TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terbaru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2019

Dua Pelaku Penganiayaan Diamankan Patroli Gabungan, Akses Jalan Dibuka

Bima - Koramil 1608-03/Sape bersama Polsek Sape dan Satpol PP Kecamatan Sape melaksanakan patroli gabungan sebagai respon atas pemblokiran jalan yang dilakukan warga Desa Naru Barat Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Sabtu malam (12/1).

Menurut informasi dari warga, Pemblokiran jalan dilakukan sebagai bentuk protes warga karena dua orang pelaku penganiayaan berinisial F dan SR terhadap siswa Muhamadiyah atas nama Fikar warga Desa Naru Barat pada tanggal 5 Januari lalu di areal Pelabuhan Laut Sape belum ditangkap.

Anggota patroli gabungan kemudian memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga, akhirnya warga bersedia membuka akses jalan utama di Kecamatan Sape tersebut.

Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid yang ikut dalam patroli tersebut membenarkan adanya pemblokiran jalan oleh warga.

"Ya memang sempat ada pemblokiran jalan, namun Alhamdulillah setelah diberikan penjelasan, warga mau membuka jalan dengan persyaratan agar dua orang pelaku penganiayaan segera diamankan," kata Danramil.

Usai membuka jalan, lanjut Kapten Junaid, Patroli Gabungan langsung merespon permintaan warga menuju Desa Parangina untuk mencari dan mengamankan terduga pelaku penganiayaan. "Dua orang terduga pelaku tersebut langsung diamankan di Polsek Sape untuk dimintai keterangan," sebut Kapten Junaid.

Tidak hanya sampai disitu, Patroli Gabungan kemudian melanjutkan patroli di Areal Pelabuhan Laut Sape dan berhasil mengamankan 5 orang yang membawa sajam terdiri dari 1 bilah parang, 2 bilah golok dan 2 bilah Keris.

Patroli gabungan juga berhasil mengamankan 1 buah panah dengan 6 buah busur dan 1 bilah parang yang ditinggal lari oleh beberapa pemuda yang sedang mengkonsumsi Miras di Desa Parangina.

Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra memberikan apresiasi terhadap sinergitas TNI, Polri dan Pemeritah Kecamatan Sape yang berhasil memberikan solusi terutama terkait dengan Kamtibmas di wilayah tersebut.

"Ini salah satu wujud sinergitas yang baik untuk ditiru, mereka dengan sigap mengatasi permasalahan yang ada sehingga tidak berkembang dan berlarut-larut," ucap Dandim.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan oleh Koramil dan Polsek Sape bersama unsur terkait diwilayah dengan harapan terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah khususnya di Kecamatan Sape.

Senin, 26 November 2018

Ini Dia Atlet Yongmoodo Berprestasi Duta Kodam IX/Udayana

Pendam IX/Udayana
Senin, 26 November 2018

Memasuki hari ketiga, Senin (26/11), masih di laga babak penyisihan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 tahun 2018, para atlet saling menunjukkan kemampuannya untuk lolos dalam berebut  tiket meraih medali yang disediakan oleh Panitia, demikianpun dengan atlet Yongmoodo Kodam IX/Udayana, Serda (K) Ni Putu Prapti Virginiya Wedayanti dari Kesatuan Jasdam IX/Udayana yang turun di kelas-55 Kg.

Ditengah laga di GOR  Praja Raksaka Kepaon, Putu Prapti menyampaikan bahwa dirinya, sebelum menggeluti cabang beladiri Yongmoodo telah menekuni cabang beladiri Judo sejak masih duduk dibangku sekolah SMP, kurang lebih 11 tahun, atas keuletan, ketekunan dan disiplin berlatih yang tinggi mengantarkan dirinya untuk berprestasi dibeberapa event antara lain, dalam ajang  Olimpiade di Korea tahun 2015 dan berhasil meraih Medali Perunggu, kemudian tahun 2016 dalam event Pekan Olahraga Nasional di Jawa Barat berhasil menggaet medali Perak, serta dalam Kejurnas Judo 2018 di Palembang berhasil merebut medali Emas setelah mengalahkan petarung andalan dari Kopassus.

Kemudian dalam laga Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke 8 kali ini dirinya mengaku telah melaksanakan latihan intensif dibawah asuhan tiga orang pelatih antara lain, Serka Sang Made Yudiartana, Serka I Gusti Putu Yudha Arimbawa dan Serka Yunus yang dalam kesempatan kali ini turun di kelas - 55 kg setelah menumbangkan Evi Rusmita D, petarung andalan dari Pengprov Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk merebut tiket ke babak delapan besar dan dengan kemenangan ini Putu Prapti memastikan diri untuk masuk ke babak delapan besar.

Putu Prapti juga mengaku bangga dapat kesempatan tampil  sebagai duta Kodam IX/Udayana di kandang sendiri bersama dengan rekan atlet seperjuangan lainnya dalam Kejurnas Kasad Cup ke 8 kali ini,  selain sebagai kebanggaan sekaligus juga sebagai kesempatan yang berharga untuk menempa diri, menambah pengalaman dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penguasaan teknik dan taktik beladiri Yongmoodo, untuk dapat lebih berprestasi pada kesempatan dan event yang berskala nasional maupun internasional di masa yang akan datang.

Sementara pada kesempatan yang sama Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P, juga menyampaikan perkembangan perhelatan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 ini memasuki hari ketiga ada 160 orang atlet  yang bertanding dari Kotama, Balakpus TNI AD dan Pengda Provinsi seluruh Indonesia untuk berlaga berebut tiket masuk keposisi delapan besar.

Dari 160 orang atlet terdiri dari atlet putra sebanyak 96 orang atlet antara lain dari kelas -60 kg, -65 kg, -70 kg, -75 kg, -80 kg, -85 kg, -90 kg dan kelas +90 kg. Selanjutnya untuk atlet putri telah berlaga sebanyak 64 orang atlet antara lain di kelas -55 kg, -60 kg, -65 kg dan +65 kg, demikian papar Kapendam.

Sampai hari ketiga keadaan di GOR Praja Raksaka Kepaon masih tetap seperti sebelumnya para penonton betah memadati GOR untuk memberikan semangat kepada petarung handalannya masing-masing.

Para pejabat  yang hadir menyaksikan pertandingan kali ini antara lain Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Kasuri, Asops Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, Kajasdam IX/Udayana, Dandenma Kodam IX/Udayana dan sejumlah pejabat lainnya. (Pendam IX/Udayana)

Rabu, 24 Oktober 2018

Dandim 0116/Nagan Raya Fasilitasi Operasi Bocah 6 Tahun Penderita Jantung Bocor.

Nagan Raya-tniad.mil.id, Berkat insiatif Komandan Distrik Militer 0116/Nagan Raya (Dandim 0116/Nara), Aris Hadibal Umam bocah usia 6 tahun penderita jantung bocor sejak lahir akhirnya bisa berharap untuk sembuh normal.

Bersama dengan Teuku Rafli Harsya Ketua Komisi 10 DPR RI dan BPJS, Dandim 0116/Nara Letkol Kav. Nanak Yuliana SE.M.M. berinisiatif dan membantu memfasilitasi pengobatan Aris untuk di operasi di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.
.
"Setelah 3 minggu berusaha, melalui Komsos (Komunikasi Sosial) kita bisa mendapatkan  beberapa donatur yang bisa membantu memberangkatkannya ke Jakarta guna menjalani pengobatan," kata Nanak saat berkunjung ke rumah Aris di desa Gunung Pungki Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/10/208).

Dalam kunjungan tersebut alumni  Akmil 2000 ini menyampaikan kepada pihak keluarga agar tetap bersabar dan mendoakan agar dalam proses operasinya nanti berjalan dengan sukses tanpa kendala.

"Semoga nantinya Aris bisa sembuh total, dan kita akan upayakan agar bisa memfasilitasi pengobatan ke Jakarta selanjutnya," janji Nanak kepada Abdul Munir (32 tahun), orang tua Aris.

Munir yang sehari-hari untung menyambung hidupnya sebagai petani mengatakan bahwa anaknya telah mengidap penyakit tersebut sejak lahir,  namun karena karena keterbatasan biaya hingga kini belum bisa mengobati  sang buah hati. Sedangkan istrinya, Radidjah hanyalah seorang ibu rumah tangga.

"Saya sangat gembira dan berterima kasih kepada Pak Dandim dan berbagai pihak yang turut membantu dan memfasilitasi sehingga anak saya bisa berobat dan dioperasi di Jakarta nanti," ujar Munir dengan mata berkaca-kaca.

"Semoga Aris bisa sembuh total dan juga bapak atau ibu sekalian mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT," tambahnya.

Sebelum menuju rumah sakit di Jakarta, Aris didampingi anggota Kodim ke Rumah Sakit (RS) Zainal Abidin Banda Aceh sebagai bahan kelengkapan administrasi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta.

"Kita akan dampingi Aris hingga pengobatannya selesai. Sekali lagi mari kita berdoa semoga operasinya berjalan dengan baik dan  Aris dapat  pulang ke Meulaboh dalam kondisi  sembuh total," tandasnya.

Didampingi anggota Kodim 0116/Nara, Aris dan keluarga kini telah berada di Jakarta. Bagi mereka belum dapat membayangkan biaya pengobatan selanjutnya, namun setidaknya dengan adanya komitmen dari Dandim 0116/Nara dan para donatur, mereka dapat berharap agar Aris dapat sehat dan menjalani kehidupannya seperti teman-teman sebayanya.

*Demi Cerdaskan Anak Perbatasan, Tiap Hari Harus Seberangi Sungai*

Kapuas Hulu,- Tugas pokok Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) adalah menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan melaksanakan patroli patok-patok batas Negara secara rutin, juga melakukan pencegahan terhadap kegiatan ilegal di perbatasan. Selain itu juga melaksanakan pembinaan teritorial kepada masyarakat yang ada diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Batalyon Infanteri 320/Badak Putih yang ada di Pos Pamtas Klawik, Dusun Klawik, Desa Labian Irang, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar, Selasa (23/10)

Salah satu anggota Pos Pamtas Klawik, Praka Nanang Agus selain melaksanakan tugas pokoknya sebagai penjaga kedaulatan Negara juga membantu mencerdaskan anak-anak Dusun Klawik dengan menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri 04 Bakul.

Ini semua dilakukan oleh Praka Nanang Agus karena terbatasnya jumlah guru yang ada di SD Negeri 04 Bakul, juga atas program dari Dansatgas Pamtas Yonif 320/BP, Letnan Kolonel Inf Imam Wicaksana. Yaitu untuk membantu segala kesulitan yang dialami oleh masyarakat sekitar Pos Pamtas.

Keikhlasan dan ketulusan dari Praka Nanang untuk turut memberikan pendidikan pada anak-anak dusun Klawik tidak dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Terlebih dengan infrastruktur jalan, setiap hari Praka Nanang harus menyeberangi sungai Dusun Klawik untuk menuju Ke SD Negeri 04 Bakul bersama anak didiknya dan setiap pagi dia harus menyeberangkan anak-anak yang mau berangkat ke sekolah.

“Pada saat musim hujan, sungai ini relatif sulit untuk diseberangi karena air meluap dan arus besar”, ujar Danpos Pamtas Klawik Sertu Zaka Apriansyah.

Dansatgas Pamtas Yonif 320/BP, Letnan Kolonel Inf Imam Wicaksana menyampaikan," Satgas berencana membuat jembatan untuk memudahkan anak-anak Dusun Klawik pergi ke sekolah ".

" Saat ini kami sedang mengupayakan pembuatan jembatan agar anak-anak dan masyarakat mudah menyeberangi sungai ", ungkapnya.

Minggu, 21 Oktober 2018

Beri Penyuluhan KB, Tim TMMD ke 103 Gandeng BKKBN

Bima - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1608/Bima, dengan sasaran fisik dan non fisik di Desa Lambu dan Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima semakin menunjukkan hasil yang memuaskan. Pantauan langsung di lokasi,  Kegiatan yang dilakukan mulai dari pembukaan sampai saat ini terus diisi dengan berbagai agenda kegiatan baik itu secara fisik maupun non fisik.

Hari ini, Minggu (21/10/2018) pukul 10.00 wita bertempat di Aula Kantor Desa Soro, Satgas TMMD menggandeng Tim BKKBN kecamatan Lambu untuk memberikan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) kepada warga, khususnya ibu ibu.

Dandim 1608/ Bima selaku Komandan Satgas, letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra menjelaskan, bahwa program KB adalah program pemerintah, mulai dari tingkat Nasional sampai ke pelosok Desa, begitu pula dengan program TMMD adalah program nasional yang sasarannya adalah penduduk dipelosok Desa, sehingga sangat relevan, ketika kegiatan TMMD juga dipadukan dengan sosialisasi tentang KB, ujar Dandim.

Dandim juga menjelaskan, bahwa tidak semua masyarakat paham tentang KB, nah setelah diberikan pemahaman maka mereka akan memahami bahwa program KB sesungguhnya hanya membatasi angka kelahiran, karena setiap keluarga sejahtera sebetulnya hanya memiliki dua anak cukup, namun pemahaman masyarakat dan telah menjadi tradisi sejak dulu sampai sekarang, bukan dua anak, melainkan banyak anak banyak rezeki, nah ini yang perlu dipahamkan kepada masyarakat melalui penyuluhan KB ini, ujar Dandim.

Sementara itu, Dan SSK Kapten Inf. Junaid mengharapkan, semoga dengan berbagai kegiatan non fisik yang terus dilakukan oleh Tim TMMD ini dapat menambah kesadaran masyarakat baik untuk dirinya sendiri maupun dilanjutkan kesanak saudara dan tetangga yang belum sempat hadir, tutupnya.

Senin, 10 September 2018

Sambut Tahun Baru 1440 Hijriah, Korem Gelar Pengajian Umum

Dalam rangka menyambut tahun baru 1440 Hijriah, Korem 162/WB menggelar pengajian umum yang menghadirkan penceramah Ustazd M. Lutfi Gozali, S.Sos., dari Ponpes Islahudin Kediri Lombok Barat di Masjid Assuhada Asrama Gebang Mataram, Senin (10/9).

Acara yang diawali dengan sholat Magrib berjamaah tersebut dihadiri para Kasi, Dan/Ka Satdisjan Jajaran Korem 162/WB, Perwira, Bintara, Tamtama, PNS beserta keluarga berjalan penuh khidmat dan antusias.

Pada kesempatan itu, Ustazd Lutfi Gozali menyampaikan tentang sejarah perjalanan Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan hijrah dari Mekah menuju Madinah berdasarkan perintah Allah SWT karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk berdakwah di Mekkah dan keutamaan dari hijrah menuju Allah SWT.

Terpisah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., disela-disela kesibukannya mengucapkan selamat menyambut tahun baru 1440 Hijriah semoga dengan pergantian tahun baru ini, khususnya bagi umat Muslim dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang nantinya akan berdampak pada meningkatnya kinerja dan dedikasi terhadap tugas dan tanggung jawab disatuan.

Kamis, 06 September 2018

TNI Bantu Kesulitan Air Bersih Warga di Lombok Pasca Gempa Bumi.

Penrem 162/WB
Kamis, 6 September 2018
Intalasi air bersih warga yang rusak dan tertimbun material longsor terdampak gempa bumi di daerah sekitar lereng gunung Rinjani berhasil di perbaiki oleh tim gabungan  dari anggota  TNI dan Polri yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) wilayah Sektor-2  Desa Selaru Kecamatan  Bayan Lombok Utara pada Hari Rabu Sore (5/9/2018)

Menurut Dansektor-2 Kogasgabpad Kolonel Inf I. Wayan Sulanjana sebelumnya pipa sumber air bersih tersebut terputus akibat gempa bumi yang terjadi pada tanggal 29 Agustus 2018, semenjak itu masyarakat di enam desa di sekitar Kecamatan Bayan kesulitan air bersih. Untuk kebutuhan sehari hari air bersih sementara di pasok menggunakan mobil tangki air oleh personel TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PMI dan Relawan secara bergantian.

“Semula masyarakat ketakutan, karena medan yang dilalui cukup ekstrem, harus melalui goa, dan lereng gunung yang terjal, setelah kita berikan pendampingan mereka bersemangat. Saya sampaikan kepada Kepala Dusun Bismilah irohmanirohim, kita berdoa  mudah mudahan saat perjalanan menyusuri tebing dan melewati goa tidak terjadi gempa,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kolonel Inf Wayan perjalanan saat meninjau lokasi saluran air yang terputus di sekitar lereng gunung Rinjani  waktu tempuh kurang lebih 3 jam dengan berjalan kaki dari dusun terdekat. Medan yang cukup  terjal dan curam  mempengaruhi waktu perjalanan tim menuju lokasi dan juga harus melewati  goa sepanjang 600 meter untuk memastikan pipa air yang  ada di dalam goa juga tidak bocor.

“Setelah diketahui titik saluran yang rusak,  esok harinya kita secara gotong royong  dengan perlengkapan seadanya menyingkirkan batu-batu yang menimbun saluran air dan mengganti paralon yang rusak. Selama dua hari kita bekerja saling bahu membahu akhirnya air dapat mengalir sampai ke Desa Senaru dan akhirnya warga dapat menikmati air bersih kembali,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Selaru Kecamatan Bayan Muhamad Edy (34) mewakili seluruh warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan relawan yang telah membantu memperbaiki instalasi saluran air bersih warganya.

“Selama satu bulan lebih kami tidak bisa menikmati air bersih karena salurannya terputus. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, Polri, pemerintah dan relawan yang telah membantu, sekarang warga kami  dapat menikmati air bersih kembali. Selanjutnya aliran air ini akan kita sambungkan ke empat gardu, melalui gardu tersebut nantinya akan dialirkan ke 15 dusun di sekitar kecamatan Bayan,” ucapnya.

Autentikasi : Pangkogasgabpad : Mayjen TNI Madsuni
Papen Kogasgabpad : Mayor Inf Suwandi

Rabu, 29 Agustus 2018

Korem Berkolaborasi Bantu Pos dan Giro Distribusi Logistik Untuk Korban

Sejak dua hari yang lalu, sekitar 30 orang anggota Korem 162/WB sudah stand by membantu Pos dan Giro Mataram untuk memilah dan memilih barang bantuan yang datang dari luar daerah untuk korban gempa di Provinsi NTB.

Siang tadi, Rabu (29/8) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., didampingi para Kasi mengunjungi Gudang Pos dan Giro Cabang Mataram dan disambut Wakil Kepala Kantor Pos dan Giro Mataram Sugiono.

Pada kesempatan tersebut, Rizal menyampaikan sejak dua hari TNI sudah berkolaborasi membantu Pos dan Giro untuk memilah-milah bantuan logistik yang dikirim para relawan dan donatur dari luar daerah sesuai dengan alamat perorangan maupun ke Posko pengungsian.

"Terutama untuk alamat tujuan perorangan mengalami kesulitan karena kemungkinan pindah atau mengungsi ke tempat lain", kata Rizal.

Dilanjutkannya, TNI mensupport Pos dan Giro khususnya terkait tenaga untuk membantu memilah dan mendistribusikan bantuan baik ke BPBD maupun Dari BPBD ke Kecamatan dan dari Kecamatan ke Desa hingga ke Dusun-Dusun bersama para Babinsa, Kades dan Babinkamtibmas.

"Terkait dengan bantuan logistik harus masuk ke BPBD untuk diverifikasi dengan baik, setelah itu baru didistribusikan ke Kecamatan, ke Desa dan Dusun", pungkasnya.

Sementara Wakil Kepala Kantor Pos dan Giro Mataram Sugiono menjelaskan PT. Pos pada minggu ke tiga ini sudah bisa mengurai akar permasalahannya, alat Posko diserahkan kepada BPBD dan alamat pribadi akan dipanggil atau diantarkan ke alamat tujuan.

Sugiono juga mrngucapkan permohonan maaf kepada pelanggan Pos. "Permohonan maaf terhadap pelanggan PT. Pos agar bersabar karena masih ada beberapa yang belum sampai di Mataram dan kalau sudah sampai makan akan kami panggil atau diantarkan ke alamat", ungkapnya.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 24 ton bantuan yang ada di PT. Pos dan dalam pendistribusiannya ke Posko jika mengalami kesulitan, akan berkoordinasi dengan TNI atau Babinsa dan aparat yang lainnya maupun seluruh lapisan masyarakat.

Sugiono berharap semoga musibah bencana gempa segera berakhir dan tidak ada lagi masalah di Pulau Lombok", tandasnya.
 
Back To Top