TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kodim 1606/Lobar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kodim 1606/Lobar. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Silaturrahmi ke KPUD dan Bawaslu, Dandim Lobar Minta Pengamanan Gudang Logistik Dilengkapi CCTV

Mataram - Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman, Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., bersilaturrohmi ke Bawaslu dan KPUD Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Utara yang merupakan wilayah teritorial Kodim 1606/Lobar, Senin (7/1).

Selama silaturrahmi, Dandim juga meninjau kesiapan peralatan dan sistem pengamanan gudang logistik di masing-masing Kabupaten/Kota untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kedatangan Dandim Lobar tersebut disambut ketua KPU maupun Bawaslu Kabupaten/Kota yang dikunjunginya. Dalam kunjungan tersebut, Dandim lebih banyak menekankan agar KPU maupun Bawaslu lebih koordinatif dengan pihak aparat terkait karena TNI dan Polri siap mengamankan pelaksanaan Pemilu pada April mendatang.

“Terkait dengan kotak suara harus mendapat perhatian ekstra mulai dari pergeseran dari TPS ke desa maupun dari desa ke Kantor Kecamatan, mengingat penghitungan suara berbeda dengan Pemilu yang lalu. Penghitungan suara untuk saat ini akan dilakukan secara terpusat di Kantor Camat bukan lagi di masing-masing TPS dan Kantor Kelurahan atau Desa setempat," Ujar Dandim kepada KPU maupun Bawaslu.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Kodim Lobar tersebut mengingatkan agar tetap waspada terhadap adanya kemungkinan terjadinya kecurangan saat pergeseran kotak suara tersebut, dan jika hal ini terjadi maka akan menimbulkan konflik antar kandidat maupun timses masing-masing Caleg maupun Capres.

Ketika meninjau gudang logistik KPUD Kota Mataram, Akmil lulusan 98 tersebut menyarankan kepada Ketua KPUD agar sistem pengamanan logistik dilengkapi dengan CCTV selain menggunakan sistem pengamanan perorangan sehingga lebih memudahkan pemantauan dan pengawasan. Bila memungkinkan menggunakan tekhnologi yang dapat diakses melalui HP pejabat yang berkompeten dalam pengamanan tersebut.

Menurutnya selain penyempurnaan pengamanan dengan peralatan CCTV, juga perlu diperhatikan lokasi gudang logistik agar terhindar dari bahaya bencana banjir dan lainnya, bila perlu ditambah juga dengan areal resapan banjir.

Dandim menghimbau kepada masyarakat agar melaksanakan pesta demokrasi dengan bebas, langsung, umum dan rahasia tanpa adanya unsur tekanan maupun intimidasi dari pihak manapun.

Senin, 10 Desember 2018

Sukseskan Pilkades, TNI Turun Bantu Amankan Rangkaian Pilkades

Mataram - Hari ini, Senin (10/12) Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak. Kiatan dengan itu, aparat TNI dari Kodim 1606/Lobar membantu Kepolisian dalam pengamanan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa secara seretak di Kabupaten Lombok Barat.

Dandim 1606/Lobar Letnan Kolonel Czi Joko Sumanto, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan terkait pengamanan pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kabupaten Lombok Barat, para Babinsa sudah langsung turun ke lapangan. "Para Babinsa di masing-masing desa sudah langsung turun membantu mengamankan jalannya rangkaian pemilihan Kepala Desa," ungkapnya.

Dikatakannya, dari laporan para Babinsa melalui Danramil dimasing-masing wilayah, hingga saat ini pelaksanaan Pilkades masih berjalan aman dan lancar. "Pelaksanaannya masih berjalan aman dan lancar, dan ini memang yang kita sama-sama harapkan," sebut Akmil lulusan 98 tersebut.

Dalam pemilihan ini sambungnya, masyarakat bebas menentukan pilihannya terhadap calon yang sudah ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara tanpa ada paksaan, intimidasi maupun pengaruh dari luar karena ini dijamin oleh Undang-Undang. "Jadi gunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan hati, jangan terpenagruh," himbaunya.

Orang nomor satu di jajaran Kodim 1606/Lobar tersebut berharap pasca penghitungan suara, siapapun yang terpilih jangan terlalu bereuforia namun harus bersyukur, dan bagi calon Kepala Desa yang tidak terpilih agar menerima dengan lapang dada dan legowo sehingga keamanan dan ketertiban di Desa tetap terjaga dengan baik. "Namun jika tidak menerima hasil penghitungan suara, ada mekanisme yang harus dilakukan sesuai prosedur yang sudah ditentukan,"pungkasnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan hari ini di Kabupaten Lombok Barat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak di 77 Desa dan di Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima juga hari ini menggelar penyampaian visi dan misi para Calon Kades.

"Pemilihan Kepala Desa memiliki beberapa tahapan sama seperti pemilihan pada umumnya antara lain pendaftaran para calon, verifikasi para calon, penetapan calon, penyampaian visi misi, pemilihan dan penetapan hingga pelantikan," jelasnya.

Kaitan dengan itu lanjut pria kelahiran Sumbawa Barat ini, para Babinsa Kodim tetap mengikuti, memantau dan melaporkan perkembangannya tahap demi tahap hingga pelantikan dan resmi menjadi Kepala Desa.

"Semoga dalam pelaksanaan pemilihan Kades secara serentak maupun tahapan penyampaikan visi dan misi ini dapat berjalan aman dan lancar sesuai harapan kita bersama," pungkasnya.

