling berbahaya karena akan merusak pola berfikir dan bertindak. Oleh karena itu jangan sampai ada Prajurit dan PNS Kodim Loteng yang menjadi pengguna apalagi menjadi pengedar. "Apabila ada Prajurit atau PNS yang kedapatan menggunakan atau mengedarkan maka akan saya tindak tegas dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Usai memberikan sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari petugas kesehatan yang intinya adalah agar prajurit dan PNS beserta keluarganya menjauhi Narkoba.

Kegiatan sosialisasi P4GN diakhiri dengan test urine terhadap Prajurit dan PNS peserta sosialisasi dengan hasil seluruhnya nihil/besih.

Babinsa Kodim Bima Bantu Pengawasan Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

Bima - Sesuai dengan MoU antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD, jajaran Kodim 1608/Bima juga melaksanakan pendampingan terhadap berbagai macam aktivitas bidang pertanian, salah satunya adalah berkaitan dengan pupuk.

Dengan masih banyaknya permasalahan pupuk diwilayah Kota maupun Kab Bima, para Babinsa Kodim 1608/Bima tidak kenal lelah untuk terus berupaya memaksimalkan perannya guna meminimalisir efek negatif yang mungkin bisa timbul.

Tentu kita masih ingat bagaimana 2 orang anggota Kodim yaitu Serma Loren dan Pelda Safrudin yang mengungkap adanya sistem paket dalam penjualan pupuk. Kemudian juga berbagai aktivitas pengawalan dan pendampingan (Walping) distribusi pupuk di hampir semua wilayah Kabupaten maupun Kota Bima. Termasuk juga saat sosialisasi dan tidak terlewatkan dalam memediasi setiap permasalahan yang timbul, sehingga setiap masalah dalam sistem penjualan maupun distribusi pupuk dapat terselesaikan.

Yang paling terakhir adalah beberapa hari yang lalu saat Babinsa Desa Tente, Sertu Faris beserta tim Resmob Polres Kab Bima mengungkap rencana penjualan ratusan sak pupuk subsidi diwilayah Tente. Kasus ini sekarang dalam penyelidikan Polres Kab Bima.

Dandim 1608/Bima mengungkapkan kebanggaannya kepada jajaran Babinsa yang telah menunjukkan semangat, dedikasi & kinerja yang luar biasa. Dandim mengharapkan agar masyarakat juga mau untuk bekerjasama dengan cara memberi informasi bila diketahui terdapat penyimpangan dalam sistem distribusi maupun penjualan pupuk. Peran serta masyarakat secara positif akan memberikan dampak yang signifikan guna meminimalisir upaya-upaya nakal dari oknum-oknum yang ingin memperoleh keuntungan dengam cara yang ilegal.

Panglima TNI Tekankan Netralitas TNI Pada Upacara Bendera 17-an

Mataram - Setiap tanggal 17, seluruh jajaran TNI melaksanakan Upacara Bendera dimasing-masing satuan. Pagi tadi, Korem 162/WB dan jajarannya se Garnizun Mataram menggelar Upacara Bendera 17-an dengan Inspektur Upacara Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., yang diikuti seluruh Prajurit dan PNS jajaran Korem 162/WB, Kamis (17/1).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan pada tahun 2018 yang lalu, berbagai kegiatan yang telah kita dilakukan bersama diantaranya melaksanakan pengamanan Pilkada serentak, penanggulangan bencana gempa di Lombok serta gempa di Palu, pengamanan Asian Games di Jakarta dan Palembang dan IMF- World Bank Annual Meeting di Bali.

"Selain itu, kita mampu melaksanakan latihan gabungan dengan skenario 3 trouble spot yang berbeda sekaligus dalam bentuk Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Morotai, Selaru dan Timika," kata Panglima TNI.

Dilanjutkannya, pada misi Perdamaian Dunia, TNI dengan 8 misi PBB menempatkan diri dalam posisi dunia sebagai negara kontributor pasukan Perdamaian PBB. Sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional, TNI dinilai mampu sebagai perekat kemajemukan dalam menjaga Kebhinekaan bersama seluruh komponen bangsa.

"Pesta Demokrasi 2019 merupakan event akbar nasional untuk Pemilihan Legislatif baik DPR RI, , DPD RI, DPRD provinsi dan Kabupaten/Kota, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 harus berjalan aman, lancar, damai dan sukses," sebutnya.

