Demikian disampaikan, Kol Arh Kuat Budiman usai peringatan HUT TNI ke-69 yang dipusatkan di lapangan Tugu Selong, Selasa (7/10) kemarin. Beliau mengatakan tentang puncak peringatan HUT TNI itu digelar di Lotim, salah satu alasannya karena di Selong telah menjadi saksi bisu sejarah. Dimana pada tahun 1946, tentara NICA yang ingin menguasai Indonesia berhasil dipukul mundur oleh pemuda-pemuda Lombok Timur.
“Disini tempatnya, dengan semangat heroik dan patriotisme yang tinggi, pemuda di NTB berhasil memukul mundur NICA meski dengan kondisi persenjataan sederhana. Semangat pantang menyerah, dan bisa menang,” katanya, seraya menambahkan bahwa iapun sebagai Danrem ingin mengenang sejarah tersebut.
“Disini tempatnya, dengan semangat heroik dan patriotisme yang tinggi, pemuda di NTB berhasil memukul mundur NICA meski dengan kondisi persenjataan sederhana. Semangat pantang menyerah, dan bisa menang,” katanya, seraya menambahkan bahwa iapun sebagai Danrem ingin mengenang sejarah tersebut.
Catatan sejarahnya adalah, setelah mendarat di Ampenan tanggal 18 Maret 1946 silam, tentara NICA ini langsung mengambil alih kekuasaan dengan menangkap para pimpinan badan perjuangan di semua Kabupaten. Pejuang-pejuang dari Lotim yang tidak tertangkap melakukan aksi perlawanan secara sembunyi-sembunyi.
Tanggal 11 Mei 1946 Djumhur Hakim selaku Ketua BKR Lendang Nangka melakukan pertemuan dengan para tokoh pejuang. Dihasilkan kesepakatan untuk menghimpun kekuatan melawan NICA. Terbentuklah organisasi perjuangan bernama Badan Perjuangan Rakyat Indonesia (BPRI). Tanggal 27 Mei 1946 dilaksanakan pertemuan lagi di rumah H. Misbah Masbagik membahas serangan terhadap NICA.
Tanggal 11 Mei 1946 Djumhur Hakim selaku Ketua BKR Lendang Nangka melakukan pertemuan dengan para tokoh pejuang. Dihasilkan kesepakatan untuk menghimpun kekuatan melawan NICA. Terbentuklah organisasi perjuangan bernama Badan Perjuangan Rakyat Indonesia (BPRI). Tanggal 27 Mei 1946 dilaksanakan pertemuan lagi di rumah H. Misbah Masbagik membahas serangan terhadap NICA.





Posting Komentar