Selasa, 27 November 2018

Kodim Lobar Gelar Latihan Hanmars Kegiatan Minggu Militer

Mataram -  Minggu terakhir setiap bulan ditetapkan sebagai Minggu Militer bagi satuan jajaran TNI AD. pagi tadi, Selasa (27/11) Kodim 1606/Lobar menggelar latihan ketahanan Mars sejauh tujuh KM seputar Kota Mataram yang dipimpin langsung Danramil 1606-09/Ampenan Kapten Inf Jamuhur, S.Sos. selalu Komandan Latihan.

Ratusan personel Kodim 1606/Lombok Barat dilengkapi senjata berjalan dengan route Makodim, Jalan Udayana, Jalan baru Monjok lurus menuju jalan Bung Karno belok kanan menuju jalan Catur Warga dan kembali ke Makodim.

Usai melaksanakan Hanmars, Kapten Jamuhur memberikan apresiasi atas semangat personel melaksanakan Hanmars. "Hanmars ini merupakan program satuan, dan tadi semangatnya luar biasa. Walau usia sudah rata-rata kepala empat bahkan banyak juga kepala lima namun masih kuat menempuh jarak tujuh kilo," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Hanmars ini dilakukan selain melaksanakan program satuan, juga untuk mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap prima dan sehat selalu sehingga dapat mendukung tugas pokok satuan khususnya terkait pembinaan teritorial di desa masing-masing.

Terpisah Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Sumanto, S.IP., disela-sela kesibukannya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan program satuan dengan baik.

Selain itu, Dandim juga meminta semua program pada triwulan IV tahun 2018 agar segera diselesaikan sesuai jadwal mengingatkan pada Desember mendatang masih ada program satuan yang sifatnya non program untuk kita laksanakan bersama.

"Tepati waktu, siapkan laporan tahunan sesuai dengan program dan jangan sampai terlambat," pungkasnya.

Sabtu, 24 November 2018

Babinsa Abiantubuh Koramil Cakranegara Lulusan Terbaik Diktupasus Secapa AD

Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira Khusus (Diktukpasus) TNI AD TA. 2018 di Lapangan Wiradhika Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD dengan Komandan Upacara Kolonel Inf Elkines Vilando Dewangga K, S.A.P., yang saat ini menjabat sebagai Komandan Resimen Siswa. , Jum’at (23/11).

Sebanyak 406 orang Siswa Diktukpasus dilatik sebagai Perwira Muda dengan pangkat Letnan Dua ini berasal dari berbagai kesatuan di jajaran TNI AD. Salah satunya Letnan Dua (Letda) Wiyarto dari Kodim 1606/Lobar.

Letnan Dua Wiyarto sebelumnya berdinas sebagai Babinsa Kelurahan Abiantubuh Koramil 1606-01/Cakranegara ini berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik Diktukpasus Secapaad TA. 2018.

Menurut Letda Wiyarto, untuk menjadi lulusan terbaik pada Diktukpasus sebenarnya tidak pernah terbayang dalam pikiran. "Saya hanya mengikuti petunjuk dan arahan dari para pembina dan pelatih di Secapa," ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, ketentuan untuk menjadi lulusan terbaik harus memiliki kemampuan untuk menguasai tri pola dasar dalam pendidikan dengan nilai diatas (tertinggi). Tri Pola Dasar Pendidikan Secapa TNI AD yakni Nilai Kepribadian yang berkaitan dengan tingkah laku selama mengikuti pendidikan, Nilai Akademik baik teori maupun praktik dan Nilai Jasmani.

"Dari ketiga aspek tersebut, yang memiliki nilai atau bobot teritnggi dalam penilaian adalah aspek Kepribadian karena berkaitan denga tingkah laku yang nantinya akan diimplementasikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari disatuan," jelas Wiyarto.

Sedangkan untuk Nilai Akademik dan Jasmani sambungnya, sebagai bekal dan pendukung dalam melaksanakan tugas sehingga tugas pokok satuan dapat tercapai.

Sementara Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anggotanya di Koramil Cakranegara. "Saya selaku Komandannya bangga dan syukur atas prestasinya menjadi lulusan terbaik di Secapa, karena untuk menjadi lulusan terbaik itu sangat susah dan sulit, dan juga ini menjadi kebanggaan satuan," ungkapnya.

Joko berharap, kesuksesan ini agar tetap bisa dipertahankan pada pendidikan lanjutan  yakni pendidikan dasar kecabangan (Diksarcab) sehingga nantinya akan memberikan dampak positif terhadap kinerja disatuan.

"Bagi para Bintara yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Secapa tahun depan agar mempersiapkan diri dengan baik sehingga pada saat seleksi semuanya sudah siap dan berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kamis, 20 September 2018

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi yang terdampak gempa. Kenangan sedih  keluarganya menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat bahkan roboh yang mengharuskan mereka tinggal di pengungsian.

Selain itu bencana menyisakan trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak, tidak terkecuali trauma juga dialami oleh aparat keamanan TNI beserta keluarganya yang bertugas di Lombok, salah satunya yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kesedihan yang dirasakan masyarakat dirasakan pula oleh keluarga Babinsa. Saat terjadinya gempa bumi yang juga merobohkan tempat tinggalnya, mereka ditinggalkan suami untuk melaksanakan tugas menolong  warga yang menjadi korban. Namun karena ketabahan sebagai seorang istri prajurit, mereka tegar walau tanpa ada suami mendampinginya dipengungsian tinggal bersama warga yang lain dengan beratapkan tenda dari terpal dan tidur beralaskan tikar.

Untuk meninggalkan keluarga dipengungsian dengan kondisi yang serba terbatas tentunya tidak mudah bagi setiap orang, tapi itulah yang harus dilakukan seorang  Babinsa walaupun diri dan keluarganya turut menjadi korban. Mereka tetap semangat melaksanakan tugasnya, tak kenal lelah membantu warga binaannya yang terkena musibah dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan.