Terkait dengan itu, sambungnya, Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan dengan tetap berpegang teguh pada pedoman Netralitas TNI yang sudah menjadi Komitmen . "Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, pegang teguh rantai Komando dan laporkan kepada Komandan Satuan bila menemukan kendala baik sebelum, selama dan setelah pelaksanaan pesta dekmorasi," tandasnya.

Usai melaksanakan Upacara Bendera 17-an, Danrem 162/WB kemudian mengumpulkan para Perwira dan menegaskan kembali tentang Menjaga Netralitas TNI dalam pesta demokrasi 2019 khususnya di wilayah jajaran Korem 162/WB.

Percepat Rehab Rekon Rumah TerdampakGempa, Ratusan Fasilitator Siap Diterjunkan

Lombok Tengah - Sudah beberapa bulan proses rehab rekon rumah korban gempabumi NTB belum juga selesai dikarenakan ada beberapa kendala baik itu permasalahan dana yang belum cair, kekurangan fasilitator juga kendala tekhnis lainnya. Kali ini pemerintah bertekad menyelesaikan program tersebut seperti Rumah Instan Sehat (RISHA) Rumah Rumah Instan Sederhana Konvensional (Riko), dan Rumah Instan Sederhana Kayu (Rika) pun segera akan di bangun dan akan didampingi oleh ratusan fasilitator.

Seperti yang disampaikan Sekda Loteng H. Nursiah dimana diharapkan kerjasama semua pihak dalam percepatan pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur di guncang gempabumi.

“Saya harapkan semua rekan-rekan fasilitator untuk bekerja sama dalam percepatan pembangunan rumah korban gempa,” terang Sekda Loteng di hadapan para Babinsa dan fasilitator sipil di Pendopo Bupati Loteng, Rabu (16/1).

Sementara Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani Danrem 162/WB juga mengatakan terkait masalah rehap rumah korban gempa di Lombok Tengah ini di nilai masih lambat untuk itu mari sama sama saling bersinergi untuk membangun Lombok Tengah dan buat avenger avenger baru.

“Tidak perlu kita jauh-jauh sampai ke luar negeri untuk berjihat, cukup di Lombok Tengah saja, kita bangkitkan kualitas hidup masyarakat Lombok Tengah lewat pengabdian kita itu jauh lebih baik,” ujarnya.

Lanjut Rizal Ramdhani, ada beberapa kriteria rumah yang rusak seperti rusak ringan 23.000, Rusak sedang 18.000 Rusak berat 3225, segera akan dibangun dan itu semua sudah terdata tinggal fasilitator buat list daftar kerja dan laporan cukup dengan tulis tangan.

“Dari beberapa kriteria rumah yang rusak, sudah terdata semua tinggal kita action dan bekerja,” tutupnya.

Rabu, 16 Januari 2019

Danrem 162/WB Tekankan Babinsa Dan Fasilitator Dampingi Masyarakat Percepat Proses Rehab Rekons

Lombok Barat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten lombok Barat menyelenggarakan sosialisasi petunjuk teknis rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) rumah rusak ringan dan berat pasca gempa bumi yang diikuti oleh 200 orang Fasilitator dan Babinsa di Aula Kantor Camat Lingsar Lombok Barat, Rabu (16/1).

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kasiter Letkol Arh Budiono, Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Djoko Rahmanto, S.IP., Kepala BPBD Kabupaten Lobar, perwakilan BRI Cabang Mataram dan Kadis Perkim Lombok Barat Lalu Winengan, para Danramil Kodim 1606/Lobar, para Kades terdampak gempa, Pokmas yang sudah terbentuk dan tim pendamping.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB dalam sambutannya menegaskan keberadaan para Fasilitator dan Babinsa di desa dalam rangka membantu masyarakat percepat rehab rekons rumah yang rusak ringan dan sedang dengan membantu mengarahkan Masyarakat cara membuat rencana anggaran dan biaya (RAB) kebutuhan. RAB tidak mesti diketik dengan Komputer diberika kemudahan bisa bisa,  ditulis tangan dengan maksud mempercepat dan mempermudah proses pencairan," kata Danrem.

Dijelaskannya, RAB yang sudah ditulis tangan tadi dan dibubuhkan paraf oleh fasilitator maka bisa diajukan pencairan ke BRI dan BRI akan segera melakukan pencairan dana sesuai dengan pangajuan.

"Setelah ini dalam waktu satu atau dua minggu kedepan, RAB sudah dibuat dan dicatat penggunaan anggarannya pada masing-masing Pokmas yang sudah terbentuk," ujar orang nomor satu di jajaran Korem tersebut.

Danrem 162/WB berharap agar para Fasilitator dan Babinsa tetap semangat untuk membantu masyarakat sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu dengan kerjasama yang baik dilapangan.

Kegiatan dilanjutkan sosialisasi oleh perwakilan BRI dan BPBD lombok Barat dan sesi tanya jawab.

Selasa, 15 Januari 2019

Danrem 162/WB : "2000 Fasilitator Siap Bantu Percepatan Rehab Rekons Ribuan Rumah Rusak Ringan dan Sedang"

Lombok Barat - Usai menggelar upacara pembukaan Operasi Teritorial TNI TA. 2019 yang dibuka Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah selaku Inspektur Upacara yang dihadiri Waka Polda NTB Brigjen Pol Tajudin, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf I Kadek Subawa, Kabinda NTB Tarwo Koesnarno, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, Danlanud ZAM Rembiga Kolonel Nav Budi Handoyo, para Bupati dan tokoh agama, tokoh masyarakat di lapangan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, Selasa (15/1).

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han dalam wawancaranya dengan sejumlah media menyampaikan pihaknya akan membentuk organisasi tim fasilitator yang terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas dan 8 orang fasilitator dari umum.

"Adapun sasaran rumah yang akan bangun sekitar 20 ribu unit rumah rusak ringan dan rusak sedang karena fasilitator yang kami bentuk ini untuk fasilitator untuk rumah rusak ringan dan rusak sedang," jelasnya

Menurutnya, ribuan rumah rusak ringan dan sedang akan diusahakan untuk diselesaikan hingga akhir Maret 2019 karena fasilitator yang sudah ada yakni 1000 orang fasilitator dari masyarakat umum, 500 orang dari Babinsa dan 500 orang Babinkamtibmas. "Hari ini akan diorganisasi dan langsung masuk ke sasaran dan insya Allah setelah itu mereka langsung bisa kerja mendampingi pembangunan rumah," kata Akmil lulusan 93 tersebut.

Adapun rumah hunian sementara (Huntara) yang akan dibangun, sambung Kolonel Ahmad Rizal, sebanyak 70 unit rumah diantaranya 40 unit huntara di Dusun Karang Bedil Desa Tanjung Kabupaten Lombok Utara dan 30 unit di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, sementara delapan sumur bor akan dibangun untuk masyarakat yang membutuhkan terutama di daerah yang kekurangan air bersih.

"Kami akan membantu masyarakat untuk mempermudah pencairan dana dengan membuat sket atau ukuran rumah beserta dengan rencana anggaran dan biaya (RAB) yang dibutuhkan sehingga fasilitator bisa memberikan faraf untuk diajukan ke BRI dalam rangka pencairan dana," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., menyampaikan pembangunan rumah untuk korban pasca gempa mengalami kesulitan terkait pencairan dana dan minimnya pilihan rumah yang ditentukan aplikator dan juga kekurangan aplikator. "Alhamdulillah sekarang kita sudah punya 1000 fasiltator ditambah dari TNI dan Polri, mudah-mudahan pembangunan rumah segera teralisasi," ungkap Gubernur NTB.  

Menurutnya, sebelumnya banyak kendala terkait dengan proses pembangunan rumah seperti ukurannya, campurannya, bikin panelnya susah dan mur skrupnya juga sulit diperoleh serta tidak bisa diproduksi dalam jumlah lebih  banyak.

"Kita sudah minta kepada Pemerintah Pusat untuk menyediakan lebih banyak alternatif rumah seperti Risba dan Risbari," sebutnya.

Selain itu, Gubernur NTB juga menyampaikan saat ini sudah banyak pilihan bentuk rumah, kita serahkan kepada masyarakat sesuai dengan kearifan lokal masing-masing untuk menentukan pilihannya.

Gubernur NTB juga merasa optimis terhadap pembangunan rumah lebih cepat karena adanya operasi teritorial yang dilaksanakan oleh TNI mulai hari ini hingga selesai.
 
Back To Top