TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Danrem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Danrem. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2018

Jelang Pergantian Tahun Baru, Danrem 162/WB Pantau Pospam Terpadu

Mataram -  Dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun baru 2019, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., dan Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., melaksanakan pengecekan dan pemantauan langsung pos pengamanan terpadu di beberapa lokasi di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Senin (31/12).

Adapun lokasi-lokasi Pos pengamanan yang disambagi Danrem 162/WB antara lain Pospam terpadu Karang Jangkong, Bertais, Kebun Roeq, Mall Epicentrum, Sidak penjualan Kembang Api dan Pospam Senggigi,Narmada Lombok Barat,

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Danrem menyampaikan pemantauan ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada petugas pos pengamanan dan juga melakukan pemantauan secara langsung terhadap obyek-obyek yang akan dikunjungi oleh masyarakat seperti Mall, tempat-tempat makan ala Barat, jalan-jalan protokol karena tempat-tempat hiburan ditiadakan sehingga perlu pengamanan ektra di lokasi-lokasi tersebut.

"Terkait dengan warung-warung remang yang menyediakan minuman keras tetap menjadi pantauan kami bersama Kepolisian," tegasnya.

Dijelaskannya, jumlah personel setiap Pospam baik TNI dan Polri disesuaikan dengan luas wilayah pengamanan pos masing-masing ada yang 5 orang hingga 20 orang per pos.

Khusus untuk wilayah Bima maupun kabupaten kota lainnya di NTB, lanjutnya, agar terus memantau perkembangan wilayahnya, jika ada hal-hal yang bersifat menonjol agar segera dilaporkan pada kesempatan pertama.
 
"Tetap semangat dan waspada dengan perkembangan situasi, berbuat terbaik, tulus dan ikhlas," pesan orang nomor satu tersebut kepada personel pospam.

Mengakhiri wawancaranya, Danrem berharap agar seluruh masyarakat NTB menyambut malam pergantian tahun baru dengan sederhana dan tidak berhura-hura namun menyambutnya dengan memperbanyak doa dan beribadah.

Selain mengecek Pospam terpadu, Danrem bersama rombongan juga mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Karang Seraya Lingkungan Mataram (dibelakang Denpom Mataram) untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah dan berbagi kepada anak-anak Panti Asuhan.

Selasa, 23 Oktober 2018

Sukseskan TNI Marathon Mandalika dan Bhakti Sosial, Danrem 162/WB Gelar Rapat Panitia Daerah

Mataram - Lomba lari Marathon Mandalika yang akan dihelat pada tanggal 4 November Mendatang di ITDC komplek Mandalika Kuta Kabupaten Lombok Tengah, NTB diawali dengan berbagai macam kegiatan sosial diantaranya bhakti sosial TNI kepada masyarakat NTB khususnya Lombok.

Untuk mendukung dan mensukseskan perhelatan tersebut, Korem 162/WB menggelar rapat dengan panitia daerah yang dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di Aula Sudirman Korem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Senin (23/10).

Menurut orang nomor satu di jajaran Korem tersebut, kegiatan yang bergengsi ini harus dipersiapkan secara matang dan Maksimal oleh para panitia yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

"Kegiatan ini melibatkan ribuan orang baik dalam kegiatan baksosnya maupun pada lombanya sendiri," ungkap Rizal.

terkait dengan hal tersebut, Rizal meminta agar masing-masing seksi kepanitiaan bertanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing, apa yang dirasakan kurang agar segera dikoordinasikan dan dilengkapi sehingga pada hari pelaksanaanya tidak ada lagi hal-hal yang dapat mengurangi dan mengganggu pelaksanaan acara.

Dijelaskannya, sebelum pelaksanaan lomba lari Marathon, akan digelar bhakti sosial di Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 1 sampai 3 November 2018 diantaranya kegiatan pengobatan massal, penyuluhan dan donasi, sedangkan di Kuta Kabupaten Lombok Tengah juga akan dilaksanakan bazhar, hiburan yang menampilkan kesenian daerah, zikir dan doa bersama.

"Pada hari H tanggal 4 November, selain kegiatan lomba lari juga akan dimeriahkan dengan demonstrasi terjun payung dari TNI/Polri sebanyak 73 orang, demontrasi tim yupiter aerobatic, Paralayang serta peresean yang merupakan budaya masyarakat Lombok," jelasnya.

Pria alumni Akmil 93 tersebut juga berharap agar seluruh masyarakat NTB khususnya Lombok ikut berpartisipasi mensukseskan kedua kegiatan tersebut. "Insya Allah kegiatan ini sebagai salah satu upaya TNI untuk membangkitkan dunia pariwisata NTB dan meningkatkan perekonomian masyarakat pasca gempa bumi menuju Lombok Bangkit dan Gemilang sesuai dengan harapan kita bersama," pungkasnya.