Salah satunya yaitu Serka Ali (45) Babinsa Tegal Maja Koramil 1606-02/Tanjung menceritakan kisah awal mulai terjadinya gempa yang juga merobohkan rumahnya dan harus meninggalkan keluarga di pengungsian.

Menurutnya, saat itu tanggal 5 Agustus 2018 malam hari ia pergi untuk melaksanakan acara zikir bersama dirumah tetangga, namun dipertengahan jalan tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar sehingga ia bergegas untuk kembali kerumah memastikan keluarganya selamat.

“Setiba dirumah anak istri saya sudah menangis dengan kondisi rumah yang sudah rusak berantakan dan gelap gulita karena listrik padam semua, kami semua berpelukan. Gempa pertama itu rumah belum roboh,” kenangnya.

Malam itu juga beredar informasi adanya tsunami sehingga seluruh warga panik, Pak Ali bersama keluarga dan tetangganya mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena malam itu gempa terus menerus dan bertambah besar ia putuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Setelah keesokan harinya, ia bersama warga  turun untuk melihat kondisi rumah masing-masing. Betapa sedih ketika melihat rumah tempat ia dan keluarga bernaung roboh rata dengan tanah, akhirnya saat itu pula bersama warga yang rumahnya juga rusak mendirikan tenda di sekitar rumah untuk tinggal sementara.

“Selanjutnya saya lapor kepada Danramil 1606-02/Tanjung Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana dan saat itu dibantu anggota  yang lain puing-puing rumah kami dibersihkan,” ujar pria tiga anak ini.

Walaupun rumahnya roboh, Serka Ali tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa seperti biasa, satu hari setelah gempa ia berangkat menuju desa binaannya untuk membantu warga yang rumahnya rusak bahkan ada yang meninggal dunia. “Kami bersama-sama anggota Polri, Basarnas dan relawan lainnya menolong korban dan mendata  rumah yang rusak, setelah itu berkordinasi terkait bantuan logistik untuk warga terutama yang berada di pengungsian, memastikan semua mendapat bantuan,” jelasnya.

Desa Binaan Serka Ali Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara terdiri dari 11 Dusun  75 % mayoritas masyarakatnya beragama Budha dan hanya tiga Dusun yang beragama Islam. Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak empat orang dan sudah mendapat santunan. Rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 1.986 dan yang rusak sedang maupun ringan masih didata oleh Pemerintah Daerah.  “Alhamdulillah semua warga sampai saat ini sudah tertangani tinggal meneruskan pembersihan puing-puing,” ungkapnya.

“Saya juga bersyukur kondisi keluarga juga sehat, saat ini kami sudah pindah dari pengungsian dan tinggal sementara diatas bekas rumah kami yang roboh dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang masih bisa dipakai,” imbuhnya.

Berbeda dengan cerita Serka Ali, Sertu I Made Yuantara yang merupakan Babinsa Desa Malaka Koramil 1606-02/Tanjung memiliki kenangan yang lebih unik dan mengesankan.

Diceritakannya, tiga hari setelah istrinya melahirkan di RSAD Mataram, tiba-tiba pada Minggu pagi (29/07/2018) terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR di Lombok Timur namun kekuatannya di wilayah Mataram tidak begitu besar dan seluruh anggota Koramil Tanjung waktu itu diperintahkan menuju Koramil 1606-03/Bayan untuk membantu, karena Kecamatan Bayan berdekatan dengan lokasi kekuatan gempa sehingga terkena dampaknya.

“Setelah melihat di desa binaan tidak terlalu terdampak, saya langsung menuju Koramil Bayan untuk membantu memasang pipa saluran air yang putus akibat gempa hingga kami menginap disana,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Minggu malam tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa ke dua, yang merupakan gempa terbesar dengan kekuatan 7 SR pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara dirasakan guncangan keras hingga  kota Mataram yang mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Malam itu  masyarakat tidak ada  yang berani tidur di dalam rumah bahkan ada isu air laut di Pantai Ampenan sudah mulai naik sehingga menambah kepanikan masyarakat.

“Saat itu keluarga juga panik dan rumah juga sudah retak cukup lebar, takut terjadi apa-apa malam itu juga saya mengungsikan istri dan anak kami yang masih bayi ke tetangga perumahan di BTN Pepabri. Selanjutnya saya malam itu juga melaporkan kepada Danramil untuk melaksanakan pengecekan ke desa binaan memastikan kondisi warga. Karena banyak rumah yang rusak berat akhirnya saya putuskan menginap di pengungsian warga, selain itu jarak rumah dengan desam binaan juga cukup jauh,” kenang Yuantara.

Menurutnya, usai gempa malam itu dio desa binaannya tersebar isu  pencuri ternak merajalela sehingga wargao terprovokasi berkerumun di jalan raya melakukan sweeping, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dirinya menghimbau warga untuk tidak main hakim sendiri.

Bersyukur kondisi saat itu bisa terkendali semua dan saat ini warga yang menjadi korban sudah di data untuk mendapatkan bantuan.  Sekarang kami bersama-sama warga dan alat berat dari Zikon 13  terus bergerak membantu membersihkan puing rumah dan fasilitas umum lainnya hingga tuntas.

“Sedih rasanya kalau mengingat saat itu meninggalkan istri dan anak yang masih bayi, namun karena panggilan tugas itu harus saya lakukan, mengutamakan membantu masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini kondisi istri dan anak Serka Made dalam kondisi sehat, namun karena masih trauma sementara masih tidur di tenda teras depan rumahnya dengan ditutup terpal dan triplek. “Sekarang kondisi warga di desa binaan saya secara umum sudah mulai membaik, dan saya lebih tenang bisa pulang ke rumah, menemani istri dan membantu merawat si kecil,” ujarnya.

Melihat perjuangan Babinsa yang tidak mengenal lelah dalam membantu masyarakat korban gempa di Lombok, Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok, Mayjen TNI Madsuni, S.E. memberikan apresiasi dengan membangunkan rumah hunian sementara bagi Babinsa yang rumahnya rusak berat, dengan harapan dapat menambah semangat Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu masyarakat.

“Dengan rumah hunian sementara ini harapannya saat bertugas mereka lebih tenang meninggalkan keluarga di rumah, dibandingkan dengan tinggal di tenda. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban mereka,” ungkapnya.

Saat ini rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, dari data yang ada jumlah rumah Babinsa yang mengalami rusak berat sebanyak 13 Unit, lokasinya tersebar di empat wilayah yaitu Koramil 1606-02/Tanjung, Koramil 1606-10/Bayan, Koramil 1606-10/ Gangga dan Koramil Batu Kliang Lombok Tengah.

Lombok,   September 2018

Kamis, 02 Agustus 2018

Danrem 162/WB: Tinjau Langsung Pipa Induk PDAM Yang Rusak Akibat Gempa

Usai melaksanakan peninjauan Dapur umum Denbekang Mataram dan Lokasi pengungsian di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., bersama rombongan mengecek secara fisik kondisi pipa Induk miliki PDAM KLU yang rusak di Lokok Prabu Desa Senaru Kecamatan Bayan dan bertemu dengan Dirut PDAM KLU Raden Waliadin di Desa Senaru, Kamis (2/8).

"Saya prihatin dengan kondisi air bersih untuk masyarakat kita khususnya untuk kebutuhan para pengungsi karena pipa induk PDAM rusak akibat tanah longsor akibat gempa", kata Rizal sapaan akrab Danrem.

Dilanjutkannya, setelah melaksanakan pengecekan lokasi kerusakan ternyata memang belum bisa diperbaiki karena tanahnya yang labil dan mudah longsor sehingga diperlukan alternatif lain untuk memasang pipa saluran air PDAM.

Namun sambungnya, dihadapkan dengan alokasi waktu tanggap darurat bencana alam hanya satu minggu kedepan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang singkat.

"Pihak Pemda KLU agar segera merencanakan perbaikan saluran pipa induk PDAM dan irigasi, mungkin bisa dimasukkan ke dalam program karya bhakti bersama Korem dan jajaran", saran pria kelahiran Jakarta tersebut.

Senada dengan Danrem 162/WB, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., saat dihubungi Via seluler oleh Danrem terkait kendala di lokasi perbaikan piva induk PDAM di Lokok Prabu Desa Senaru menyampaikan untuk pemasangan pipa induk PDAM yang rusak belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi tanahnya yang labil dan rawan longsor.

Namun lanjutnya, akan direncanakan pemasangan dengan membuka akses jalan baru untuk pemasangan pipa dengan kondisi tanah yang lebih baik dan bisa dijangkau.

Danrem 162/WB Selaku Komandan Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Kunjungi Lokasi Pengungsi

Sejak ditetapkan sebagai Komandan Tim Pos Komando (Dantim Posko) Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok NTB melalui SK Gubernur NTB Nomor 360-611 Tahun 2018 tanggal 30 Juli 2018, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., sudah mengunjungi lokasi pengungsian baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun di Sambalia.

Siang tadi, Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB mengunjungi para pengungsi yang berada di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) didampingi Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., dan para Danramil jajaran Kodim 1606/Lobar yang berada di wilayah KLU, Kamis (2/8).

"Kehadiran saya disini untuk melihat secara langsung kondisi saudara-saudara kita yang ada di Bayan pasca terjadinya musibah bencana gempa Minggu kemarin", sebut Rizal.

Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (20/7) sekitar pukul 5.47 wita dengan kekuatan 6,4 SR tersebut memporak porandakan perumahan masyarakat dan menelan  korban jiwa.

Dilanjutkannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan harapan warga baik melalui korban maupun para petugas gabungan dilapangan terkait dengan kebutuhan mereka selama di tenda pengungsian sehingga bisa dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangannya.

Selain itu, Rizal juga menyampaikan agar saudara saudara Korban tertimpa  musibah bencana Alam Gempa  ini  senantiasa tabah sabar menghadapi segala yang terjadi mari kita  ambil hikmahnya, karena sesungguhnya ada  rencana Tuhan  Yang kita manusia terbatas dalam memaknainya semoga ujian ini menjadikan kita hamba hambanya yang meningkat keimanan dan ketaqwaannya, seraya memberi motivasi dan harapan kepada para pengungsi, dan apabila para pengungsi sakit atau kurang sehat agar jangan segan-segan untuk berobat ke petugas kesehatan yang sudah disiapkan dan bila perlu tim kesehatan setiap hari memantau  kondisi para pengungsi terkait dengan kondisi kesehatannya.

"Kepada para petugas dilapangan baik tim kesehatan, dapur umum maupun yang lainnya agar tetap semangat dalam memberikan pengabdiannya kepada saudara-saudara kita ini", tandasnya.

KODIM 1606/LOBAR GELAR LOMBA CATUR DAN MEWARNAI

Puluhan siswa/siswi sekolah menengah atas memenuhi aula Makodim 1606/Lobar pada hari Kamis 2 Agustus 2018. Kedatangan siswa/siswi di kantor Makodim 1606/lobar ini dalam rangka untuk mengikuti kegiatan lomba catur dan mewarnai yang digelar oleh Kodim 1606/Lobar.

Kegiatan lomba tersebut merupakan salah satu dari kegatan Komsos kreatif yang dilaksanakan oleh satuan Kodim 1606/Lobar. Kegiatan Komsos kreatif ini digelar dengan tujuan untuk mencari bibit atlet catur dan seniman-seniman muda yang nantinya diharapkan dapat mengharumkan nama NTB tidak hanya ditingkat nasional namuan juga ditingkat internasional. 


Seperti apa yang disampaikan oleh Kasdim 1606/Lobar Mayor Inf Januardi pada saat membuka acara Komsos kreatif tersebut mengatakan bahwa banyak pemuda NTB yang memiliki bakat terpendam, untuk itu kegiatan lomba ini kita laksanakan dengan harapan generasi muda ini dapat menyalurkan bakat mereka, selain itu kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menangkal berbagai pengaruh negatif dari perkembangan globalisasi yang saat ini sangat meresahkan seperti pergaulan bebas, Radikalisme, narkotikan dan berbagai pengaruh negatif lainnya. Saya juga sangat mengaharakan kegiatan lomba-lomba seperti ini dapat sesering mungkin diadakan diwilayah NTB khususnya di kabupaten Lobar, sehingga para generasi muda ini akan semakin  bersemangat dalam mengasah bakat dan kemampuan  mereka, bila generasi muda maju maka NTB akan semakin maju.    

Rabu, 01 Agustus 2018

Satgas Kesehatan Divisi 1 Kostrad Jemput Bola ke rumah Warga yang Sakit

Tim Dukungan Kesehatan Batalyon Kesehatan (Yonkes) Divisi 1 Kostrad siang tadi mendatangi rumah warga di Dusun Kokoq Putih Desa Bilok Petung dan Desa Sajang Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Rabu (1/8).

Tim Dukkes dengan kekuatan personel 2 Regu dipimpin langsung Lettu Ckm Romadhon bersama 2 orang Dokter memberikan pengobatan terhadap 55 orang pasien korban gempa pada Minggu pagi lalu.

Menurut Romadhon, sebanyak 90 orang warga yang diperiksa namun hanya 35 orang yang diobati karena sakit batuk maupun pilek dan sisanya terkena darah tinggi (tensi) yang tidak berakibat fatal.

"Tadi juga ada seorang Bidan Desa (Dende Puput) yang sedang hamil muda dengan kondisi kolap akibat tidak mau makan, langsung diberikan inpus oleh Dokter dan dibekali obat-obatan untuk mengantisipasi warga yang sakit di Desa tersebut", ungkapnya.

Ibu Bidan yang sakit sambungnya, sudah ditawarkan untuk dibawa ke Rumah Sakit Lapangan yang sudah kami siapkan sebelumnya, namun tidak berkenan sehingga dari tim Dukkes menunggunya hingga sore hari.

Romadhon berharap bagi warga korban gempa yang membutuhkan pengobatan dan perawatan ataupun yang ada kaitannya dengan kesehatan agar tidak segan-segan mendatangi tempat kami di samping Kantor Camat Sembalun atau melaporkan diri ke Koramil sembalun sehingga bisa diarahkan ke tempat kami", tandasnya.

Kamis, 26 Juli 2018

KODIM 1606/LOBAR GELAR KARBAK BERSIHKAN TIMBUNAN PASIR RUMAH WARGA


Gelombang pasang air laut menerjang sepanjang pantai Ampenan Kota Mataram dan pesisir pantai Induk Kecematan Gerung Kab. Lobar, cuaca exstrim yang terjadi  beberapa hari terakhir ini sangat dirasakan dampaknya terutama bagi para nelayan dan masyarakat yang tinggal dipesisir pantai. Gelombang pasang menghantam perkampungan nelayan yang ada di Dusun Taman Desa Taman Ayu Rt 2 Kec Gerung dan lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan. Akibat terjangan ombak pasang tersebut sekitar tiga rumah tertimbun pasir dan beberapa rumah warga yang ada di pesisir pantai juga terendam oleh air laut  akibat diterjang air pasang. Babinsa Taman Ayu Sertu Jhon Dacosta yang kami temui mengatakan bahwa air laut yang naik ke pemukiman warga  terjadi pada hari rabu, namun tidak terlalu parah. Pada hari kamis 26 Juli 2018 pukul 04.00 air laut yang naik kepemukiman warga semakin besar dan mengakibatkan salah satu rumah warga roboh dan tertimbun pasir. Untuk itu, warga tersebut kami ungsikan ke tempat yang lebih aman dan beberapa warga yang rumahnya berada dipinggir pantai juga kami minta untuk mengungsi terlebih dahulu.

Saat mendengar informasi dari anggota Babinsa, Dandim 1606/Lobar langsung terjun ke lokasi. Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., saat di wawancara sejumlah media mengatakan Ia sudah memerintahkan anggota Koramil 1606-09/Ampenan dan  Koramil 1606-04/Gerung untuk segera membantu warga dan melaksanakan kegiatan karya bhakti.  "Tadi pagi anggota Koramil langsung terjun untuk membantu warga membersihkan pasir yang ada dirumah warga akibat terjangan ombak", kata Joko sapaan Dandim Lobar.
Dandim juga mengatakan bahwa permasalahan ini sudah dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Daerah setempat untuk melakukan langkah-langkah yang efektif untuk mengantisipasi adanya kerusakan yang lebih besar.

Sementara hingga saat ini hanya satu warga  pemilik rumah yang tertimbun diungsikan ke rumah tetangga ataupun keluarga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Joko berharap agar Pemerintah Daerah kedepan membuat tanggul barrier pemecah ombak atau merelokasi warga disekitar pinggir pantai ke lokasi yang lebih aman sehingga tidak menjadi siklus tahunan seperti sekarang ini', pungkasnya.


Sabtu, 21 Juli 2018

Tanamkan Bela Negara, Babinsa Latih PBB Kepada Siswa SMKN 7 Mataram

Mataram - Dalam rangka Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), pihak SMKN 7 Mataram melatih dan membina kedisiplinan generasi muda sejak dini, anggota Babinsa Koramil Gerung Serka Ahmad dan Serka Jusuki melaksanakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa SMKN 7 Mataram, Jumat(20/7) bertempat di lapangan sekolah.

Kegiatan pelatihan PBB diikuti oleh seluruh siswa-siswi baru (Kelas 10) sebanyak 220 orang. Tujuannya agar para siswa dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan sebagai bekal awal bela Negara dan untuk menumbuhkan sikap disiplin di lingkungan sekolah.

Menurut Serka Ahmad, membenarkan apa yang dilakukan oleh Babinsa karena kegiatan semacam ini memang perlu dan sangat penting untuk dilakukan sehingga nantinya para siswa SMA/SMK bisa melaksanakan baris berbaris dan tata upacara bendera dengan baik.

“Bisa mempermudah pihak sekolah saat membutuhkan siswa dalam melaksanakan upacara bendera. Jadinya tidak susah cari mana siswa yang bisa maupun tidak. Kan sudah ada dan siap di pakai,” tambah Ahmad.

Hal senada juga di sampaikan oleh Serka Jusuki, baris berbaris dan tata upacara yang sudah dilatihkan Babinsa, diharapkan dengan sendirinya bisa dikembangkan dan dapat berjalan dengan baik di sekolah. Ini juga merupakan pendidikan awal bela Negara dan untuk menumbuhkan sikap disiplin di lingkungan sekolah, terang Jusuki.

Kepala sekolah SMKN 7 Mataram, M.Zulkarnain, SE.,MM, menyampaikan terima kasih kepada TNI khususnya Koramil Gerung yang sudah bersedia dengan tulus membantu memberikan pelatihan ini kepada para siswa asuhannya serta mengharapkan kegiatan semacam ini terus dilakukan agar anak-anak menjadi terbiasa, termotivasi dan menjadi lebih baik dalam sikap disiplinnya di sekolah maupun di luar sekolah serta dapat membantu merubah karakter siswa menuju kearah yang lebih baik, katanya via telepon seluler saat dihubungi media

Rabu, 18 Juli 2018

Siswa Baru Dikenalkan Wasbang dan Bela Negara

Memasuki tahun ajaran baru, para siswa siswi mulai masuk sekolah dengan pengenalan sekolah atau masa orientasi sekolah (Mos). Salah satunya SMKN 1 Lingsar Lombok Barat, sejak pagi tadi ratusan siswa diberikan pembinaan dan pengenalan tentang wawasan kebangsaan (Wasbang) maupun bela negara oleh anggota Koramil 1606-08/ Narmada Pelda M. Karim, Rabu (18/7).

Menurut Karim, pembinaan dan pengenalan Wasbang maupun bela negara kepada siswa baru tersebut atas permintaan sekolah sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kebersamaan diantara para siswa.

Selain itu sambungnya, yang lebih utama yakni menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri masing-masing siswa sehingga memiliki rasa kebanggaan kepada negara dan bangsa.

Terpisah Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., membenarkan kegiatan yang dilakukan anggota dibeberapa Koramil. "Mereka memang memberikan pembinaan Kedisiplinan dan wasbang di sekolah-sekolah dan itu merupakan bagian dari pembinaan teritorial di wilayah", kata Joko.

Joko berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan pemahaman dan peningkataan disiplin siswa baik dalam belajar di sekolah, dirumah maupun rasa hormat kepada guru maupun orang tua.



Sabtu, 14 Juli 2018

TNI AD mulai rehab Rumah Zohri, Sinergitas Komponen Bangsa*

Sejak pagi tadi, rumah peraih piala emas lomba lari 100 meter Finlandia Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pengsor Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dibongkar sejumlah personel TNI yang dibantu masyarakat setempat, Sabtu (14/7).

Menurut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., saat diwawancarai sejumlah media dilokasi menyampaikan pembongkaran tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya bersama keluarga Lalu Muhammad Zohri dan Alhamdulillah keluarganya semalam (Jumat kemarin malam) mengijinkan dan merestui perehaban ini.


Namun sambungnya, perehaban ini tidak mengubah konsep aslinya dengan tetap menggunakan kayu dan atapnya menggunakan genteng sesuai permintaan dari pihak keluarga sehingga tidak merubah kesan aslinya. "Cuma konsep bangunananya yang akan kami lebarkan 1 meter ke belakang supaya lebih luas dengan atap naik menjadi menjadi 3 meter agar lebih nyaman", ungkap Rizal.

Dilanjutkannya, di dalam ruangan akan kami pasang keramik, dibuatkan ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur yang sebeumnya belum ada kamar mandi dan dapur dengan harapan sekembalinya nanti lebih bisa meningkatkan prestasinya di tingkat internasional.

Terkait seluruh biaya kata Rizal, Alhamdulillah sudah banyak donasi dari seluruh Indonesia dan juga banyak yang sudah menghubungi kami untuk membantu, salah satunya ITDC untuk di wilayah NTB. "Jumlah anggaran perehaban rumah masih dihitung oleh Danden Zibang 2/IX Mataram Letkol Czi dan direncanakan satu bulan kedepan sudah selesai karena dibantu masyarakat dan steakholder yang lain", kata pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain perehaban rumah tambah Rizal, juga akan dilakukan perabatan jalan. "Kami  juga akan mengerjakan fasilitas umum berupa perabatan jalan sekaligus pemasangan lampu penerangan jalan agar nyaman digunakan oleh masyarakat dan anak-anak juga bisa bermain dengan aman", pungkasnya.

Selain personel TNI yang melaksanakan pembongkaran dan perehaban, terlihat juga dilokasi anggota PLN untuk membantu memasang lampu jalan dan dari BPN untuk mengukur luas tanah milik keluarga Lalu Muhammad Zohri dalam rangka pembuatan sertifikat.

Kamis, 14 Juni 2018

SINERGITAS TNI POLRI AMANKAN SHOLAT IED TAREKAT NAKSAHBANDIAH

Dalam Islam ada beberapa aliran dan pemahaman berdasarkan khilafiah dan Imam yang berbeda pula. Seperti yang terjadi pagi ini, aliran Tarekat Naksahbandiah di Lingkungan Kebun Lauk Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram menetapkan 1 Syawal 1439 H dan melaksanakan Sholat Idul Fitri bersama di Masjid  Rodhatul Khair, Kamis (14/6).

Babinsa Kelurahan Pagutan Serda Supardi bersama Babinkamtibmas melaksanakan pengamanan pelaksanaan kegiatan Sholat Ied yang berlangsung aman dan lancar.
Menurut Supardi, Ia bersama Babinkamtibmas Pagutan melaksanakan pengamanan kegiatan sholat Ied aliran Tarekat Naksahbandiah ini karena pelaksanaannya tidak mengikuti keputusan pemerintah atau mendahului dari jadwal pemerintah.
Namun dalam pelaksanaannya sambung Supardi, Alhamdulillah berlangsung aman dan lancar walaupun terlihat sedikit berbeda.

Terpisah Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., mengucapkan terimakasih kepada Babinsanya atas kinerjanya yang siap setiap saat menghadapi perubahan jadwal pelaksanaan sholat Idul Fitri di Desa binaannya.
"Bagi umat Muslim yang lain agar bisa memahami perbedaan pemahaman ini sehingga pelaksanaan perayaan lebaran ataupun sholat Idul Fitri dapat berjalan aman dan lancar", harapnya.
Joko juga menghimbau agar selama pelaksanaan lebaran tidak ada hal-hal yang bersifat mencoreng dan menodai 1 Syawal dengan tetap mengedepankan saling menghargai, menghormati dan kebersamaan karena hari itu merupakan hari yabg sakral untuk saling memaafkan.

Rabu, 11 April 2018

BERSAMA HIJAUKAN INDONESIA UNTUK GENERASI PENERUS BANGSA

Lombok merupakan salah satu pulau yang berada diwilayah Nusa Tenggara Barat. Keindahan pulau ini tidak hanya dikenal oleh wisatawan domestik saja namun juga wisatawan macanegara. Bukan hanya alamnya yang indah, tanahnyapun  juga  sangat  subur, sangat disayangkan apabila lahan yang subur ini dibiarkan tandus dan kering, padahal kita ketahui bersama bahwa tumbuhan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan.  Keberadaan hutan di Lombok ini sendiri semakin hari semakin mengkhawatirkan, kegiatan ilegal loging yang dilakukan oleh oknum  yang tidak bertanggung jawab terus saja terjadi, walaupun pemerintah daerah dan aparat terkait telah melakukan berbagai cara untuk menghentikan aktivitas tersebut dengan memberikan  tindakan tegas bagi para pelaku ilegal loging, namun hal tersebut  masih saja terjadi, sehingga menyebabkan jumlah hutan yang ada di pulau Lombok ini semakin hari, semakin berkurang. 
Selain aktivitas  Ilegal loging dan penjarahan yang mengancam keberadaaan hutan, alih fungsi hutan juga menjadi penyebab berkurangnya jumlah hutan diwilayah NTB khususnya di pulalu Lombok ini. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah telah membangun hutan tanam industri, hutan tanam rakyat serta kegiatan penghijauan.
Seperti  apa yang dilaksanakan oleh anggota Korem 162/WB dan Kodim 1606/Lobar pada hari Rabu 11 April 2018 diwilayah Dusun Lendang Damai Desa Mareje Timur Kec. Lembar Kab. Lobar menggelar kegiatan penghijauan. 
Dalam kesempatan tersebut Dandim 1606/Lobar Letnan Kolonel Czi Djoko Rahmanto, S.E. mengatakan bahwa  kegiatan penghijauan yang dilaksanakan ini,  tidak hanya untuk mendukung program pemerintah saja, namun juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam. Seperti kita ketahui bersama bahwa bencana alam yang terjadi diwilayah Indonesia ini  khususnya di wilayah Kab. Lombok Barat disebabkan oleh kerusakan hutan, untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memperbaiki lingkungan dengan cara melakukan kegiatan penghijauan sebagai langkah awal dalam penanggulangan kerusakan hutan dan sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Mari kita bersama-sama melestarikan dan menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup anak dan cucu kita dan saya juga berharap agar kegiatan penghijauan atau budaya  tanam pohon seperti ini dapat terus diwariskan kepada generasi penerus secara berkelanjutan sehingga kelestarian alam terutama  hutan yang ada di NTB khususnya dipulau Lombok dapat terus terjaga karena hutan yang merupakan paru-paru dunia ini memiliki peran sangat penting bagi mahluk hidup yang ada di bumi ini. Dengan tema “BERSAMA HIJAUKAN INDONESIA UNTUK GENERASI PENERUS BANGSA” diharapkan kegiatan penghijauan yang dilaksanakan pada hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Hadir dalam  kegiatan penghijauan  tersebut Dandim 1606/Lobar Letkol CZI Djoko Rahmanto,  S.E., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB, PLT Bupati Lobar, Kapolres Lobar, Kepala  KPH  Rinjani Barat, Kasiter Korem 162/WB, Kasad Polair Polda NTB, Kasad Pol PP Lobar, Camat Lembar, Kades MarejeTimur,  Tokoh masyarakat dan Pelajar.

