TRENDING
Tampilkan postingan dengan label TMMD 103. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TMMD 103. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2018

TMMD 103 Ciptakan Perubahan Signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro

Berlangsung Sebulan, TMMD Ciptakan Perubahan Signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro

Rangkaian Kegiatan TMMD di Desa Lambu. Prajurit TNI dan masyarakat gotong royong bongkar rumah warga yang diterjang angin kencang.

Tidak menuntut kemungkinan, upaya mengasah potensi terpendam, Desa Lambu menjadi desa pilihan untuk kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2018.

Kegiatan ini dibuka pada 15 Oktober lalu. Tentu terpilihnya Desa Lambu telah melalui tahapan dan kajian yang matang berdasarkan aspek geografis, ketersediaan infrastruktur dan aspek sosial kemasyarakatan.

Berlangsung sebulan, Kegiatan TMMD mampu menciptakan perubahan signifikan di Desa Lambu dan Desa Soro. Desa Nggelu-pun ikut tersentuh, yakni, pembuatan jalan yang menghubungkannya dengan Desa Lambu.

Secara keseluruhan, Kegiatan TMMD menyentuh akses pelayanan kesehatan, pembukaan jalan, peningkatan mutu pendidikan, Akses air bersih dan sanitasi serta menumbuhkan kepekaan sosial masyarakat. Berkat TMMD, Desa Lambu dan Desa Soro jauh lebih baik.

Terlaksana dan suksesnya kegiatan TMMD, tidak lepas dari tangan dingin Komandan Distrik Militer 1608/Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra. Dandim ini dikenal luas oleh berbagai kalangan di Bima. Mulai dari kelas atas hingga rakyat kebawah.

Dandim berbadan tegap ini terkenal dermawan karena turut membantu kesehatan gratis untuk warga tidak mampu. Dirinya dibantu LSM, Pers dan Babinsa dalam gerakan sosialnya selama di Bima terutama dalam menyerap informasi. Hasilnya, sudah terhitung puluhan warga di Bima yang sakit parah mendapatkan pengobatan gratis dan dipulangkan dalam keadaan sehat.

Suksesnya TMMD juga, tidak lepas dari campur tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE. Pemda Bima ikut menggelontorkan dana APBD dalam menunjang kegiatan tahunan ini.

“Segala sesuatu harus diawali dengan niat yang baik. Seberat dan sesulit apapun masalah yang kita hadapi akan terasa ringan dan gampang terselesaikan jika dilakukan secara gotong royong,” ujar Dandim diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Akses pelayanan kesehatan gratis untuk ratusa warga Lambu. Kegiatan berlangsung berkat kerjasama Kodim 1608/Bima dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

Dandim menjelaskan, Kegiatan TMMD adalah salah satu wujud bhakti TNI pada NKRI. Kegiatan lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen lainnya. Dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal.

“Desa Lambu, Desa Soro serta Nggelu sudah kami tata dan benahi. Tidak hanya infrastruktur yang dibangun namun pola pikir masyarakat juga diasah dan dilatih agar lebih peka dalam mencegah hal yang merusak keutuhan NKRI,” cetusnya.

Lanjutnya, Bentuk fisik yang dibangun di Desa Lambu, Diantaranya, Pembukaan Jalan penghubung dengan Desa Lambu, Mesjid dan Mushola diperbaiki. Fasilitas Kesehatan seperti Polindes dibenahi termasuk ketersediaan tenaga medis (Bidan/perawat) untuk tetap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat selama 24 jam.

Selain itu, kegiatan bedah rumah warga tidak mampu dilakukan secara gotong royong oleh TNI dan warga setempat. Acara Tabligh Akbar juga pernah dilaksanakan di salah satu Mesjid di Kecamatan Sape. Moment itu dirangkaikan pembacaan ikrar cinta tanah air oleh pemuda Sape-Lambu.

Mendukung Kegiatan TMMD, Pamsimas (Program Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) ikut ambil bagian. Program ini bersumber dari dana hibah luar negeri. Sasaranya untuk melayani akses kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat di Desa terpencil dan tertinggal.

Program ini sudah hampir rampung dengan prosentase pengerjaan 85 persen dengan melibatkan partisipasi kelompok warga. Uniknya, Masyarakat Desa yang menerima manfaat Pansismas ini diwajibkan menyumbangkan tenaga dan material secara swadaya. Batu Alam dan pasir disediakan warga secara cuma-cuma.

“Masyarakat kerja secara sukarela untuk program Pansismas ini.15 persen akan rampung pada hari Senin (12/11). Tinggal penggalian untuk penanaman pipa. Agar lebih cepat, kami gunakan alat berat excavator,” terangnya

Dilapangan Desa Lambu, sejak Sabtu, 10 November lalu hingga hari ini, juga berlangsung kemah bhakti Pramuka dihadiri 614 peserta. Kegiatan tersebut terdiri dari siswa SMP sebanyak 144 orang, siswa SMA 223 orang, 247 orang Pramuka SWK dan 46 orang Gugus depan dari 23 sekolah di Kota dan Kabupaten Bima. Meski panas menyengat, peserta Baksos melakukan pembersihan sampah sepanjang aliran sungai Desa Lambu.

“Giat Baksos ini bertujuan untuk mendidik anak-anak peduli lingkungan dan kebersihan,” ungkapnya

Kemah bakti Pramuka dilapangan Desa Lambu. Sebanyak 624 peserta dari siswa SMA dan SMP di Kota dan Kabupaten Bima. Peserta Kemah Bhakti Pramuka mendapatkan materi Kemah dan Bela Negara. Para peserta diajarkan Mountenering untuk melatih kemampuan dan mendidik mental serta memupuk kebersamaan.

Kata Bambang, Program TMMD sudah ada sejak tahun 80-an. Skala Nasional, kegiatan TMMD ini melibatkan 33 Departemen dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Elemen ini secara terpadu memasukkan acuan program masing-masing instansi ke dalam program kegiatan fisik atau non fisik TMMD.

“Dari keseluruhan rancangan program TMMD ini, semuanya berhasil dilaksanakan. Ratusan prajurit kami ikut andil besar sukseskan kegiatan ini. Mereka rela berkeringat dan menetap berhari-hari meninggalkan keluarganya demi menyukseskan Program TMMD,” imbuhnya seraya menambahkan.

Untuk itu, secara pribadi dan Institusi, Dandim ucapkan rasa bangga dan terima kasih atas kerja keras prajurit selama sebulan di Desa Lambu dan Soro. Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bima, Polri, sejumlah instansi dan lembaga yang ikut berpartisipasi hingga terlaksanannya kegiatan TMMD.

Prajurit Lulusan Akmil ini menyampaikan kegiatan TMMD akan berakhir, Selasa (13/11). Penutupan kegiatan dinilai sangat fundamental oleh warga di Desa Lambu ini akan dihadiri oleh Danrem 162/WB. Sejumlah pejabat penting di pemerintah propinsi NTB dan daerah juga dikabarkan akan menghadiri penutupan TMMD.

“Ini moment yang luar biasa. Semoga dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita. Mari kita secara sadar untuk hilangkan stigma negatif yang melekat di Bima ini terkait isu keamanan. Buatlah orang lain menyukai dan ingin datang ke Bima. Saya menilai, Bima tidak kalah cantik dibanding Lombok dan Bali untuk sektor pariwisata dan khasanah budaya lokal lainnya” ajaknya

“Dalam kesempatan ini juga, saya mengajak semua pihak untuk tetap gelorakan semangat gotong royong di dana mbojo tercinta. Mari lakukan perubahan besar demi tercapai cita-cita luhur bangsa Indonesia, aman, damai dan sentosa,” pungkas Dandim yang pernah ditugaskan di Aceh ini. (Kodim 1608/Bima)

Minggu, 21 Oktober 2018

Hari ke 7, Tim Satgas TMMD Kerjakan Sasaran Fisik Mushollah Nurul Taufik Soro

Bima - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) hari ini, minggu (21/10/2018) memasuki Hari ke 7. Tim SatgasTMMD dibantu warga masyarakat Desa Soro Kecamatan Lambu, menuntaskan pemasangan paving blok dan keramik teras mushollah dan tempat wudhu Mushollah Nurul Taufik. Pantauan Lensa Post di Lokasi, antusias masyarakat masih setia membantu Tim Satgas TMMD ke-103 Kodim 1608/Bima.

Dan SSK Kapten Inf. Junaid menjelaskan, saat ini kita sedang memasang Paving blok untuk halaman mushollah dan pemasangan keramik untuk lantai tempat berwudhu musholla Nurul Taufik Desa Soro, kita akan terus memacu anggota dan masyarakat hingga tuntas sesuai waktu yang telah ditentukan. Lebih lanjut beliau menjelaskan pihaknya dan Komandan Satgas TMMD Dandim 1608 /Bima selalu setia mengontrol, terus memberikan semangat dan motivasi untuk anggota, lebih-lebih masyarakat yang selalu setia bergotong royong guna mendapatkan hasil renovasi mushola yang bagus, bilamana mushollah nya bagus tentu proses beribadah menjadi nyaman, apalagi musholla adalah icon Agama yang harus diperindah dan dijaga, ujar Junaid.

Dan SSK juga menyampaikan bahwa pemasangan paving blok dihalaman mushollah Nurul Taufik ini sudah mencapai 50 %, begitu juga dengan pemasangan keramik untuk lantai tempat berwudhu telah mencapai 70 %, semoga ini cepat kita tuntaskan, supaya masyarakat juga merasakan nikmat dan manfaatnya, kami berharap semangat gotong royong masyarakat seperti ini terus dijaga, bukan saja pada saat TMMD, melainkan semangat ini harus ada dalam diri masyarakat itu sendiri, ungkapnya.

Beri Penyuluhan KB, Tim TMMD ke 103 Gandeng BKKBN

Bima - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1608/Bima, dengan sasaran fisik dan non fisik di Desa Lambu dan Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima semakin menunjukkan hasil yang memuaskan. Pantauan langsung di lokasi,  Kegiatan yang dilakukan mulai dari pembukaan sampai saat ini terus diisi dengan berbagai agenda kegiatan baik itu secara fisik maupun non fisik.

Hari ini, Minggu (21/10/2018) pukul 10.00 wita bertempat di Aula Kantor Desa Soro, Satgas TMMD menggandeng Tim BKKBN kecamatan Lambu untuk memberikan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) kepada warga, khususnya ibu ibu.

Dandim 1608/ Bima selaku Komandan Satgas, letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra menjelaskan, bahwa program KB adalah program pemerintah, mulai dari tingkat Nasional sampai ke pelosok Desa, begitu pula dengan program TMMD adalah program nasional yang sasarannya adalah penduduk dipelosok Desa, sehingga sangat relevan, ketika kegiatan TMMD juga dipadukan dengan sosialisasi tentang KB, ujar Dandim.

Dandim juga menjelaskan, bahwa tidak semua masyarakat paham tentang KB, nah setelah diberikan pemahaman maka mereka akan memahami bahwa program KB sesungguhnya hanya membatasi angka kelahiran, karena setiap keluarga sejahtera sebetulnya hanya memiliki dua anak cukup, namun pemahaman masyarakat dan telah menjadi tradisi sejak dulu sampai sekarang, bukan dua anak, melainkan banyak anak banyak rezeki, nah ini yang perlu dipahamkan kepada masyarakat melalui penyuluhan KB ini, ujar Dandim.

Sementara itu, Dan SSK Kapten Inf. Junaid mengharapkan, semoga dengan berbagai kegiatan non fisik yang terus dilakukan oleh Tim TMMD ini dapat menambah kesadaran masyarakat baik untuk dirinya sendiri maupun dilanjutkan kesanak saudara dan tetangga yang belum sempat hadir, tutupnya.

Hari Keenam, Satgas TMMD Pasang Kayu Atap Masjid Ar-Rahman Lambu

BIMA – Memasuki hari keenam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018 di wilayah Kodim 1608/Bima, Satgas TMMD terus menggenjot penyelesaian program yang tengah dilaksanakan, baik berupa program fisik maupun nonfisik.

Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke 103 Tahun 2018, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, memasuki hari keenam berbagai program yang telah dilaksanakan Satgas TMMD mulai menunjukan hasil yang membanggakan.

Satgas TMMD bersama masyarakat dengan semangat kebersamaan bahu-membahu melaksanakan setiap program TMMD yang difokuskan di Desa Lambu dan Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Dansatgas yang juga Dandim 1608/Bima ini optimis bahwa target kegiatan TMMD ke 103 tahun 2018 yang dilaksanakan di Kecamatan Lambu dapat diselesaikan sesuai jadwal yang direcanakan.

“Dengan semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat, maka setiap program TMMD yang direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” kata Bambang, Sabtu (20/10/2018).

Bambang menjelaskan, adapun kegiatan yang dilaksanakan Satgas TMMD di hari keenam antara lain, pemasangan kayu atap emperan Masjid Ar-Rahman Desa Lambu, pemasangan dilakukan setelah Satgas menyelesaikan pengecoran 23 tiang pancang emperan masjid.

“Kemudian kegiatan lain yang dilaksanakan, yaitu pengerjaan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Labu dan Nggelu, bahkan hari ini sudah mencapai progres 50 persen,” terang Dandim. (*)

Sabtu, 20 Oktober 2018

Satgas TMMD Terus Menggenjot Pengerjaan Jalan Alternatif Penghubung Desa Lambu dan Nggelu

BIMA, – Rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018 terus digenjot Satuan Tugas (Satgas) TMMD. Memasuki hari kelima, Jumat (19/10/2018) pagi, pengerjaan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Lambu dan Nggelu terus digenjot Satgas TMMD.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra selaku Dansatgas TMMD ke 103 tahun 2018 mengatakan, selain pembangunan infrastruk lain seperti poskamling, pembangunan masjid, TPA dan rehab mushalah, program TMMD juga mencakup peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2500 meter dan peningkatan jalan alternatif penghubung Desa Lambu dan Nggelu sepanjang 3200 meter.

“Pengerjaan jalan alternatif penghubung Desa Lambu dan Nggelu terus digenjot Satgas TMMD, bahkan hari ini sudah mencapai 35 persen,” kata Dandim.

Bambang menambahkan, dengan adanya jalan alternatif yang menghubungkan Desa Lambu dan Nggelu akan mempermudah akses transportasi dan silaturrahmi masyarakat di dua desa.

“Warga menyambut gembira dengan adanya jalan yang langsung menuju ke Nggelu. Manfaatnya selain untuk mempermudah akses, juga diharapkan dapat mempercepat peningkatan layanan listrik yang saat ini belum bisa dinikmati 24 jam oleh warga Nggelu,” ungkap Dandim. (*)

Jumat, 19 Oktober 2018

Gandeng Kemenag, Satgas TMMD Gelar Ceramah Agama dan Pembagian Al Quran

BIMA, – Di hari kelima kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018, Satgas TMMD bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan ceramah agama dan pembagian Al Quran.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Al Marhaman Desa Soro, Kecamatan Lambu, Jumat (19/10/2018) digelar usai shalat Jumat.

Komandan SSK Kapten Inf. Junaid mengatakan, dalam shalat jumat bertindak sebagai  imam dan khotib Dr. Hermawan merupakan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sape.

Usai dilaksanakan shalat jumat dirangkai dengan ceramah agama dan pembagian 20 Al Quran dari Kemenag untuk masjid AL Marhaman.

“Ceramah agama merupakan rangkaian kegiatan nonfisik yang dilaksanakan dalam Program TMMD ke 103 tahun 2018,” jelas Junaid yang juga menjabat sebagai Danramil Sape ini.

Penceramah agama, lanjut Junaid, adalah H. Sudirman S.Pdi Msi perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima.
“Peserta yang hadir sekitar 200 orang, turut hadir dalam acara Kades Soro, Ketua BPD Soro, Tokoh agama dan masyarakat setempat,” kata Junaid.

Di tempat terpisah, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra selaku Dansatgas TMMD ke 103 menyampaikan, apresiasi kepada Satgas TMMD yang tak henti-henti melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan TMMD, baik kegiatan fisik maupun nonfisik.

Dandim menjelaskan, kegiatan TMMD ke 103 tahun 2018 di wilayah Kodim Bima difokuskan di dua desa yaitu Desa Lambu dan Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

“Kegiatan Ceramah agama merupakan rangkaian kegiatan nonfisik yang dilaksanakan dalam program TMMD, semoga dengan kegiatan ceramah agama akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita,” kata Bambang. (*)

Kades Lambu: Semangat TMMD Mengembalikan Budaya Gotong Royong di Tengah Masyarakat

BIMA, - Di tengah budaya gotong royong yang saat ini mulai pudar, maka dengan kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018 di Kecamatan Lambu seakan membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarat.

Hal itu disampaikan, Kepala Desa Lambu, Kecamatan Lambu Muhammad Kasim didampingi Komandan SSK Kapten Inf. Junaid saat diwawancara wartawan di pelataran Masjid Ar-Rahman lokasi TMMD Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kamis (18/10/2018).

“Saat ini yang menjadi fokus lokasi TMMD di Kecamatan Lambu terdapat di dua desa yaitu Desa Lambu dan Soro,” jelas Kasim.

Di Desa Lambu kata Kasim, terdapat beberapa program pembangunan fisik yang dilaksanakan seperti  pembangunan Masjid Ar-Rahman, pembangunan dua unit Poskamling, peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2500 meter dan peningkatan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Lambu dan Desa Nggelu sepanjang 3200 meter.

Sedangkan TMMD di Desa Soro, fokus kegiatanya mencakup pembangunan tempat pembuangan sampah (TPA), perbaikan Musholla dan pembangunan satu unit Poskamling.

“Selain kegiatan pembangunan fisik juga dilakukan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan agama, penyuluhan wawasan Kebangsaan, penyuluhan bahaya narkoba dan terorisme, penyuluhan Keluarga Berencana (KB), penyuluhan Kesehatan, penyuluhan Ketahanan pangan dan banyak penyeluhan yang bersifat nonfisik lainya,” terang Kasim.

Kepala Desa satu periode ini, mengungkapkan, kehadiran program TMMD disambut antusias masyarakat Lambu. Masyarakat bahu-membahu dan berbaur dengan anggota TNI dalam melaksanakan program TMMD, baik itu pembangunan fisik maupun nonfisik.

“Kehadiran TMMD seakan membangkitkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat yang saat ini mulai pudar, bahkan telah hilang,” kata Kasim.

Menurut Kasim, untuk membatu program TMMD, masyarakat di desanya telah mangatur jadwal gotong royong dengan pembagian jadwal per Rukun Tetangga (RT).

“Misalnya hari ini RT 01 kemudian besok RT 02 demikian juga seterusnya bergilir hingga berakhirnya kegiatan TMMD. Masyarakat cukup antusis bergotong royong membantu satgas TMMD karena masyarakat menganggap TNI saja mau membangun desa, apalagi kita yang memiliki kampung halaman,” ungkapnya.

Sebagai Kades, Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada TNI dan jajarannya karena telah menetapak Desa Lambu dan Soro sebagai lokasi TMMD ke 103 Tahun 2018.

“Terimakasih kami ucapkan kepada TNI dan pemerintah yang telah menetapkan desa kami sebagai lokasi TMMD, terimakasih juga saya sampaikan kepada Bapak Danrem 162/WB yang telah berkunjung ke desa kami dalam acara pembukaan TMMD,” ungkap Kasim penuh syukur.

Sementara, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra selaku Dansatgas TMMD di sela kunjunganya ke lokasi TMMD, Kamis kemarin, menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Lambu yang begitu antusias menyambut program TMMD dengan berpartisipasi aktif berbaur dan bergotong royong  bersama Satgas dalam menyelesaikan setiap program TMMD ke 103 tahun 2018 di Kecmatan Lambu.

“Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Lambu yang begitu antusias menyambut program TMMD karena dengan sinergisitas TNI dan masyarakat, Kemanunggalan TNI akan terwujud,” kata Bambang. (*)

Pastikan TMMD Berjalan Lancar Dandim Bima Turun Lapangan

BIMA, – Sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Tahun 2018, Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra tak ingin menyia-nyiakan waktu satu bulan TMMD untuk berdiam diri dan mendengarkan laporan dari balik meja.

Dansatgas sebagi penanggung jawab harus dapat memastikan semua program TMMD yang direncanakan berjalan sesuai target. Kendati demikian di hari keempat pelaksanaan TMMD, Kamis (18/10/2018), Dandim langsung turun lapangan untuk memastikan semua program yang dilaksanakan selama empat hari tersebut berjalan lancar.

Meski di tengah terik matahari jam 12.00 WITA siang, Dandim yang tiba dengan beberapa awak media langsung bergegas menghapiri para satgas dan masyarakat yang tengah menyelesaikan pengecoran tiang emperan Masjid Ar-Rahman di Desa Lambu, Kecamatan Sape.

Seperti yang dilaporkan Dandim, bahwa kegiatan TMMD ke 103 tahun 2018 difokuskan di dua desa yaitu Desa Lambu dan Soro Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Adapun program pembangunan fisik yang dilaksanakan di Desa Lambu antara lain pembangunan Masjid Ar-Rahman, pembangunan dua unit Poskamling, peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2500 meter dan peningkatan jalan alternatif yang menghubungkan Desa Lambu dan Desa Nggelu sepanjang 3200 meter.

Sedangkan kegiatan TMMD di Desa Soro yaitu pembangunan tempat pembuangan sampah (TPA), perbaikan Musholla dan pembangunan satu unit Poskamling.

Usai melakukan pengecekan dan pemantaun program pembangunan fisik di dua desa tersebut, Dandim menyampaikan kepada wartawan, bahwa di hari keempat pelaksanaan TMMD, pembangunan fisik yang dilaksanakan satgas bersama masyarakat setempat mununjukan kemajuan yang sangat baik.

“Hal itu disampaikan karena beberapa item kegiatan fisik menunjukan progres yang cukup baik, seperti pengecoran tiang masjid Ar-Rahman di Desa Lambu yang sudah dirampungkan sebanyak 23 tiang, demikian juga pembangunan 2 unit poskamling, pondasi dan temboknya sudah naik tinggal plester, lantai dan atap,” kata Dandim.

Demikian juga dengan di Desa Soro, pembangunan 1 unit poskamling, pondasi dan temboknya sudah naik tinggal plester, lantai dan atap. Sedangkan untuk perbaikan mushola di Desa Soro saat ini sedang dikerjakan satgas bersama masyarakat.

“Adapun kegiatan perbaikan mushola mencakup pembangunan MCK, mengganti kubah dan menyusun paving block di halaman mushola,” jelas Dandim.

Orang nomor satu di jajaran Kodim Bima ini berharap, kegiatan TMMD dapat menguatkan sinergisitas TNI dan Masyarakat sehingga kemanunggalan TNI bersama Rakyat dapat terwujud. (*)
 
Back To Top