Selasa, 25 September 2018

Sambut HUT TNI ke73, Korem 162/WB Kunjungi Veteran

HUT TNI ke 73 tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada Jumat minggu depan, berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambutnya terus dilaksanakan seperti Anjangsana yang digelar Korem 162/WB bersama Satdisjan jajaran tadi pagi, Selasa (25/9).

Anjangsana kerumah Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) dibeberapa lokasi ini diselenggarakan Kepala Kanminvetcad IX/13.K.2 Mataram Mayor Inf Lalu Mukhamad Syukur, S.Ag bersama para Kasi dan Dan/Ka Satdisjan, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS serta Ibu-Ibu Persit KCK berlangsung sederhana dan hikmad.

Pada kesempatan tersebut, terlihat obrolan santai penuh keakraban dan kebersamaan seperti keluarga antara anak dan orang tua.

"Selaku penyelenggara saya sangat bersyukur dimana Korem serta jajaran TNI selalu konsisten peduli terhadap kondisi dan keadaan Para sesepuh /orang orang tua kita yang sudah lanjut usia dengan memberikan tali asih berupa  kursi roda dan bingkisan bagi yang tidak kuat  berjalan", kata Lalu Syukur sapaan akrab Kepala Kanminvetcad Mataram.

Menurutnya, kehadiran kita ditengah-tengah para sesepuh sangat membantu bukan hanya karena materi, namun lebih dari itu, adanya hubungan emosional yang kuat, dengan demikian para sesepuh akan dapat   terhibur, merasa  diperhatikan menjadi  penambah semangat, untuk lebih tegar serta  tetap sehat selalu walau diusia senja.

Terpisah Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., disela-sela kesibukannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadirannya ditengah-tengah keluarga besar Veteran.

"Kami mohon maaf tidak bisa hadir karena ada tugas lain yang harus dilaksanakan dan bersifat mendesak", ungkap Rizal.

Kegiatan ini selain, salah satu  bagian  rangkaian dalam  menyambut HUT TNI ke 73 juga wujud sebagai bentuk kepedulian kami sebagai anak terhadap orang tua.

"Jasa-jasa beliau sangat luar biasa yang patut dijadikan sebagai rujukan untuk terus berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas untuk masyarakat, bangsa dan tanah air", kata pria alumni Akmil 93 itu.

Riza berharap komunikasi yang sudah baik ini agar terus kita bina dan dijaga karena kita nanti setelah pensiun juga sama seperti mereka. Oleh karena itu, Kantor Administrasi Veteran dan cadangan  agar mendata dengan baik dan berikan pelayanan kepada beliau seperti kita memberikan pelayanan kepada orang tua sendiri", pungkasnya.

Selasa, 18 September 2018

Rumah Prajurit Rusak Akibat Gempa, Danrem Serahkan Bantuan

Rumah Prajurit yang rusak akibat gempa bumi beberapa waktu lalu mendapat perhatian pimpinan satuan Korem 162/WB. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., didampingi Dandenzibang Mataram Letkol Czi Junaidi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tiga orang personel yakni Pelda Awaludin, Serma Fadlahir dan Serka Lalu H. Adi yang rumahnya rusak karena gempa di lapangan Korem 162/WB, Selasa (18/9).

Pada saat menyerahkan, Rizal menyampaikan kepada penyerahan bantuan ini berupa uang dan material kepada para Bintara yang rumahnya rusak akibat gempa dan hingga saat ini masih tidur ditenda.

"Bantuan berupa uang ini berasal dari Budha Suci sedangkan Material berasal dari Arwana keramik", sebut Rizal.

Dilanjutkannya, walaupun rumah mereka terkena gempa namun mereka tetap semangat membantu saudara-saudara kita yang terkena gempa.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dalam perehaban atau pembangunan rumahnya yang rusak sehingga tetap semangat dalam pengabdian kepada bangsa dan negara", pungkasnya.

Selain itu, bantuan juga diserahkan untuk perbaikan Masjid Korem 162/WB yang diterima Dankima Kapten inf Marito.

Usai menerima bantuan, Peltu Awaludin perwakilan penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada Danrem maupun donatur  dalam hal ini Budha Suci dan Arwana keramik yang telah memberikan bantuan berupa uang maupun material yang sangat bermanfaat untuk merehab rumah yang rusak.

Adapun material yang diserahkan berupa keramik Arwana, semen, arco, palu dan perlengkapan lainnya.