Minggu, 08 April 2018

Koramil 1606-07/Gunungsari Bersama Masyarakat Balekuwu Bersatu Cor Lantai Dua Masjid


Tempat ibadah secara khusus bagi umat muslim memang sangat dibutuhkan, selain dapat menambah kenikmatan dalam beribadah juga sebagai kebanggaan bagi masyarakat itu sendiri.

Seperti yang dilakukan hari ini, Minggu (8/4) masyarakat Balekuwu Desa Gunungsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat beramai-ramai bersama anggota Koramil 1606-07/Gunungsari bersatu padu melakukan pengecoran lantai dua pembangunan masjid Baitul ‘Ilmi. Mereka bahu membahu bergotong royong dengan penuh semangat dan keceriaan menyelesaikan pengecoran.

Pada kesempatan tersebut, Danramil 1606-07/Gunungsari Kapten Chb Danang Kristyanto yang ikut bergabung bersama masyarakat menyampaikan rasa syukur dan bangga melihat antusias anggotanya bersama masyarakat bahu membahu mengecor lantai dua pembangunan Masjid.

“ini bukan yang pertama kali kami turun membantu masyarakat, namun kali ini lebih seru karena hampir seluruh warga turun bergotong royong dengan semangat yang luar biasa”, ungkap danang.

Danang berharap, kegiatan yang dilakukan ini sebagai wujud pengabdian TNI kepada ibu kandungnya karena TNI berasal dari rakyat sehingga terjalin hubungan emosional yang harmonis antara TNI dengan masyarakat terutama masyarakat yang berada di wilayah binaan’, pungkasnya.

Sementara salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota Koramil Gunungsari karena telah membantu melakukan pengecoran lantai dua Masjidnya dengan sukarela dan ikhlas. Menurutnya, Lantai dua Masjid ini diharapkan bisa digunakan pada bulan puasa mendatang mengingat jumlah warga Balekuwu sudah mulai bertambah”, tutupnya.

Senin, 12 Maret 2018

Kerjasama Dengan BNN Mataram, Kodim 1606/Lobar Cegah Bahaya Narkoba






“Kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dikalangan Prajurit Kodim 1606/Lobar akan terus dilakukan untuk mengantisipasi dan menghindari adanya penyalahgunaan barang haram tersebut”, kata Kepala Staf Kodim 1606/Lobar Mayor Inf Januardi mengawali sambutannya pada acara sosialisasi tentang P4GN di Makodim 1606/Lobar, Senin (12/3).

Dilanjutkannya, sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan wawasan tentang bahaya Narkoba kepada para Prajurit sehingga kedepan tidak ada Prajurit khususnya anggota Kodim 1606/Lobar yang ingin coba-coba apalagi memakai ataupun mengedarkannya, karena sanksinya sudah jelas dan sangat tegas yaitu dikeluarkan dari dinas TNI AD.

“Kita ketahui bersama, Narkoba masuk ke negara kita bukan lagi dalam jumlah kiloan, namun sampai ton-tonan sehingga Indonesia dinyatakan darurat Narkoba”, tambah Januardi.

Januardi berharap, sinergitas Kodim 1606/Lobar dan BNN Kota Mataram dalam memberantas peredaran gelap Narkoba khususnya di wilayah Kota Mataram agar terus dipelihara dan ditingkatkan sehingga apabila BNN membutuhkan tenaga kita, mak kita akan siap untuk memberikan bantuan.

Sementara Kepala BNN Kota Mataram Drs. H. Nur Rachmat dalam sambutannya menyampaikan, data BNN tentang pengguna ataupun kasus narkoba setiap tahunnya terus meningkat bahkan mengakibatkan kematian. “Data kami di BNN hingga saat ini khususnya para pengguna terus meningkat bahkan beberapa kasus sampai ada yang meninggal karena ketergantungan atau kecanduan dengan barang najis tersebut yang tidak mengenal usia, latar belakang, status sosial maupun ekonomi.

“Sampai saat ini, ada 68 jenis Narkotika yang sudah beredar di Indonesia dan baru 60 jenis yang bisa kita lampirkan untuk dilampiran Undang-Undang dan sisanya masih diperjuangkan untuk dapat dilampirkan”, sebut Rachmat.

Ditambahkannya, pencapaian yang telah berhasil diraih seperti mengungkap jaringan peredaran tembakau gorilla atau ganja sintetik serta ikut berperan menangkap kurir pembawa 223,95 gram shabu di Bandara Internasional Lombok pada bulan Oktober 2017 lalu menjadi motivasi bagi BNN Kota Mataram untuk memperkuat komitmen memberantas peredaran gelap Narkoba sampai tuntas hingga ke akar-akarnya dengan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap kepada TNI untuk membantu melakukan pemberantasan Narkoba, khususnya kepada para Babinsa Kodim 1606/Lobar yang sangat berperan aktif di masyarakat sehingga dapat memperkecil ruang gerak para pengedar maupun pengguna Narkoba”, pungkasnya.

 
Back To Top