TRENDING

Senin, 04 Februari 2019

Sederhanakan Persyaratan Administrasi Proses Rehab Rekon, Danrem Rakor Bersama Instansi Terkait

Mataram - Dalam rangka percepatan rehabiltasi dan rekonstruksi pasca gempa, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menggelar rapat bersama Kepala Satgas PUPR Gani Gasali Akman beserta anggota, Kalak BPBD H. Muhammad Rum dan PPK, para Dandim dan Kapolres yang wilayahnya terkena dampak gempa, Para Kasi Korem, Kepala BPK NTB, Danramil 1606-07/Gunungsari, Danramil 1606-09/Ampenan, para Pengusaha dari LPJK, RCI, GAPENSI, Conwood, Risha, Risba, Risbari, Aplikator dan pihak Bank BRI di di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Senin (4/2).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan bahwa rapat yang dihadiri seluruh element dalam rangka percepatan proses rehab rekon terhadap dumah rusah ringan, rusak sedang dan rumah rusak berat.

"Kami berupaya menyederhanakan persyaratan administrasi untuk pencairan dana stimulan di Bank BRI karena mulai tanggal 6 Pebruari sudah bisa dilakukan pencairan," kata Danrem.

Penyederhanaan yang dimaskud Danrem adalah dari masyarakat membentuk Pokmas, kemudian memperoleh SK dari Kades dan persetujuan Fasilitator, setelah itu menuju Perkim dan Kalak BPBD, baru bisa dilakukan pengurusan rekening dan pencairan di Bank BRI.

Dalam proses pencairannya, lanjut orang nomor sat di jajaran Korem tersebut, masing-masing kecamatan akan dibuatkan satu tempat pelayanan pencairan dana sehingga prosesnya lebih cepat.

"Setelah pencairan dana oleh Pokmas, dana tersebut diserahkan kepada pengusaha yang sudah ada perjanjian kontrak, dan begitu juga para pengusaha yang sudah menerima dana, segera mendatangkan materialnya ke lokasi pembangunan rumah sesuai dengan sasaran," jelasnya.

Sementara Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar menyampaikan sesuai hasil pendataan hari ini, sudah ada lima Koramil di Kabupaten Lotim yang sudah melaporkan preperensi dengan tiga macam pilihan jenis rumah yakni rumah Risha, Risba dan Riko.

"Ketiga macam rumah tersebut, bangunannya pernah dilihat oleh masyarakat Lombok Timur, sedangkan yang lainnya belum pernah dilihat sehingga kemungkinan mereka akan memilih salah satu dari ketiga rumah tersebut," tutupnya.

Posting Komentar

 
Back To Top