Rabu, 29 Agustus 2018

Korem Bersama BMKG dan Tokoh Agama Berikan Sosialisasi Gempa Bumi

Korem 162/WB bersama Badan Metrologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Mataram dan tokoh agama menggelar sosialisasi tentang bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Lombok NTB, Rabu (29/8).

Acara sosialisasi yang digelar di lapangan barat Islamic Center (IC) Hubbul Wathon Mataram tersebut dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., Analis gempa bumi BMKG Stasiun Geofisika Mataram Ihsan  Bagus Fahat Arafat, S.Tr., dan sejumlah tokoh agama bersama ratusan masyarakat duduk bersila diatas terpal.

Pada kesempatan tersebut, Rizal saat diwawancara awak media menyampaikan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi, wawasan dan meningkatkan keimanan agar tetap yakin kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dan juga dengan doa dan ilmu kita akan selamat.

"Kami berkolaborasi dengan Camat, ustadz dan BMKG untuk mensosialisasikan tentang cara penyelamatan pada saat ada gempa bumi karena masih ada gempa susulan sehingga tidak trauma dan kaget ataupun panik saat gempa", jelas Rizal.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB itu juga sudah mengarahkan Babinsa bekerjasama dengan Babinkamtibmas untuk melakukan evakuasi ke daerah ataupun titik-titik yang terbuka bila ada hal yang bersifat kontijensi.

Terkait dengan viralnya telapak tangan di rumah-rumah, Rizal menjelaskan hal tersebut masih dilakukan penelitian dari Polda NTB. "Ada rekayasa masyarakat dari kelompok-kelompok yang sengaja membuat resah dengan harapan masyarakat meninggalkan rumah masing-masing sehingga mereka masuk kerumah-rumah tersebut.

Rizal juga menegaskan, saat ini TNI bersama Polda tiap malam melaksanakan patroli untuk pengamanan rumah-rumah masyarakat yang ditinggal tidur di tenda sesuai dengan sektor dan wilayah masing-masing yang dilakukan oleh Koramil bersama Polsek.

Sementara dari pihak BMKG Mataram Ihsan  Bagus Fahat Arafat, S.Tr., menjelaskan gempa bumi setiap hari terjadi diseluruh dunia, namun gempa dijawa berbeda dengan gempa di Kabupaten Lombok Utara karena sumber gempa yang berbeda.

"Yang terjadi diselatan terakhir di Kupang akibat dari subduction lempeng Australia yang berusaha masuk ke lempeng Uero Asia", kata Bagus.

Selain itu Bagus juga menjelaskan gempa bumi tidak berpindah-pindah karena memang gempa terjadi dari sumber yang jelas yakni akibat pertemuan dua lempeng besar.

Menurut Bagus, pihaknya masih terus memonitor gempa susulan karena sejak tanggal 29 Juli lalu hingga sekarang sebanyak 1.943 gempa susulan terjadi dengan frekuensi dan kekuatan yang semakin kecil dan berharap dalam waktu tidak terlalu lama kembali menjadi normal.

Bagus menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada karena gempa susulan masih tetap ada meskipun ukurannya kecil dan meminta kepada masyarakat dalam menerima informasi harus tetap mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG baik melalui situs bmkg.co.id, aplikasi android info BMKG, instagram, tweeter maupun Facebook", pungkasnya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Pasar Tradisional Mulai Menggeliat, Pasar Tanjung Dibersihkan

Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok NTB hingga kini terus menerus terjadi. Pasca gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter pada dua minggu yang lalu menyisakan kesedihan dan kedukaan yang mendalam bagi masyarakat Lombok khususnya para korban gempa yang keluarganya meninggal dunia ataupun rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati kembali.

Namun kesedihan dan kedukaan itu, tidak membuat masyarakat Lombok harus terpuruk dengan rasa traumatik yang berkesinambungan. Mereka harus bisa bangkit dengan semangat seperti sediakala.

Hal itu diungkap Dasatgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB saat berada dilokasi pembersihan pasar Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (19/8).

Menurutnya, pasar-pasar sudah mulai menggeliat dengan ramainya para pedagang yang memasarkan dagangannya mulai dari Pasar tradisional Gunungsari, Pemenang dan Tanjung. "Hari ini kita bersihkan pasar tradisional Tanjung dari bekas reruntuhan bangunan akibat gempa maupun kotoran sampah sisa jualan sebelum gempa sehingga bisa digunakan untuk berjualan", jelas Rizal.

Dilanjutkannya, pembersihan tidak menggunakan alat berat karena cukup secara manual oleh gabungan TNI dan Polri dan puing-puing bangunan ataupun kotoran sampah diangkut menggunakan Dum Truk milik TNI untuk dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan.

