Sabtu, 20 Juni 2015

DEMO MASYARAKAT MATARAM BERAKHIR RICUH, KOREM 162/WB TURUNKAN RATUSAN PERSONEL

Ajaran Agama apapun tentu akan melarang umatnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan terlebih lagi tindakan kekerasan, namun demikian masih banyak masyarakat yang tidak menyadari dan cenderung selalu melakukan tindakan-tindakan yang dilarang Agama tersebut, seperti apa yang dilakukan oleh masyarakat Rembiga di bulan puasa yang penuh hikmah, masyarakat Rembiga masih saja melakukan tindakan-tindakan yang anarkis, seolah-olah tidak ada jalan keluar untuk suatu masalah sehingga mereka berdemo dengan beringas, melihat hal seperti itu seakan tidak ada lagi jati diri bangsa Indonesia yang santun dan selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah, para pendemo yang merupakan masyarakat Rembiga dengan penuh amarah menyampaikan rasa ketidak puasannya terhadap permasalahan sengketa tanah antara masyarakat Rembige dengan Pemda Mataram yang tidak kunjung usai, hingga berujung pada tindakan anarkis oleh para pendemo. Untuk mencegah aksi agar tidak menjadi lebih besar lagi,  Korem 162/WB langsung bertindak dan turun tangan membantu Kepolisian menghalau para pendemo. Sekitar kurang lebih seribu personel dikerahkan dalam menangani kerusuhan tersebut. Kejadian tersebut hanyalah simulasi yang dilaksanakan dalam kegiatan latihan kesiapsiagaan yang dilaksanakan pada hari sabtu 20 Juni 2015, bertempat di Eks Bandara Selaparang, kegiatan latihan ini benar-benar dibuat senyata mungkin oleh koordinator latihan,  sehingga nantinya apabila para peserta latihan menghadapi permasalahan yang sama mereka akan tetap melaksanakan sesuia dengan prosedur perbantuan TNI kepada Polisi.  Walaupun di bulan puasa, para peserta latihan tetap 
bersemangat dalam mengikuti berbagai materi yang diberikan oleh para pelatih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar