TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kodim 1606/Lobar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kodim 1606/Lobar. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Silaturrahmi ke KPUD dan Bawaslu, Dandim Lobar Minta Pengamanan Gudang Logistik Dilengkapi CCTV

Mataram - Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman, Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., bersilaturrohmi ke Bawaslu dan KPUD Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Utara yang merupakan wilayah teritorial Kodim 1606/Lobar, Senin (7/1).

Selama silaturrahmi, Dandim juga meninjau kesiapan peralatan dan sistem pengamanan gudang logistik di masing-masing Kabupaten/Kota untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kedatangan Dandim Lobar tersebut disambut ketua KPU maupun Bawaslu Kabupaten/Kota yang dikunjunginya. Dalam kunjungan tersebut, Dandim lebih banyak menekankan agar KPU maupun Bawaslu lebih koordinatif dengan pihak aparat terkait karena TNI dan Polri siap mengamankan pelaksanaan Pemilu pada April mendatang.

“Terkait dengan kotak suara harus mendapat perhatian ekstra mulai dari pergeseran dari TPS ke desa maupun dari desa ke Kantor Kecamatan, mengingat penghitungan suara berbeda dengan Pemilu yang lalu. Penghitungan suara untuk saat ini akan dilakukan secara terpusat di Kantor Camat bukan lagi di masing-masing TPS dan Kantor Kelurahan atau Desa setempat," Ujar Dandim kepada KPU maupun Bawaslu.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Kodim Lobar tersebut mengingatkan agar tetap waspada terhadap adanya kemungkinan terjadinya kecurangan saat pergeseran kotak suara tersebut, dan jika hal ini terjadi maka akan menimbulkan konflik antar kandidat maupun timses masing-masing Caleg maupun Capres.

Ketika meninjau gudang logistik KPUD Kota Mataram, Akmil lulusan 98 tersebut menyarankan kepada Ketua KPUD agar sistem pengamanan logistik dilengkapi dengan CCTV selain menggunakan sistem pengamanan perorangan sehingga lebih memudahkan pemantauan dan pengawasan. Bila memungkinkan menggunakan tekhnologi yang dapat diakses melalui HP pejabat yang berkompeten dalam pengamanan tersebut.

Menurutnya selain penyempurnaan pengamanan dengan peralatan CCTV, juga perlu diperhatikan lokasi gudang logistik agar terhindar dari bahaya bencana banjir dan lainnya, bila perlu ditambah juga dengan areal resapan banjir.

Dandim menghimbau kepada masyarakat agar melaksanakan pesta demokrasi dengan bebas, langsung, umum dan rahasia tanpa adanya unsur tekanan maupun intimidasi dari pihak manapun.

Senin, 10 Desember 2018

Sukseskan Pilkades, TNI Turun Bantu Amankan Rangkaian Pilkades

Mataram - Hari ini, Senin (10/12) Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak. Kiatan dengan itu, aparat TNI dari Kodim 1606/Lobar membantu Kepolisian dalam pengamanan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa secara seretak di Kabupaten Lombok Barat.

Dandim 1606/Lobar Letnan Kolonel Czi Joko Sumanto, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan terkait pengamanan pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kabupaten Lombok Barat, para Babinsa sudah langsung turun ke lapangan. "Para Babinsa di masing-masing desa sudah langsung turun membantu mengamankan jalannya rangkaian pemilihan Kepala Desa," ungkapnya.

Dikatakannya, dari laporan para Babinsa melalui Danramil dimasing-masing wilayah, hingga saat ini pelaksanaan Pilkades masih berjalan aman dan lancar. "Pelaksanaannya masih berjalan aman dan lancar, dan ini memang yang kita sama-sama harapkan," sebut Akmil lulusan 98 tersebut.

Dalam pemilihan ini sambungnya, masyarakat bebas menentukan pilihannya terhadap calon yang sudah ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara tanpa ada paksaan, intimidasi maupun pengaruh dari luar karena ini dijamin oleh Undang-Undang. "Jadi gunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan hati, jangan terpenagruh," himbaunya.

Orang nomor satu di jajaran Kodim 1606/Lobar tersebut berharap pasca penghitungan suara, siapapun yang terpilih jangan terlalu bereuforia namun harus bersyukur, dan bagi calon Kepala Desa yang tidak terpilih agar menerima dengan lapang dada dan legowo sehingga keamanan dan ketertiban di Desa tetap terjaga dengan baik. "Namun jika tidak menerima hasil penghitungan suara, ada mekanisme yang harus dilakukan sesuai prosedur yang sudah ditentukan,"pungkasnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan hari ini di Kabupaten Lombok Barat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak di 77 Desa dan di Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima juga hari ini menggelar penyampaian visi dan misi para Calon Kades.

"Pemilihan Kepala Desa memiliki beberapa tahapan sama seperti pemilihan pada umumnya antara lain pendaftaran para calon, verifikasi para calon, penetapan calon, penyampaian visi misi, pemilihan dan penetapan hingga pelantikan," jelasnya.

Kaitan dengan itu lanjut pria kelahiran Sumbawa Barat ini, para Babinsa Kodim tetap mengikuti, memantau dan melaporkan perkembangannya tahap demi tahap hingga pelantikan dan resmi menjadi Kepala Desa.

"Semoga dalam pelaksanaan pemilihan Kades secara serentak maupun tahapan penyampaikan visi dan misi ini dapat berjalan aman dan lancar sesuai harapan kita bersama," pungkasnya.

Selasa, 27 November 2018

Kodim Lobar Gelar Latihan Hanmars Kegiatan Minggu Militer

Mataram -  Minggu terakhir setiap bulan ditetapkan sebagai Minggu Militer bagi satuan jajaran TNI AD. pagi tadi, Selasa (27/11) Kodim 1606/Lobar menggelar latihan ketahanan Mars sejauh tujuh KM seputar Kota Mataram yang dipimpin langsung Danramil 1606-09/Ampenan Kapten Inf Jamuhur, S.Sos. selalu Komandan Latihan.

Ratusan personel Kodim 1606/Lombok Barat dilengkapi senjata berjalan dengan route Makodim, Jalan Udayana, Jalan baru Monjok lurus menuju jalan Bung Karno belok kanan menuju jalan Catur Warga dan kembali ke Makodim.

Usai melaksanakan Hanmars, Kapten Jamuhur memberikan apresiasi atas semangat personel melaksanakan Hanmars. "Hanmars ini merupakan program satuan, dan tadi semangatnya luar biasa. Walau usia sudah rata-rata kepala empat bahkan banyak juga kepala lima namun masih kuat menempuh jarak tujuh kilo," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Hanmars ini dilakukan selain melaksanakan program satuan, juga untuk mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap prima dan sehat selalu sehingga dapat mendukung tugas pokok satuan khususnya terkait pembinaan teritorial di desa masing-masing.

Terpisah Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Sumanto, S.IP., disela-sela kesibukannya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan program satuan dengan baik.

Selain itu, Dandim juga meminta semua program pada triwulan IV tahun 2018 agar segera diselesaikan sesuai jadwal mengingatkan pada Desember mendatang masih ada program satuan yang sifatnya non program untuk kita laksanakan bersama.

"Tepati waktu, siapkan laporan tahunan sesuai dengan program dan jangan sampai terlambat," pungkasnya.

Sabtu, 24 November 2018

Babinsa Abiantubuh Koramil Cakranegara Lulusan Terbaik Diktupasus Secapa AD

Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira Khusus (Diktukpasus) TNI AD TA. 2018 di Lapangan Wiradhika Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD dengan Komandan Upacara Kolonel Inf Elkines Vilando Dewangga K, S.A.P., yang saat ini menjabat sebagai Komandan Resimen Siswa. , Jum’at (23/11).

Sebanyak 406 orang Siswa Diktukpasus dilatik sebagai Perwira Muda dengan pangkat Letnan Dua ini berasal dari berbagai kesatuan di jajaran TNI AD. Salah satunya Letnan Dua (Letda) Wiyarto dari Kodim 1606/Lobar.

Letnan Dua Wiyarto sebelumnya berdinas sebagai Babinsa Kelurahan Abiantubuh Koramil 1606-01/Cakranegara ini berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik Diktukpasus Secapaad TA. 2018.

Menurut Letda Wiyarto, untuk menjadi lulusan terbaik pada Diktukpasus sebenarnya tidak pernah terbayang dalam pikiran. "Saya hanya mengikuti petunjuk dan arahan dari para pembina dan pelatih di Secapa," ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, ketentuan untuk menjadi lulusan terbaik harus memiliki kemampuan untuk menguasai tri pola dasar dalam pendidikan dengan nilai diatas (tertinggi). Tri Pola Dasar Pendidikan Secapa TNI AD yakni Nilai Kepribadian yang berkaitan dengan tingkah laku selama mengikuti pendidikan, Nilai Akademik baik teori maupun praktik dan Nilai Jasmani.

"Dari ketiga aspek tersebut, yang memiliki nilai atau bobot teritnggi dalam penilaian adalah aspek Kepribadian karena berkaitan denga tingkah laku yang nantinya akan diimplementasikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari disatuan," jelas Wiyarto.

Sedangkan untuk Nilai Akademik dan Jasmani sambungnya, sebagai bekal dan pendukung dalam melaksanakan tugas sehingga tugas pokok satuan dapat tercapai.

Sementara Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anggotanya di Koramil Cakranegara. "Saya selaku Komandannya bangga dan syukur atas prestasinya menjadi lulusan terbaik di Secapa, karena untuk menjadi lulusan terbaik itu sangat susah dan sulit, dan juga ini menjadi kebanggaan satuan," ungkapnya.

Joko berharap, kesuksesan ini agar tetap bisa dipertahankan pada pendidikan lanjutan  yakni pendidikan dasar kecabangan (Diksarcab) sehingga nantinya akan memberikan dampak positif terhadap kinerja disatuan.

"Bagi para Bintara yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Secapa tahun depan agar mempersiapkan diri dengan baik sehingga pada saat seleksi semuanya sudah siap dan berjalan dengan baik," pungkasnya.

Kamis, 20 September 2018

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi yang terdampak gempa. Kenangan sedih  keluarganya menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat bahkan roboh yang mengharuskan mereka tinggal di pengungsian.

Selain itu bencana menyisakan trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak, tidak terkecuali trauma juga dialami oleh aparat keamanan TNI beserta keluarganya yang bertugas di Lombok, salah satunya yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kesedihan yang dirasakan masyarakat dirasakan pula oleh keluarga Babinsa. Saat terjadinya gempa bumi yang juga merobohkan tempat tinggalnya, mereka ditinggalkan suami untuk melaksanakan tugas menolong  warga yang menjadi korban. Namun karena ketabahan sebagai seorang istri prajurit, mereka tegar walau tanpa ada suami mendampinginya dipengungsian tinggal bersama warga yang lain dengan beratapkan tenda dari terpal dan tidur beralaskan tikar.

Untuk meninggalkan keluarga dipengungsian dengan kondisi yang serba terbatas tentunya tidak mudah bagi setiap orang, tapi itulah yang harus dilakukan seorang  Babinsa walaupun diri dan keluarganya turut menjadi korban. Mereka tetap semangat melaksanakan tugasnya, tak kenal lelah membantu warga binaannya yang terkena musibah dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan.

Salah satunya yaitu Serka Ali (45) Babinsa Tegal Maja Koramil 1606-02/Tanjung menceritakan kisah awal mulai terjadinya gempa yang juga merobohkan rumahnya dan harus meninggalkan keluarga di pengungsian.

Menurutnya, saat itu tanggal 5 Agustus 2018 malam hari ia pergi untuk melaksanakan acara zikir bersama dirumah tetangga, namun dipertengahan jalan tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar sehingga ia bergegas untuk kembali kerumah memastikan keluarganya selamat.

“Setiba dirumah anak istri saya sudah menangis dengan kondisi rumah yang sudah rusak berantakan dan gelap gulita karena listrik padam semua, kami semua berpelukan. Gempa pertama itu rumah belum roboh,” kenangnya.

Malam itu juga beredar informasi adanya tsunami sehingga seluruh warga panik, Pak Ali bersama keluarga dan tetangganya mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena malam itu gempa terus menerus dan bertambah besar ia putuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Setelah keesokan harinya, ia bersama warga  turun untuk melihat kondisi rumah masing-masing. Betapa sedih ketika melihat rumah tempat ia dan keluarga bernaung roboh rata dengan tanah, akhirnya saat itu pula bersama warga yang rumahnya juga rusak mendirikan tenda di sekitar rumah untuk tinggal sementara.

“Selanjutnya saya lapor kepada Danramil 1606-02/Tanjung Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana dan saat itu dibantu anggota  yang lain puing-puing rumah kami dibersihkan,” ujar pria tiga anak ini.

Walaupun rumahnya roboh, Serka Ali tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa seperti biasa, satu hari setelah gempa ia berangkat menuju desa binaannya untuk membantu warga yang rumahnya rusak bahkan ada yang meninggal dunia. “Kami bersama-sama anggota Polri, Basarnas dan relawan lainnya menolong korban dan mendata  rumah yang rusak, setelah itu berkordinasi terkait bantuan logistik untuk warga terutama yang berada di pengungsian, memastikan semua mendapat bantuan,” jelasnya.

Desa Binaan Serka Ali Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara terdiri dari 11 Dusun  75 % mayoritas masyarakatnya beragama Budha dan hanya tiga Dusun yang beragama Islam. Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak empat orang dan sudah mendapat santunan. Rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 1.986 dan yang rusak sedang maupun ringan masih didata oleh Pemerintah Daerah.  “Alhamdulillah semua warga sampai saat ini sudah tertangani tinggal meneruskan pembersihan puing-puing,” ungkapnya.

“Saya juga bersyukur kondisi keluarga juga sehat, saat ini kami sudah pindah dari pengungsian dan tinggal sementara diatas bekas rumah kami yang roboh dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang masih bisa dipakai,” imbuhnya.

Berbeda dengan cerita Serka Ali, Sertu I Made Yuantara yang merupakan Babinsa Desa Malaka Koramil 1606-02/Tanjung memiliki kenangan yang lebih unik dan mengesankan.

Diceritakannya, tiga hari setelah istrinya melahirkan di RSAD Mataram, tiba-tiba pada Minggu pagi (29/07/2018) terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR di Lombok Timur namun kekuatannya di wilayah Mataram tidak begitu besar dan seluruh anggota Koramil Tanjung waktu itu diperintahkan menuju Koramil 1606-03/Bayan untuk membantu, karena Kecamatan Bayan berdekatan dengan lokasi kekuatan gempa sehingga terkena dampaknya.

“Setelah melihat di desa binaan tidak terlalu terdampak, saya langsung menuju Koramil Bayan untuk membantu memasang pipa saluran air yang putus akibat gempa hingga kami menginap disana,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Minggu malam tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa ke dua, yang merupakan gempa terbesar dengan kekuatan 7 SR pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara dirasakan guncangan keras hingga  kota Mataram yang mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Malam itu  masyarakat tidak ada  yang berani tidur di dalam rumah bahkan ada isu air laut di Pantai Ampenan sudah mulai naik sehingga menambah kepanikan masyarakat.

“Saat itu keluarga juga panik dan rumah juga sudah retak cukup lebar, takut terjadi apa-apa malam itu juga saya mengungsikan istri dan anak kami yang masih bayi ke tetangga perumahan di BTN Pepabri. Selanjutnya saya malam itu juga melaporkan kepada Danramil untuk melaksanakan pengecekan ke desa binaan memastikan kondisi warga. Karena banyak rumah yang rusak berat akhirnya saya putuskan menginap di pengungsian warga, selain itu jarak rumah dengan desam binaan juga cukup jauh,” kenang Yuantara.

Menurutnya, usai gempa malam itu dio desa binaannya tersebar isu  pencuri ternak merajalela sehingga wargao terprovokasi berkerumun di jalan raya melakukan sweeping, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dirinya menghimbau warga untuk tidak main hakim sendiri.

Bersyukur kondisi saat itu bisa terkendali semua dan saat ini warga yang menjadi korban sudah di data untuk mendapatkan bantuan.  Sekarang kami bersama-sama warga dan alat berat dari Zikon 13  terus bergerak membantu membersihkan puing rumah dan fasilitas umum lainnya hingga tuntas.

“Sedih rasanya kalau mengingat saat itu meninggalkan istri dan anak yang masih bayi, namun karena panggilan tugas itu harus saya lakukan, mengutamakan membantu masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini kondisi istri dan anak Serka Made dalam kondisi sehat, namun karena masih trauma sementara masih tidur di tenda teras depan rumahnya dengan ditutup terpal dan triplek. “Sekarang kondisi warga di desa binaan saya secara umum sudah mulai membaik, dan saya lebih tenang bisa pulang ke rumah, menemani istri dan membantu merawat si kecil,” ujarnya.

Melihat perjuangan Babinsa yang tidak mengenal lelah dalam membantu masyarakat korban gempa di Lombok, Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok, Mayjen TNI Madsuni, S.E. memberikan apresiasi dengan membangunkan rumah hunian sementara bagi Babinsa yang rumahnya rusak berat, dengan harapan dapat menambah semangat Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu masyarakat.

“Dengan rumah hunian sementara ini harapannya saat bertugas mereka lebih tenang meninggalkan keluarga di rumah, dibandingkan dengan tinggal di tenda. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban mereka,” ungkapnya.

Saat ini rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, dari data yang ada jumlah rumah Babinsa yang mengalami rusak berat sebanyak 13 Unit, lokasinya tersebar di empat wilayah yaitu Koramil 1606-02/Tanjung, Koramil 1606-10/Bayan, Koramil 1606-10/ Gangga dan Koramil Batu Kliang Lombok Tengah.

Lombok,   September 2018

Kamis, 02 Agustus 2018

Danrem 162/WB: Tinjau Langsung Pipa Induk PDAM Yang Rusak Akibat Gempa

Usai melaksanakan peninjauan Dapur umum Denbekang Mataram dan Lokasi pengungsian di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., bersama rombongan mengecek secara fisik kondisi pipa Induk miliki PDAM KLU yang rusak di Lokok Prabu Desa Senaru Kecamatan Bayan dan bertemu dengan Dirut PDAM KLU Raden Waliadin di Desa Senaru, Kamis (2/8).

"Saya prihatin dengan kondisi air bersih untuk masyarakat kita khususnya untuk kebutuhan para pengungsi karena pipa induk PDAM rusak akibat tanah longsor akibat gempa", kata Rizal sapaan akrab Danrem.

Dilanjutkannya, setelah melaksanakan pengecekan lokasi kerusakan ternyata memang belum bisa diperbaiki karena tanahnya yang labil dan mudah longsor sehingga diperlukan alternatif lain untuk memasang pipa saluran air PDAM.

Namun sambungnya, dihadapkan dengan alokasi waktu tanggap darurat bencana alam hanya satu minggu kedepan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang singkat.

"Pihak Pemda KLU agar segera merencanakan perbaikan saluran pipa induk PDAM dan irigasi, mungkin bisa dimasukkan ke dalam program karya bhakti bersama Korem dan jajaran", saran pria kelahiran Jakarta tersebut.

Senada dengan Danrem 162/WB, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., saat dihubungi Via seluler oleh Danrem terkait kendala di lokasi perbaikan piva induk PDAM di Lokok Prabu Desa Senaru menyampaikan untuk pemasangan pipa induk PDAM yang rusak belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi tanahnya yang labil dan rawan longsor.

Namun lanjutnya, akan direncanakan pemasangan dengan membuka akses jalan baru untuk pemasangan pipa dengan kondisi tanah yang lebih baik dan bisa dijangkau.