"Kita akan terus berupaya untuk membantu saudara-saudara kita untuk pemulihan sehingga mereka bisa dan mampu bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa dan hidup normal seprti yang kita harapakan bersama", tandas Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut.

Dansatgas PDB selanjutnya berkeliling menggunakan sepeda motor trail untuk melihat dan mengecek secara langsung kegiatan pembongkaran dan pembersihan puing-puing bangunan maupun pengirim logistik yang dilakukan para Babinsa menggunakan sepeda motor ke wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

Kamis, 02 Agustus 2018

Danrem 162/WB: Tinjau Langsung Pipa Induk PDAM Yang Rusak Akibat Gempa

Usai melaksanakan peninjauan Dapur umum Denbekang Mataram dan Lokasi pengungsian di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., bersama rombongan mengecek secara fisik kondisi pipa Induk miliki PDAM KLU yang rusak di Lokok Prabu Desa Senaru Kecamatan Bayan dan bertemu dengan Dirut PDAM KLU Raden Waliadin di Desa Senaru, Kamis (2/8).

"Saya prihatin dengan kondisi air bersih untuk masyarakat kita khususnya untuk kebutuhan para pengungsi karena pipa induk PDAM rusak akibat tanah longsor akibat gempa", kata Rizal sapaan akrab Danrem.

Dilanjutkannya, setelah melaksanakan pengecekan lokasi kerusakan ternyata memang belum bisa diperbaiki karena tanahnya yang labil dan mudah longsor sehingga diperlukan alternatif lain untuk memasang pipa saluran air PDAM.

Namun sambungnya, dihadapkan dengan alokasi waktu tanggap darurat bencana alam hanya satu minggu kedepan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang singkat.

"Pihak Pemda KLU agar segera merencanakan perbaikan saluran pipa induk PDAM dan irigasi, mungkin bisa dimasukkan ke dalam program karya bhakti bersama Korem dan jajaran", saran pria kelahiran Jakarta tersebut.

Senada dengan Danrem 162/WB, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., saat dihubungi Via seluler oleh Danrem terkait kendala di lokasi perbaikan piva induk PDAM di Lokok Prabu Desa Senaru menyampaikan untuk pemasangan pipa induk PDAM yang rusak belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi tanahnya yang labil dan rawan longsor.

Namun lanjutnya, akan direncanakan pemasangan dengan membuka akses jalan baru untuk pemasangan pipa dengan kondisi tanah yang lebih baik dan bisa dijangkau.

Sabtu, 28 Juli 2018

Danrem 162/WB Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kunker Presiden

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., memimpin Apel gelar pasukan pengamanan dalam ragka kunjungan kerja Presiden RI Ir. Joko Widodo ke Kabupaten Sumbawa NTB di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (28/7).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 162/WB didepan ribuan personil  gabungan TNI Polri dan Satgas instansi lainnya menyampaikan  Apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka PAM VVIP kunjungan RI 1 di wilayah Kabupaten Sumbawa, diharapkan semua unsur terkait baik TNI Polri maupun pemerintah daerah bekerjasama yang baik untuk menunjang kelancaran selama kunjungan.

"Pengamanan seperti ini sudah sering kita laksanakan baik pada event nasional maupun internasional, namun pelaksanaan pengamanan VVIP Ini harus dianggap sebagai operasi baru mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir dengan tidak ada istilah rutinitas", Kata Pangdam dalam amanatnya.

Dilanjutkannya, dalam kegiatan ini sebelum melakukan pengamanan perlu diadakan apel gelar pasukan untuk mengecek sejauh mana kesiapan pasukan yang disesuaikan dengan prosedur yang berlaku.

Adapun hal-hal yang juga perlu dipahami dalam Pengamanan VVIP ini sambugnya yakni mengetahui tugas dan tanggung jawab sesuai dengan rantai komando, sehingga tujuan pengamanan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, Pangdam Juga memberikan penekanan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. "Agar masing-masing bagian harus menguasi tugas, pegang teguh disiplin dan pahami rantai komando sehingga rantai pengamanan dapat terlaksana dengan baik, jangan terlena dan tingkatkan kepekaan terhadap setiap perkembangan situasi dilapangan, jangan ragu dalam bertindak serta tingkatkan koordinasi secara optimal dengan aparat terkait dan melaporkan situasi pada kesempatan pertama.

Mengakhiri amanatnya, Orang nomor satu dijajaran Kodam IX/Udayana tersebut berpesan hindari kesalahan sekecil apapun selama kunjungan Presiden RI di wilayah  Kabupaten Sumbawa dengan tetap berpedoman pada beberapa penekanan selama Pengamanan VVIP', pungkasnya.
 
Back To Top