TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Korem162/WB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korem162/WB. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2018

Presiden ke NTB Serahkan Langsung Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis pagi, 18 Oktober 2018. Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.55 WIB.

Tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Kabupaten Lombok Tengah pada pukul 10.30 Wita disambut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Pangdam IX/udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda NTB Irjen Pol Achmad Juri, Gubernur Dr. Zulkieflimasyah dan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Presiden langsung bertemu sejumlah pejabat dari daerah terdampak gempa. 

Selanjutnya Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat dengan menggunakan helikopter Super Puma.

Presiden dan rombongan kemudian menuju kantor Bupati Sumbawa Barat untuk menyerahkan langsung buku tabungan stimulan pembangunan rumah bagi korban gempa.

Pada siang harinya, Presiden direncanakan untuk menuju Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, guna meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). 

Setelah itu, Presiden akan berangkat menuju Dusun Pademekan, Desa Belanting, Kecamatan Sembelia untuk melakukan peninjauan. Tak hanya itu, Presiden juga akan menyaksikan penandatanganan SPK kelompok antara masyarakat dan aplikator RISHA.

Pada petang harinya, Presiden diagendakan untuk menuju Kabupaten Lombok Tengah guna menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana alam.

Presiden dan rombongan kemudian akan kembali ke Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid untuk terbang menuju Provinsi Bali. Setibanya di Bali, Presiden akan menuju hotel untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Dalam kunjungan ke NTB kali ini, Presiden ingin melihat langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa serta memastikan bahwa penyederhanaan administrasi untuk pemanfaatan dana bantuan pemerintah bagi warga terdampak gempa telah dilakukan. 

Sebelumnya, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna pada Selasa (16/10), Presiden memerintahkan jajarannya untuk menyederhanakan proses administrasi bagi warga terdampak gempa dalam pemanfaatan dana bantuan pemerintah.

"Kita juga sudah memutuskan untuk prosedur pengambilan uang yang sudah diberikan itu agar disederhanakan. Dari 17 prosedur yang ada, kemarin sudah diputuskan menjadi 1 prosedur saja yang harus diikuti," ujar Presiden ketika itu. 

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa penyederhanaan prosedur tersebut tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam penerbangan menuju Provinsi NTB ini Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

Sabtu, 13 Oktober 2018

Setelah Dibangun : Danrem 162/WB Bersama Bupati KLU Dan Direktur Conwood dan Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa

Tanjung - Berbagai upaya yang dilakukan TNI bekerja sama dengan instansi terkait termasuk swasta untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dilakukan. Salah satunya mendatangkan PT. Conwood yang berlokasi di Jakarta untuk membantu warga yang terkena musibah gempa membangun rumah hunian tahan gempa dengan bahan yang dibuat oleh PT. Conwood sendiri.

Siang tadi, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Bupati Kab Lombok (KLU) UtaraDr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Dan Direktur PT. Conwood Rizki Kresno menyerahkan kunci rumah tahan gempa Conwood secara simbolis kepada Serda Ahmad Zaini anggota Korem 162/WB di Dusun Cupek Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung KLU, Sabtu (13/10).

Bupati KLU dalam sambutannya mengucapkan terimakasih PT. Conwood yang telah memberikan contoh rumah tahan gempa kepada masyarakatnya yang ada di Kecamatan Tanjung. Selain itu, Dr. H. Najmul Ahyar juga mengucapkan terimakasih kepada Danrem 162/WB yang selalu hadir di setiap kesempatan untuk membangun rumah masyarakat pasca gempa khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

"Jika memungkinkan dengan dana Rp 50 juta yang diberikan pemerintah, masyarakat bisa memiliki membuat rumah Conwood", harapnya.

Senada dengan Bupati KLU, Danrem 162/WB juga terus berupaya untuk mengkoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemda untuk mencari solusi agar masyarakat lebih cepat kembali ke rumah masing-masing mengingat sekarang sudah mulai musim hujan.

Menurutnya, masyarakat harus bersabar dan selalu berikhtiar karena semua butuh proses dan pihaknya akan selalu berusaha untuk membantu mendatangkan para relawan ke NTB sehingga masyarakat akan lebih cepat bangkit kembali dari keterpurukan.

"Saat ini ada 10 rumah yang rusak berat dan telah memperoleh bantuan stimulan, kami telah memberikan perintah kepada para Babinsa untuk membantu dalam pembangunan rumah Conwood karena sudah ada panel atau bahan-bahannya sehingga prosesnya cepat, dalam waktu tiga minggu rumah sudah jadi", kata Rizal.