Danrem 162/WB Selaku Komandan Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Kunjungi Lokasi Pengungsi

Sejak ditetapkan sebagai Komandan Tim Pos Komando (Dantim Posko) Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok NTB melalui SK Gubernur NTB Nomor 360-611 Tahun 2018 tanggal 30 Juli 2018, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., sudah mengunjungi lokasi pengungsian baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun di Sambalia.

Siang tadi, Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB mengunjungi para pengungsi yang berada di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) didampingi Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., dan para Danramil jajaran Kodim 1606/Lobar yang berada di wilayah KLU, Kamis (2/8).

"Kehadiran saya disini untuk melihat secara langsung kondisi saudara-saudara kita yang ada di Bayan pasca terjadinya musibah bencana gempa Minggu kemarin", sebut Rizal.

Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (20/7) sekitar pukul 5.47 wita dengan kekuatan 6,4 SR tersebut memporak porandakan perumahan masyarakat dan menelan  korban jiwa.

Dilanjutkannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan harapan warga baik melalui korban maupun para petugas gabungan dilapangan terkait dengan kebutuhan mereka selama di tenda pengungsian sehingga bisa dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangannya.

Selain itu, Rizal juga menyampaikan agar saudara saudara Korban tertimpa  musibah bencana Alam Gempa  ini  senantiasa tabah sabar menghadapi segala yang terjadi mari kita  ambil hikmahnya, karena sesungguhnya ada  rencana Tuhan  Yang kita manusia terbatas dalam memaknainya semoga ujian ini menjadikan kita hamba hambanya yang meningkat keimanan dan ketaqwaannya, seraya memberi motivasi dan harapan kepada para pengungsi, dan apabila para pengungsi sakit atau kurang sehat agar jangan segan-segan untuk berobat ke petugas kesehatan yang sudah disiapkan dan bila perlu tim kesehatan setiap hari memantau  kondisi para pengungsi terkait dengan kondisi kesehatannya.

"Kepada para petugas dilapangan baik tim kesehatan, dapur umum maupun yang lainnya agar tetap semangat dalam memberikan pengabdiannya kepada saudara-saudara kita ini", tandasnya.

KODIM 1606/LOBAR GELAR LOMBA CATUR DAN MEWARNAI

Puluhan siswa/siswi sekolah menengah atas memenuhi aula Makodim 1606/Lobar pada hari Kamis 2 Agustus 2018. Kedatangan siswa/siswi di kantor Makodim 1606/lobar ini dalam rangka untuk mengikuti kegiatan lomba catur dan mewarnai yang digelar oleh Kodim 1606/Lobar.

Kegiatan lomba tersebut merupakan salah satu dari kegatan Komsos kreatif yang dilaksanakan oleh satuan Kodim 1606/Lobar. Kegiatan Komsos kreatif ini digelar dengan tujuan untuk mencari bibit atlet catur dan seniman-seniman muda yang nantinya diharapkan dapat mengharumkan nama NTB tidak hanya ditingkat nasional namuan juga ditingkat internasional. 


Seperti apa yang disampaikan oleh Kasdim 1606/Lobar Mayor Inf Januardi pada saat membuka acara Komsos kreatif tersebut mengatakan bahwa banyak pemuda NTB yang memiliki bakat terpendam, untuk itu kegiatan lomba ini kita laksanakan dengan harapan generasi muda ini dapat menyalurkan bakat mereka, selain itu kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menangkal berbagai pengaruh negatif dari perkembangan globalisasi yang saat ini sangat meresahkan seperti pergaulan bebas, Radikalisme, narkotikan dan berbagai pengaruh negatif lainnya. Saya juga sangat mengaharakan kegiatan lomba-lomba seperti ini dapat sesering mungkin diadakan diwilayah NTB khususnya di kabupaten Lobar, sehingga para generasi muda ini akan semakin  bersemangat dalam mengasah bakat dan kemampuan  mereka, bila generasi muda maju maka NTB akan semakin maju.    

 
Back To Top