TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Penrem 162/WB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penrem 162/WB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Berdayakan Potensi Wilayah, Babinsa Bersama Pemuda Lenangguar Bersihkan Destinasi Wisata

Sumbawa - Babinsa Desa Lenangguar Koramil 1607-03/Ropang Sertu Nurdin bersama para pemuda Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa membersihkan dan merapikan lokasi wisata alam Teba Morin yang sudah mulai dikenal masyarakat Kabupaten Sumbawa sebagai tempat rekreasi.

Danramil 1607-03/Ropang Kapten Inf Suhelik menyampaikan pembenahan tempat wisata tersebut sebagai upaya Babinsa bersama masyarakat setempat membangkitkan potensi yang ada di desa binaan untuk menunjang perekonomian masyarakat.

"Tugas sebagai seorang Babinsa tidak hanya melakukan pembinaan dari salah satu segi aspek Pertahanan saja, namun bagaimana melihat segala potensi yang ada di desa dalam rangka memberdayakan Dan meningkatkan nilai semua potensi yang ada di wilayah," guna kesejahtaraan masyarakat ujar Danramil.

"Semoga apa yang dilakukan Babinsa bersama masyarakat bermanfaat bagi warga setempat khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," tandasnya.

Terpisah Dandim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE., disela-sela kesibukannya memberikan apresiasi atas kemampuan anggotanya dalam melihat potensi yang ada di wilayah.

"Kabupaten Sumbawa saat ini memang masih berbenah dibidang pariwisata dengan menggiatkan kembali tempat-tempat wisata yang bisa dinikmati masyarakat," kata Letkol Samsul.

Menurutnya, tidak hanya masyarakat yang ada disekitar tempat wisata dapat menikmati hasilnya, namun Pemerintah Daerah juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah melalui sektor pariwisata mengingat beberapa lokasi wisata di Kabupaten Sumbawa ini sangat bagus untuk dikembangkan.

"Hal ini kedepan menjadi perhatian kita bersama untuk mengembangkan destinasi wisata di Tana Sabalong Samalewa," pungkasnya.

Danrem 162/WB Berikan Apresiasi Toleransi Umat Beragama Masyarakat NTB

Mataram - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., Dantim Intelrem 162/WB Kapten Inf Aditya Lian Mahardikha melaksanakan patroli pengamanan dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru (Imlek) warga Tionghoa di seputaran wilayah Kota Mataram, Senin malam (4/2).

Beberapa Vihara/Klenteng yang dikunjungi diantaranya Vihara Avalokitesvara Sweta, Vihara Sanata Dharma Maitreya Cakranegara dan Vihara Bodhi Darma Ampenan.

Dalam wawancaranya dengan sejumlah media, Danrem menyampaikan kegiatan patroli pengamanan ini dalam rangka menyambut persiapan acara Gong Xi FA Cai yang merupakan tahun baru Imlek bagi saudara-saudara kita warga Tionghoa yang ada di NTB.

"Kami bersama anggota Kepolisian melaksanakan patroli pengamanan di beberapa Vihara atau Klenteng sebagai pusat acara perayaan," kata Danrem.

Menurutnya, kegiatan patroli seperti ini sebenarnya tidak ada acara yang khusus, namun TNI difungsikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab wilayah masing-masing yang melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas minimal 4 sampai 5 orang disetiap lokasi.

"Situasi selama melaksanakan patroli masih aman dan kondusif, masyarakat warga Tionghoa senang dengan turunnya hujan yang menandakan tahun 2019 ini berkah," ucap Alumni Akmil 93 tersebut.

Selain itu, Danrem juga mengeaskan bahwa toleransi antar umat beragama di wilayah NTB sangat baik, karena saudara-saudara kita yang muslim maupun yang lain ikut membantu pengamanan khusunya di ring luar.

Sementara Ketua bidang ibadah Vihara Bodhi Darma Ampenan Tika Jayanata menjelaskan persiapan perayaan Imlek dilaksanakan seperti biasa mulai dari 27 Januari 2019 dengan berbagai rangkaian kegiatan.

"Mengdakan bakti sosial dilingkungan sekitar tempat ibadah Klenteng, pada tanggal 29 Januari acara menghantar Dewa, pada malam ini akan dilakukan pembersihan Klenteng atau Altar dengan mengadakan upacara menyambut dewa untuk mengambil berkahnya. Pada tanggal 4 Imlek mengadakan Penyambutan Dewa secara resmi, pada tanggal 9 imlek akan diadakan upacara sembahyangan Tuhan dan pada tanggal 15 Imlek adalah puncak perayaan Imlek Cap Go Meh," jelas Jayanata.

Jayanata juga menjelaskan bahwa Sio tahun ini sebagai Sio Babi yang dikaitkan dengan kemakmuran. "Mudah-mudahan memang betul-betul makmur," sebutnya.

Sebagai Ketua Umum bidang Ibadah, ia berharap agar NTB khususnya Lombok terhindar dari segala macam bencana sehingga kehidupan akan lebih baik dan aman serta berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara.

Senin, 04 Februari 2019

Sederhanakan Persyaratan Administrasi Proses Rehab Rekon, Danrem Rakor Bersama Instansi Terkait

Mataram - Dalam rangka percepatan rehabiltasi dan rekonstruksi pasca gempa, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menggelar rapat bersama Kepala Satgas PUPR Gani Gasali Akman beserta anggota, Kalak BPBD H. Muhammad Rum dan PPK, para Dandim dan Kapolres yang wilayahnya terkena dampak gempa, Para Kasi Korem, Kepala BPK NTB, Danramil 1606-07/Gunungsari, Danramil 1606-09/Ampenan, para Pengusaha dari LPJK, RCI, GAPENSI, Conwood, Risha, Risba, Risbari, Aplikator dan pihak Bank BRI di di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Senin (4/2).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan bahwa rapat yang dihadiri seluruh element dalam rangka percepatan proses rehab rekon terhadap dumah rusah ringan, rusak sedang dan rumah rusak berat.

"Kami berupaya menyederhanakan persyaratan administrasi untuk pencairan dana stimulan di Bank BRI karena mulai tanggal 6 Pebruari sudah bisa dilakukan pencairan," kata Danrem.

Penyederhanaan yang dimaskud Danrem adalah dari masyarakat membentuk Pokmas, kemudian memperoleh SK dari Kades dan persetujuan Fasilitator, setelah itu menuju Perkim dan Kalak BPBD, baru bisa dilakukan pengurusan rekening dan pencairan di Bank BRI.

Dalam proses pencairannya, lanjut orang nomor sat di jajaran Korem tersebut, masing-masing kecamatan akan dibuatkan satu tempat pelayanan pencairan dana sehingga prosesnya lebih cepat.

"Setelah pencairan dana oleh Pokmas, dana tersebut diserahkan kepada pengusaha yang sudah ada perjanjian kontrak, dan begitu juga para pengusaha yang sudah menerima dana, segera mendatangkan materialnya ke lokasi pembangunan rumah sesuai dengan sasaran," jelasnya.

Sementara Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar menyampaikan sesuai hasil pendataan hari ini, sudah ada lima Koramil di Kabupaten Lotim yang sudah melaporkan preperensi dengan tiga macam pilihan jenis rumah yakni rumah Risha, Risba dan Riko.

"Ketiga macam rumah tersebut, bangunannya pernah dilihat oleh masyarakat Lombok Timur, sedangkan yang lainnya belum pernah dilihat sehingga kemungkinan mereka akan memilih salah satu dari ketiga rumah tersebut," tutupnya.

Sambut HUT Korem ke 58, Akan Di Gelar Pertandingan Dan Perlombaan Beberapa Cabor Olahraga

Lombok Tengah - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., pimpin rapat dalam rangka menyambut HUT Korem 162/WB ke 58 tahun 2019 di Kantor ITDC Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Senin (4/2).

Rapat yang dihadiri para Dandim, Kasi dan Pasi Korem, Dan/Ka Satdisjan, Ketua Umum Koni Provinsi NTB H. Andy Hadianto, pihak ITDC Bratasuta, Kabid Olahraga Dikpora NTB Anang, perwakilan Dinas PUPR, perwakilan Dinas Kesehatan NTB dan utusan masing-masing pengurus cabang olahraga diantara  Wakil Ketua Perbasi NTB, Sekertaris Pertina NTB H. Haryoto, Ketua Pelti NTB Jamaludin Malady dan Wakil Ketua PBSI NTB.

"Dalam rangka menyambut HUT Korem 162/WB ke 58 tahun 2019 ini akan diselenggarakan berbagai event diantaranya event olahraga. Event ini sengaja dipadukan dengan tradisi Bau Nyale sebagai bentuk kepedulian untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal," kata Danrem.

Dijelaskannya, ada beberapa cabang olahraga yang akan digelar baik untuk masyarakat umum maupun para pelajar, sekaligus untuk mencari bibit yang berpotensi menjadi atlit.

"Olahraga yang dipadukan sambil rekreasi bau Nyale dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sehingga perasaan trauma terhadap gempa akan hilang dan siap menyambut Pemilu dan Pilpres 2019 dalam kondisi fit dan prima.

Danrem menghimbau kepada suluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dan bergabung dalam berbagai pertandingan dan lomba olahraga yang akan digelar nanti dengan tetap mengedepankan sportifitas, keamanan dan keselamatan selama bertanding.

Sementara Ketua Umum Koni Provinsi NTB memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada satuan Korem 162/WB yang akan menyelenggarakan berbagai macam pertandingan dan perlombaan dalam rangak menyambut HUT Korem 162/WB.

"Kegiatan ini selain bisa dijadikan sebagai ajang pemilihan calon atlit NTB, juga dalam rangka membangkitkan dan meningkatkan minat olahraga masyarakat dengan menggelar berbagai pertandingan dan perlombaan," ujar H. Andy Hadianto.

"Semoga dalam pertandingan ini, bisa mendapatkan atlit-atlit berprestasi yang bisa menjadi duta olahraga NTB ditingkat nasional maupun internasional," tandasnya.

Adapun cabang olahraga yang akan digelar dan dilaksanakan di wilayah berdasarkan satuan penyelenggara antara lain sepak bola diselenggarakan Kodim 1606/Lobar, Volly oleh Kodim 1614/Dompu, sepeda santai oleh Kodim 1620/Loteng, Catur oleh Kodim 1608/Bima, futsal dan sakosa Marathon oleh Kodim 1607/Sumbawa, basket oleh Kodim 1615/Lotim, bulu tangkis dan tinju oleh Kodim 1628/SB, Atletik oleh Jasrem, Ninja warrior dan Body Contest oleh Yonif 742/SWY, Tennis lapangan oleh Denkesyah Mataram, Tennis meja oleh Denpom Mataram dan olahraga jalan santai diselenggarakan oleh Tim Intelrem Korem 162/WB.

Minggu, 03 Februari 2019

Danrem 162/WB Tekankan Jangan Ada Yang Menambah Beban Masyarakat Dalam Proses Rehab Rekon Pasca Gempa

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dantim Intel Kapten Inf Aditya Lian Mahardikha melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah kodim 1620/Loteng dan Kodim 1615/Lotim dalam rangka mengecek progress rehab rekons pembangunan rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang disambut Dandim  masing masing wilayah beserta para Pasi dan Danramil jajarannya, Minggu (3/2).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyasar beberapa lokasi baik di Kabupaten lombok tengah maupun Lombok Timur antara lain Desa Bilebante dan Desa Sintung Kecamatan Pringgarata, Desa Sepakek, Dusun Pengengat Desa Pringgajurang utara Kecamatan Montong Gading dan Dusun Dasan Paok Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertatap muka dan berdialog dengan para Failitator umum maupun Babinsa dan Babinkamtibmas, para Pokmas dan dari pihak Bank BRI.

“Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung progress rehab rekons sehingga mengetahui perkembangannya di lapangan karena tanggal 6 Februari mendatang, dana bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang sudah bisa dilakukan pencairan dana di Bank BRI,” kata Danrem saat pertemuan.

Sesuai rencana, Lanjut Danrem,  teknis pencairannya akan dilakukan di masing-masing Kecamatan dan pada saat pencairan, semua pihak terkait baik Pokmas, pihak Bank BRI, Fasilitator dan para pengusaha toko bangunan harus hadir sehingga memperlancar proses pencairan dana stimulan.

“Bagi Pokmas agar segera merampungkan pembuatan RAB anggotanya paling lambat tanggal 5 Februari 2019. Pihak Bank BRI juga harus dapat merampungkan pembuatan buku tabungan masing-masing Pokmas yang belum jadi ,” harapnya.

Menurutnya, para Babinsa dan Babinkamtibmas di wilayah agar memanfaatkan moment seperti ini untuk menciptakan kebersamaan dengan masyarakat dan mengajak masyarakat binaannya bergotong royong dalam percepatan rehab rekon.

“Jangan ada yang memanfaatkan momen rehab rekon untuk minta-minta jatah preman, tidak ada lagi yang memberatkan masyarakat dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas dan jika ditemukan maka akan diproses secara hukum,” tegas pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut meminta peranan para Babinsa dan Babinkamtibmas bersama Pokmas di wilayah agar betul betul selektif dalam memilih toko bangunan, jangan sampai toko bangunan yang akan digandeng tidak mampu menyediakan bahan material yang dibutuhkan sesuai dengan spek sehingga memperlambat proses rehab rekon.

“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang harga material, tidak ada toko bangunan yang menaikkan harga barang materialnya. Bagi toko bangunan yang sudah ada kontrak kerjasama agar segera mengirim material ke lokasi rehab rekon dan tidak boleh lebih dari 2 hari setelah uang diterima,” pungkasnya.

Pemerintah akan memberikan dana stimulan rehab rekon rumah kepada korban gempa di NTB sesuai tingkat kerusakannya. Pemilik rumah yang rumahnya rusak berat mendapat Rp 50 juta, rumah yang rusak sedang Rp 25 juta dan rumah yang rusak ringan Rp10 juta.

Dandim 1608/Bima Tali Asih Untuk Nene Doji

Kota Bima, - Nama Ibu Hadijah atau yang dikenal dengan Nene Doji, mendadak viral di media sosial, karena kondisi kehidupannya yang sangat memprihatinkan dan luput dari perhatian pemerintah. Rasa iba dan perhatian terus berdatangan untuknya. Bahkan bantuan terhadap Nene Doji pun mulai berdatangan.

Kodim 1608 Bima salah satunya. Atas perintah langsung dari Komandan Kodim (Dandim) 1608 Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, rombongan dari Kodim 1608 Bima, dibawah pimpinan Pasi Intel, Kapten Inf Seninot, usai sholat dzuhur, bersilaturahmi ke kediaman Nene Doji sambil menyerahkan bantuan.

Dandim mengutus sejumlah anggotanya untuk mengecek langsung kondisi dan kehidupan Nene Doji. Dandim juga mengirimkan Kasur, Selimut dan Sembako untuk janda lanjut usia tersebut. Selain mengirim personil dan bantuan, Dandim juga mengirim tukang untuk melihat langsung sekaligus menghitung kebutuhan untuk perbaikan rumah Nene Doji.

"Kita Bantu dulu berupa Kasur, Selimut dan Sembako. Saya juga mengirim tukang untuk menghitung kebutuhan untuk perbaiki atap rumah Nene Doji," jelasnya kepada Awal media , Sabtu (02/02/2019).

Pasi Intel, Kapten Inf Seninot Sribakti yang dikonfirmasi usai menyerahkan bantuan mengaku, menyerahkan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat. Setelah menyerahkan, Kapten Ninot akan melaporkan kembali ke atasannya mengenai kondisi rumah Nene Doji.

"Ini bantuan dari Kodim 1608 Bima, untuk selanjutnya kita akan laporkan kembali ke atasan. Semoga saja rumah ini bisa kami perbaiki dalam waktu dekat,"tuturnya.

Sabtu, 02 Februari 2019

Guna Dukung Sukseskan Program Sergab Kasdim Sumbawa Kunjungi SP3T Utan

Sumbawa – Kepala Staf Kodim 1607/Sumbawa Mayor Arh Huwairy, ST., bersama Pasiterdim Kapten Inf Robert P dan Pasandi Letda Inf Stevanus melaksanakan kunjungan ke Sentra Pelayanan Pertanian Padi terpadu (SP3T) di Desa Sabedo Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa) untuk melihat dan mengecek operasionalnya, Jumat  (1/2).

Dalam kunjungannya, kasdim 1607/Sumbawa bersama rombongan diterima Ketua SP3T Mustafa dan Sekertarinya Junaidin di lokasi SP3T. Pada kesempatan tersebut Kasdim Sumbawa mengecek operasional Unit Penggilingan Padi (Stationer Rice Milling Unit/RMU) SP3T dan bertukar pikiran dengan pengurus SP3T Utan.

Dalam dialog tersebut, Mustapa menyampaikan kendala yang dihadapi SP3T pada saat musim gabah ataupun jagung. “Kendala kami di lapangan yakni tidak memiliki gudang penyimpanan gabah sehingga tidak bisa menampung gabah dan jagung petani yang melakukan penggilingan di SP3T,” kata Mustapa.

Selain itu, sambungnya, petani juga masih enggan menggiling padi dan jagung mereka di SP3T karena belum dilengkapi alat Pemisah beras, butir dan batu kecil yang terdapat dalam padi ataupun jagung saat digiling.

Sementara Kasdim Sumbawa pada kesempatan tersebut menyampaikan kehadirannya dalam rangka mengecek operasional RMU dan Dryer serta peralatan lain yang telah didukung oleh Kementerian Pertanian.

Menurutnya, operasional SP3T belum maksimal karena masih banyak Gapoktan yang menjual gabah dan jagungnya ke tengkulak yang bermodal besar dan masih banyak petani yang tidak mengetahui keberadaan SP3T.

“Minimnya informasi tentang keberadaan Sp3T juga menjadi kendala sehingga operasionalnya tidak sesuai harapan,” kata huwairy.

Untuk memaksimalkan operasinal SP3T, lanjutnya, perlu dilakukan promosi secara terus menerus kepada Gapoktan di wilayah Kecamatan Utan sehingga hasilnya juga bisa dirasakan oleh Gapoktan.

Terkait dengan kendala yang dihadapi pengurus SP3T, Kasdim Sumbawa memberikan bantuan pendampingan dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan operasional SP3T dengan harapan keberadaan SP3T bermanfaat bagi para petani dan memberikan nilai positif dalam membantu program pemerintah khususnya swasembada pangan.

Jumat, 01 Februari 2019

Danrem 162/WB Tegaskan Akan Memberikan Pelayanan Maksimal Kepada Korban gempa

Mataram - rapat koordinasi tentang pelayanan kepada warga korban gempa yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang dengan membuka loket-loket pembayaran di masing-masing Kecamatan, termasuk rencana pelaksanaan SPK dengan para pengusaha yang menjadi Aplikator akan menggabungkan dua kecamatan sehingga mempercepat proses pencairan dan pembangunan dengan skala prioritas yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat.

Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., usai menggelar rapat bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi NTB Ir. I Gusti Bagus Sugiharta, MT., BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak gempa, Perwakilan BNPB Pusat, Perwakilan Bank BRI di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Jumat  (1/2).

Dilanjutkannya, terkait dengan buku tabungan, hingga saat ini progressnya sudah sangat baik karena Fasilitator baik Babinsa, Babinkamtibmas maupun Fasilitator umum sudah maksimal mendorong masyarakat untuk segera membentuk Pokmas bagi rumah rusak ringan dan rusak berat sehingga bisa memperoleh buku tabungan.

"Bagi warga yang belum menerima dana padahal sudah terdaftar agar bersabar karena belum singkron antara nama dan alamat, kadang-kandang ada yang namanya sama namun alamatnya berbeda dengan KTP. Pihak BRI memasukan nama berdasarkan input data dari SK Bupati sehingga harus dipending dulu mengingat pertanggung jawabannya nanti akan sulit, namun akan diurus kembali agar nama sama alamatnya sesuai dengan KTP," jelas pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan bagi pemilik rumah yang belum terdata agar melaporkan diri kepada Fasilitator baik Babinsa, Babinkamtibmas maupun Fasilitator umum yang ada di desanya sehingga bisa dibantu untuk mengajukan datanya ke Dinas Perkim Kabupaten/Kota sesuai alamatnya untuk dilakukan verifikasi.

"Itu bisa saja terjadi karena gempa tidak hanya terjadi sekali saja namun berkali-kali sehingga bisa saja rumah yang tidak rusak menjadi rusak ringan, yang rusak ringan menjadi rusak sedang, rusak sedang menjadi rusak berat," sebut Alumni Akmil 93 tersebut sambil tersenyum.

Semantara Kepala Dinas Perkim Provinsi NTB menjelaskan ketentuan bagi warga yang sudah membangun dengan dana sendiri. "Dalam ketentuan, masyarakat diperbolehkan membangun lebih awal sebelum Fasilitator turun, namun harus berkonsultasi dulu dengan Teknisi dari Perkim yang ada di Kabupaten/Kota, sehingga bisa dikawal untuk membangun rumah tahan gempa," jelas Kadis Perkim.

Kadis Perkim Provinsi NTB juga menegaska, jika pembangunan rumah tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi dari Perkim maka bisa dipastikan tidak akan dapat pembayaran atau penggantian dana pembangunannya.

"Bila masyarakat sudah membangun sendiri, namun tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada maka tidak bisa dibayarkan," ujarnya.

"Ketika masyarakat yang ingin membangun rumah lebih awal agar meminta rekomendasi dari teknis Perkim yang ada di Kabupaten/Kota sehingga apabila dalam pembangunan sesuai dengan rekomendasi maka bisa dibayarkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mempermudah mengakses informasi tentang proses percepatan rehab rekons baik untuk rumah rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat, setiap pukul 16.00 Wita Media Center sudah mengup date data yang akan di tempel di dinding pengumuman maupun menshare kegiatan melalui Instagram maupun media sosial lainnya melalui nomor Call Center 087856846799 dengan piket 24 jam, khusus untuk Press Release setiap tiga hari sekali pukul 17.00 Wita.
 
Back To Top