TRENDING
Tampilkan postingan dengan label TNI Internasional Marathon 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI Internasional Marathon 2018. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2018

TNI International Marathon 2018 : From TNI With Love Untuk Lombok

MATARAM - From TNI with Love untuk Lombok. Ungkapan populer di Barat ini mungkin cocok untuk mewakili pelaksanaan TNI International Marathon (TIM) 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bagaimana tidak, TIM 2018 bukan sekadar lomba lari maraton internasional terbesar di Indonesia dan dunia, dengan hadiah total mencapai Rp 10 miliar. Lebih dari itu, TIM 2018 memiliki semangat untuk membangkitkan kembali Lombok beserta penduduknya, pasca diguncang gempa bumi hebat pada akhir Juli dan awal Agustus lalu.

Sejatinya, TIM 2018 digelar untuk memeriahkan HUT ke-73 TNI. Seiring dengan terjadinya gempa bumi di Lombok, TNI pun mengonsep TIM 2018 sebagai salah satu kegiatan bakti dan kepedulian TNI terhadap Lombok dan masyarakatnya, selain serangkaian kegiatan rehabilitasi fisik dan pemulihan yang dilakukan personel TNI di Lombok.

Tak heran jika TIM 2018 memiliki rangkaian kegiatan yang panjang, mulai dari perkenalan budaya hingga bakti sosial bagi masyarakat korban gempa bumi. Tujuannya apa? Memulihkan kembali jiwa warga Lombok, sekaligus memulihkan denyut kehidupan ekonomi dan pariwisata Lombok yang terpukul akibat gempa bumi.

"Tujuan dari kegiatan ini, yang pertama kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat nasional maupun internasional, bahwa Lombok itu aman untuk dikunjungi. Dan, Lombok itu punya pariwisata yang tidak kalah dari destinasi pariwisata lain," kata Komandan Satgas Penerangan (Dansatgaspen) TNI Marathon Internasional 2018 Kolonel Inf Kristomei Sianturi saat jumpa pers di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, NTB, Jumat (2/11).

Lanjutnya, lewat kegiatan ini, diharapkan pula kehidupan ekonomi dan pariwisata Lombok bisa membaik dan bangkit kembali. "Sehingga kita mengembalikan kehidupan perekonomian pariwisata yang ada di Lombok yang sempat turun akibat dampak gempa bumi beberapa waktu yang lalu," lanjut dia.

Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kapendam Jaya ini menuturkan, pada  hari H pelaksanaan lomba lari pada 4 November lusa,  kegiatan ini tidak hanya sekadar lari, tapi juga dilakukan dalam atmosfer militer. Artinya, para pelari akan disuguhi keterampilan aerobatik tim dari Tim Aerobatik Udara Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU, ada terjun payung kemudian ada pameran alutsista darat, laut, udara. Kemudian ada kesenian dari khas Lombok.

Lebih jauh ia mengungkapkan, rangkaian TNI Internasional Marathon 2018 sudah berlangsung sejak tanggal 1 November. Puncaknya, lari maraton sejauh 42 kilometer pada Minggu 4 November 2018. "Ada 6.000 peserta yang sudah daftar dan 240 peserta dari mancanegara dari 22 negara dalam event internasional ini," tandasnya.

Diharapkan oleh Dansatgaspen, TNI Internasional Marathon 2018 ini bisa melahirkan pelari berbakat yang bisa mengharumkan bangsa di kancah nasional maupun internasional. "Rute ini sudah dapat sertifikasi internasional dunia, rute ini memenuhi kriteria 21 K dan 42 K, itu akan diakui internasional," imbuhnya.

Pihak Pemprov Nusa Tenggara Barat sendiri mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan TIM 2018. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Lalu Muhammad Faozal. Ia mengungkapkan, TIM 2018 diharapkan bisa mengembalikan geliat pariwisata di NTB yang turun hingga 20 persen pasca gempa bumi.

"Ini adalah recovery pariwisata NTB pasca bencana gempa. Kami punya waktu tiga bulan untuk menormalisasi pariwisata di NTB pasca bencana, karena memang begitu kejadian gempa, penurunan angka kunjungan kami sampai 20 persen. Ini ajang yang tepat untuk meyakinkan dunia, bahwa Lombok siap dikunjungi kembali oleh wisatawan pasca gempa," singkatnya.

Jumat, 02 November 2018

Kasum TNI Tinjau MC TNI Internasional Marathon di Kuta Mandalika

Kuta Mandalika, - Media Center (MC) TNI Internasional Marathon (TIM) 2018 yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dikunjungi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A, di Hotel Tastura, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (2/11).

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI bersama Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganif Warsito berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan media dan petugas Media Center.

Kasum berharap media dan petugas Media Center terus mempublikasikan event internasional ke masyarakat nasional maupun internasional, agar mengetahui kegiatan TNI Internasional Marathon 2018 ini. “Dunia internasional harus tahu event yang kita laksanakan ini, maka terus publikasikan setiap kegiatan yang kita lakukan secara maksimal,” tegas Kasum.

Usai meninjau MC sebagai pendukung penyebaran dan publikasi seluruh rangkaian kegiatan TNI Internasional Marathon 2018, Kasum melanjutkan peninjauan ke tenda-tenda Bazar dan Pameran Alutsista di Kawasan Pantai Kuta Mandalika.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) TNI International Marathon 2018, Kolonel Inf Kristomei mengatakan, pada hari H, TNI Internasional Marathon ini,  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Tiga Kepala Staf serta empat Menteri akan hadir. "Selain itu, kami juga mengundang beberapa menteri, para Athase Pertahanan serta beberapa pejabat negara lainnya," ungkapnya.

Selasa, 30 Oktober 2018

Praya-Lombok Tengah. Lebih dari 5.000 peserta akan mengikuti lomba lari yang digelar TNI di Kuta Mandalika, Praya-Lombok Tengah, 4 November 2018 mendatang.

Praya-Lombok Tengah. Lebih dari 5.000 peserta akan mengikuti lomba lari

Bertajuk TNI International Marathon (TIM), lomba yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 TNI ini diikuti pelari lokal, nasional dan internasional dalam kategori 5K, 10K, 21K dan 42K dengan total hadiah 10 Miliar.

Persiapan maksimal pun telah dilakukan panitia untuk menyukseskan event internasional tersebut. Salah satunya adalah penambahan toilet hingga penyediaan toilet portable maupun toilet  mobile.

Menurut Danden Zibang Zidam IX/Udayana Letkol Czi Edy Dzuendi, penambahan dan pemasangan toilet ini memperlancar orang saat buang air kecil.

Letkol Czi Edy Dzuendi juga merinci jumlah toilet yang sudah dipasang. "Kita sudah memasang toilet di sejumlah titik, ada70 buah dari bahan triplek, 51 buah portable plastik 51 buah dan 10 buah yang mobile," jelas Dandenzibang, di Kuta Mandalika, Selasa (30/10).

Edy juga menambah, event TIM ini diharapkan mampu meningkatkan wisatawan di Kuta Mandalika. "Selain menjadi atlet TIM, para atlet juga menjadi wisatawan pastinya. Tentu mereka juga akan mengisi penginapan dan berbelanja oleh-oleh. Begitu juga sektor kuliner, pasti menikmati imbas baiknya," pungkasnya.

Kamis, 11 Oktober 2018

Danrem 162/WB Menghimbau Masyarakat Untuk Berpartisipasi Aktif Sukseskan TNI International Marathon 2018

Mataram - Lomba lari Marathon Mandalika tahun 2018 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT TNI ke 73 yang akan digelar secara besar-besaran oleh TNI di ITDC Mandalika Komplek pada tanggla 4 November mendatang.

Hal itu dikatakan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., usai mengikuti rapat Koordinasi bersama Kementerian terkait di Hotel Golden Palace , Kamis (11/10).

Dijelaskannya, untuk mensukseskan Lomba Lari Marathaon Mandalika (The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018) yang akan diikuti para peserta lari dari berbagai daerah dan negara ini agar masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok ikut berperan aktif meramaikannya kegiatan ini dengan mendaftarkan diri sebagai peserta lari.

"Pendaftaran bisa dilakukan di Koramil-Koramil dan Kodim terdekat maupun Korem di jalan Lingkar Selatan Mataram dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu", sebutnya.

Dilanjutkannya, terkait dengan pendaftaran memang ada secara gratis dengan hanya mendapatkan nomor dada saja. "Kami sudah siapkan kendaraan penjemputan dimasing-masing Desa pada hari H-1 atau satu hari sebelum pelaksanaan tanggal 4 November", ucap pria kelahiran Jakarta tersebut.

Selain itu sambung Danrem, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya TNI untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat NTB pasca gempa bumi beberapa waktu lalu sekaligus ingin menunjukkan kepada masyarakat Internasional bahwa pariwisata di NTB khususnya Lombok yang merupakan salah satu destinasi wisata dunia sudah bangkit dari segala keterpurukan.

"Dana pendaftaran para peserta yang ikut lomba ini nantinya akan disalurkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah gempa baik di Lombok dan Sumbawa", tandasnya.

Sementara pihak Kementerian Pariwisata yang diwakili Direktur Of International Marketing For Great China Vinsensius Jemadu mengatakan Kementerian Pariwisata sangat mendukung event besar seperti ini dan memberikan apresiasi kepada TNI yang telah berperan serta ikut membangkitkan kembali dunia pariwisata di NTB khususnya Lombok pasca gempa bumi.

"Lombok merupakan destinasi utama yang masuk sepuluh besar destinasi wisata dan juga salah satu dari empat perioritas destinasi pariwisata yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur dan Mandalika tempat event lomba Marathon ini digelar", jelas Vinsensius Jemadu dihadapan insan media saat diwawancara.

Menurutnya, ini adalah moment yang sangat tepat untuk mempromosikan kembali bahwa Lombok bangkit dari keterpurukan pasca gempa melalui The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 kepada dunia.
 
Back To Top