Mendapat laporan dari anggota, Danrem 162/WB bersama Kabulog Drive Prov. NTB dan Kadistan Prov. NTB langsung menuju dilokasi. Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A. mengatakan bahwa hal ini dilakukan mengingat adanya kesepakatan dan mendapat restu dari Gubernur NTB, bahwa tidak ada beras atau gabah yang boleh keluar dari NTB, sebelum stok di NTB terpenuhi. ‘’ oleh karena itu saya berhak untuk menangkap barang dan orang seperti ini.’’
Menurut Danrem Ini melanggar aturan yang sudah dibuat dan ini juga akan dilaporkan kepada Gubernur NTB. Danrem menghimbau kepada pemilik beras dan sebagainya bahwa TNI akan melakukan operasi, ‘’ jangan membawa gabah atau beras keluar NTB sebelum stok beras di NTB terpenuhi,’’ karena NTB disebut sebagai salah satu dari sepuluh sentral padi terbesar di Indonesia. Selain itu, hal ini juga nantinya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB. ‘’ tetapi dengan catatan, stok kita di NTB harus aman dulu. Baru boleh membawa barang-barang ini ke luar NTB,’’ tegas Danrem 162/WB. Danrem juga menambahkan bahwa secara procedural, TNI akan melaporkan ke kepolisian, kemudian juga melapor ke Gubernur NTB, setelah itu baru nanti akan diputuskan apakah beras ini akan dijual kepada kita atau kita tahan disini, ini hak kami karena ini sudah merupakan kesepakatan dengan Gubernur NTB.21 ton beras ini juga disebut Danrem masih bisa ditampung di Bulog NTB, tapi malah akan dibawa keluar NTB. Danrem yakin, beras ini dijual keluar NTB gunakan untuk mencari keuntungan yang lebih besar dan semena-mena, itu jelas tidak boleh kita penuhi dulu di NTB ini, baru boleh membawa keluar,’’ tandasnya





Posting Komentar