Orang nomor satu dijajaran Korem itu berharap, dana stimulan yang diberikan Pemerintah agar dapat digunakan untuk membangun Rumah Conwood seperti rumah yang akan diserah PT. Conwood kepada empat orang anggota Korem dan Kodim 1606/Lobar sekarang ini.

Sebelumnya, Direktur PT. Conwood menyampaikan situasi dan kondisi di KLU saat ini masih terlihat darurat, banyak puing-puing yang belum dibersihkan sehingga pihaknya bekerjasama dengan Bais TNI dan Korem 162/WB untuk sementara hanya bisa menyumbang empat unit rumah Conwood di KLU. "Ini sebagai contoh bentuk dan model rumah Conwood", jelasnya.

"Tenaga pembangunan rumah tersebut dari anggota TNI yang belum pernah membangun rumah Conwood, kami hanya mendatangkan satu orang tehnis saja dari Jakarta", ungkapnya.

Terkait dengan rencana kedepan, Rizki Kresno mengatakan pihaknya punya PR untuk mengkoordinasikan kembali tentang pembangunan rumah Conwood, agar dana stimulan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 50 juta bisa mencukupi untuk pembangunan satu unit Rumah Conwood karena dana yang dibutuhkan untuk pembuatan rumah Conwood tipe 36 sebesar Rp 100 juta.

"Dalam pembangunannya, PT. Conwood bekerjasama dengan Deplover PT. Genta dengan alamat Kantor di Jalan Pejanggik Nomor 92 Kota Mataram.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada anggota TNI yang membantu pembangunan rumah Conwood, penyerahan sembako secara sombolis oleh Danrem 162/WB kepada masyarakat KLU, penyerahan secara simbolis 200 Sajadah oleh Ibu Hera (Bursa Sajadah) dan Direktur Conwood, peresmian rumah Conwood secara simbolis oleh Direktur PT. Conwood dengan pemotongan pita dan penyerahan kunci rumah Conwood kepada empat orang anggota TNI yang berdinas di Korem dan Kodim 1606/Lobar.

Jumat, 05 Oktober 2018

Gelar Upacara Peringatan HUT ke 73, Danrem 162/WB Tegaskan Profesionalisme TNI Untuk Rakyat

Setiap tanggal 5 Okteober diperingati sebagai hari lahirnya Tentara Nasional Indonesia dengan menggelar Upacara Peringatan HUT TNI.

Kali ini Upacara Peringatan HUT TNI ke 73 tahun 2018 dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur NTB melibatkan personel TNI, Polri, FKPPI, dengan Inspektur Upacara danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., yang dihadiri ratusan undangan dari berbagai institusi dan kalangan masyarakat, Jumat (5/10).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 162/WB mengajak untuk terus memanjatkan doa agar meringankan beban yang menimpa korban gempa di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Mountong serta Lombok NTB.

“TNI bersama komponen bangsa telah bekerja bahu membahu, berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita yang terkena gempa dengan mengerahkan personel dan alutsista memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap sebagai bentuk profesionalisme TNI untuk rakyat”, ungkap Panglima TNI.

Dilanjutkannya, Tugas lain yang tidak kalah pentingnya yakni membantu pemerintah dalam mengatasai terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat dalam event-event strategis nasional dan internasional.

“Selain tugas perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan Pemilu dengan tetap komitmen menjaga Netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019 mendatang dengan memegang tekad menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI”, tegasnya.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan untuk dijadikan sebagai pedoman bagi Prajurit TNI dalam melaksanakan tugas diantaranya mempertahankan dan meningkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, Meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, mantapkan netralitas TNI baik secara individu maupun satuan dalam Pemilu 2019 dan laksanakan tugas secara ikhlas.

Pada kesempatan tersebut terlihat hadir Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Kapolda NTB, Ketua DPRD NTB, Forkopimda Mataram, Forkopimda Lobar dan Lotim, para sesepuh TNI, PKPPI dan Ibu-Ibu Dharma Pertiwi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta ratusan undangan lainnya.

Rangkaian Upacara Peringatan HUT TNI ke 73 tahun 2018 ditutup dengan simulasi pembebasan sandera di Kantor Gubernur NTB oleh personel gabungan TNI dari tiga matra, Parade Defile dari pasukan TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat yang terdiri dari Insan pers, Komoditas Cidomo, sepeda Ontel, Vespa, Mobil tua, Mobil off road, Harley Davidson dan lainnya.

Terpisah Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan Upacara Peringatan HUT TNI ke 73 ini dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia. Secara nasional di pusatkan di empat titik yakni di Sabang Provinsi Aceh, Merauke di Papua, Pulau Rote di NTT dan Miangas di Sulawesi Uatra.

“Untuk wilayah NTB sendiri, seluruh Kodim jajaran juga ikut menggelar Upacara Peringatan HUT TNI ke 73 tahun 2018 dengan harapan rasa kecintaan dan kebanggaan sebagai Prajurit TNI terus tertanam dalam sanubari Prajurit sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas kinerja pada masa yang datang”, tandas pria melati satu tersebut.

Senin, 17 September 2018

Satuan Jajaran Korem Intens Laksanakan Program Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes Urine

Korem 162/WB bersama satuan jajarannya terus menerus melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan bahaya Narkoba kepada anggota beserta keluarga. Pagi tadi, Kodim 1606/Lobar dan Kodim 1614/Dompu menggelar penyuluhan Bahaya Narkoba dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan BNN setempat.

Hal itu diungkapkan Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dalam Press Realisnya di Makorem, Senin (17/9). Dilanjutkannya, Selain penyuluhan bahaya Narkoba juga dilakukan tes Urine kepada para personel baik secara keseluruhan ataupun secara acak untuk memastikan Prajurit tidak menggunakan atau memakai Narkoba.

"Upaya ini sebagai langkah untuk Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan Prajurit TNI khususnya Korem dan jajaran mengingat sanksi hukumannya sangat berat jika terbukti menggunakan barang haram tersebut", tegasnya.

Terpisah Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., disela-sela kesibukannya menyampaikan P4GN merupakan program yang harus dilakukan seluruh satuan untuk menghindari adanya penyalahgunaan Narkoba dilingkungan Prajurit Korem dan jajaran beserta keluarga.

"Kegiatan penyuluhan dan pengecekan urine secara berkala seperti saat ini dapat mencegah peredaran dan penggunaan Narkoba di lingkungan Prajurit mengingat sanksinya hingga dikeluarkan dari dinas TNI secara tidak hormat atau dipecat", kata Rizal.

Rizal berharap hasil penyuluhan ini nantinya para Babinsa bisa mensosialisasikan kembali kepada warga desa binaannya secara serentak sehingga bisa memperkecil dan memutus ruang gerak para pengedar Narkoba.

Rabu, 29 Agustus 2018

Korem Berkolaborasi Bantu Pos dan Giro Distribusi Logistik Untuk Korban

Sejak dua hari yang lalu, sekitar 30 orang anggota Korem 162/WB sudah stand by membantu Pos dan Giro Mataram untuk memilah dan memilih barang bantuan yang datang dari luar daerah untuk korban gempa di Provinsi NTB.

Siang tadi, Rabu (29/8) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., didampingi para Kasi mengunjungi Gudang Pos dan Giro Cabang Mataram dan disambut Wakil Kepala Kantor Pos dan Giro Mataram Sugiono.

Pada kesempatan tersebut, Rizal menyampaikan sejak dua hari TNI sudah berkolaborasi membantu Pos dan Giro untuk memilah-milah bantuan logistik yang dikirim para relawan dan donatur dari luar daerah sesuai dengan alamat perorangan maupun ke Posko pengungsian.

"Terutama untuk alamat tujuan perorangan mengalami kesulitan karena kemungkinan pindah atau mengungsi ke tempat lain", kata Rizal.

Dilanjutkannya, TNI mensupport Pos dan Giro khususnya terkait tenaga untuk membantu memilah dan mendistribusikan bantuan baik ke BPBD maupun Dari BPBD ke Kecamatan dan dari Kecamatan ke Desa hingga ke Dusun-Dusun bersama para Babinsa, Kades dan Babinkamtibmas.

"Terkait dengan bantuan logistik harus masuk ke BPBD untuk diverifikasi dengan baik, setelah itu baru didistribusikan ke Kecamatan, ke Desa dan Dusun", pungkasnya.

Sementara Wakil Kepala Kantor Pos dan Giro Mataram Sugiono menjelaskan PT. Pos pada minggu ke tiga ini sudah bisa mengurai akar permasalahannya, alat Posko diserahkan kepada BPBD dan alamat pribadi akan dipanggil atau diantarkan ke alamat tujuan.

Sugiono juga mrngucapkan permohonan maaf kepada pelanggan Pos. "Permohonan maaf terhadap pelanggan PT. Pos agar bersabar karena masih ada beberapa yang belum sampai di Mataram dan kalau sudah sampai makan akan kami panggil atau diantarkan ke alamat", ungkapnya.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 24 ton bantuan yang ada di PT. Pos dan dalam pendistribusiannya ke Posko jika mengalami kesulitan, akan berkoordinasi dengan TNI atau Babinsa dan aparat yang lainnya maupun seluruh lapisan masyarakat.

Sugiono berharap semoga musibah bencana gempa segera berakhir dan tidak ada lagi masalah di Pulau Lombok", tandasnya.

Rabu, 01 Agustus 2018

Satgas Kesehatan Divisi 1 Kostrad Jemput Bola ke rumah Warga yang Sakit

Tim Dukungan Kesehatan Batalyon Kesehatan (Yonkes) Divisi 1 Kostrad siang tadi mendatangi rumah warga di Dusun Kokoq Putih Desa Bilok Petung dan Desa Sajang Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Rabu (1/8).

Tim Dukkes dengan kekuatan personel 2 Regu dipimpin langsung Lettu Ckm Romadhon bersama 2 orang Dokter memberikan pengobatan terhadap 55 orang pasien korban gempa pada Minggu pagi lalu.

Menurut Romadhon, sebanyak 90 orang warga yang diperiksa namun hanya 35 orang yang diobati karena sakit batuk maupun pilek dan sisanya terkena darah tinggi (tensi) yang tidak berakibat fatal.

"Tadi juga ada seorang Bidan Desa (Dende Puput) yang sedang hamil muda dengan kondisi kolap akibat tidak mau makan, langsung diberikan inpus oleh Dokter dan dibekali obat-obatan untuk mengantisipasi warga yang sakit di Desa tersebut", ungkapnya.

Ibu Bidan yang sakit sambungnya, sudah ditawarkan untuk dibawa ke Rumah Sakit Lapangan yang sudah kami siapkan sebelumnya, namun tidak berkenan sehingga dari tim Dukkes menunggunya hingga sore hari.

Romadhon berharap bagi warga korban gempa yang membutuhkan pengobatan dan perawatan ataupun yang ada kaitannya dengan kesehatan agar tidak segan-segan mendatangi tempat kami di samping Kantor Camat Sembalun atau melaporkan diri ke Koramil sembalun sehingga bisa diarahkan ke tempat kami", tandasnya.

TNI Gelar Karbak Bantu Bersihkan Puing-Puing Gempa Bumi

Ratusan personel Kodim 1615/Lotim bersama anggota Korem 162/WB dan Pramuka Saka Wira Kartika binaan Korem 162/WB sejak pagi tadi hingga sore melaksanakan karya bhakti membersihkan puing-puing akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter pada Minggu lalu, Rabu (1/8).

Usai apel pengecekan, seluruh personel langsung dibagi menjadi 5 kelompok dengan target ditiap-tiap desa se Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP., menyampaikan karya bhakti ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana gempa bumi.

"Sesuai data yang sudah dihimpun, ribuan rumah yang rusak berat maupun ringan baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun Sambalia akan kita bantu bersihkan", ungkapnya.

Namun untuk pembangunannya sambung Agus, sesuai petunjuk dan arahan dari pimpinan akan diserahkan kepada warga mengingat anggaran dana akan diserahkan langsung kepada masing-masing warga yang rumahnya rusak oleh BNPB yang pelaksanaan dibantu dan diawasi oleh Gubernur ataupun Bupati Lombok Timur.

Ditambahkannya, hingga sore tadi puluhan rumah sudah dibersihkan dan siap untuk dibagun kembali oleh pemiliknya, hanya Peskesmas pembantu yang masih dilanjutkan esok hari", pungkasnya.

Terpisah Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., disela-sela kesibukannya menegaskan karya bhakti tersebut akan digelar hingga tuntas baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun di Kecamatan Sambalia.

"Ini upaya kami sebagai aparat Komando Teritorial yang ada di wilayah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa", sebut Rizal sapaan akrab Danrem.

Dilanjutkannya, anggaran dana yang akan diberikan nanti untuk renovasi ataupun bangun ulang bagi yang rumahnya rusak berat sesuai petunjuk dan arahan Presiden RI kepada Menteri PUPR saat kunjungan dilokasi bencana yakni sekitar 40 hingga 50 juta rupiah per keluarga, namun itu dilihat berdasarkan tingkat kerusakan rumah.

"Semoga cuaca tetap mendukung sehingga proses pembersihan secepatnya bisa diselesaikan sehingga warga secepatnya bisa membangun dan menempati rumahnya kembali", tandanya.

Senin, 30 Juli 2018

THE INDONESIAN NATIONAL ARMED FORCES MANDALIKA INTERNATIONAL MARATHON. KUTA BEACH, THE MANDALIKA.


 
Back To Top