Jumat, 31 Juli 2015

RAKOOR SWASEMBADA PANGAN DAN ANTISIPASI KEKERINGAN SE-NTB

Indonesia memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Saat ini musim di Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau, dan sebagaimana kita ketahui bahwa beberapa wilayah di Indonesia saat ini termasuk diwilayah NTB saat ini sedang dilanda kekeringan. Bencana kekeringan bukan hanya mengancam produksi pangan nasional tetapi juga menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para petani, karena akibat kekeringan tersebut ribuan hektar sawah mengalami gagal panen dan tidak bisa ditanami. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu adanya kerjasama yang sinergis antar seluruh komponen masyarakat NTB, sehingga upaya penyelamatan guna mencapai swasembada pangan  selama kurun waktu tiga tahun kedepan dapat terpenuhi. 
Untuk itu pada hari Jum’at  31 Juli 2015 bertempat di Aula Sudirman Korem 162/WB diselenggarakan rapat koordinasi swasembada pangan dan antisipasi kekeringan se-NTB yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI Bapak DR.IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP dan diikuti oleh Gubernur NTB, Kasdam IX/Udayana,  FKPD  Kab./Kota se- Prov. NTB, Danrem 162/WB, Danrem 161/WS, Para Dirjen di Ling. Kementerian Pertanian RI, Para Bupati, Kapolres, Dandim se-Pulau Lombok dan para penyuluh pertanian serta para ketua Kelompok Tani. Dalam kegiatan rapat tersebut diharapkan seluruh instansi terkait bersama dengan eleman masyarakat lainnya tetap menjaga komitmen untuk menindaklanjuti optimalisasi program ketahanan pangan melalui swasembada pangan nasioanal secara menyeluruh sehingga program ketahanan pangan dapat tercapai.  Seperti apa yang disampaikan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan bahwa TNI  khususnya Kodam IX/Udy memerintahkan Danrem 162/WB dan para Dandim agar mengerahkan Danramil dan Babinsanya untuk terjun langsung ke lapangan untuk memantau dan mengawasi serta mengiventarisir daerah-daerah yang berpotensi kekeringan, serta terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi bencana kekeringan sekaligus mencarikan solusi yang tepat 
dalam menghadapi kekeringan diwilayah NTB. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar