Rabu, 05 Juli 2017

HINDARI KONFLIK DENGAN MENGUTAMAKAN MUSYAWARAH MUFAKAT, SEBAGAI BAGIAN DARI BUDAYA BANGSA


Pada hari selasa 04 Juli 2017 bertempat di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram Jl. Pejanggik Kota Mataram telah dilaksanakan kegiatan mediasi antar pemerintah Kota Mataram, dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat terkait tentang  kesalah pahaman antara warga yang ada di lingkungan Presak dan warga yang ada di lingkungan Asak Kelurahan Pagutan Kota Mataram. Kegiatan mediasai tersebut dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kembali konflik antar dua kampung tersebut. Dalam kegiatan mediasi tersebut  Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H. yang memimpin mediasi menyampaikan kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda yang hadir agar bila ada permasalahan seperti ini jangan ada pihak-pihak yang menambah keruh keadaan atau ingin memprovokasi sehingga dapat menyebabkan Kota Mataram menjadi hancur, apabila ada permasalahan biarkan pemerintah Kota Mataram dan aparat keamanan TNI serta Polri yang akan di depan untuk menyelesaikannya dan  menghancurkan provokator.  
Marilah kita normalkan kembali situasi dan kondisi yang tidak kondusif saat ini, para tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak agar dapat mengajak masyarakatnya untuk menahan diri dan bersabar agar menjadi lebih baik. Saya mohon kesadaran masyarakat untuk menciptakan rasa persaudaraan dan kedamaian di wilayah Kota  Mataram dan saya juga berharap dengan adanya pertemuan/mediasi ini nantinya akan dapat memberikan hasil yang baik dan berdamai. Dalam kesempatan tersebut Dandim 1606/Lobar yang turut hadir dalam kegiatan mediasi itu juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat terutama warga yang bertikai untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan kepala dingin jangan dengan kekerasan, karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah malah akan menambah permasalahan, tidak ada permasalahan yang tidak menemukan jalan keluar jika di musyawarahkan dan dibicarakan. Mari kita jaga keamanan dan kedamaian wilayah ini, karena apabila wilayah kita damai maka kita akan semakin maju dan masyarakatpun akan semakin sejahtera. 
Dandim juga berharap kepada masyarakat untuk pintar-pintar menerima informasi jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, karena hal tersebut dapat memecah persatuan kita, mari kita sadari bahwa perbedaan adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa serta Kebhinekaan/keragaman sebagai Bangsa Indonesia adalah modal terbesar kita untuk sama-sama membangun wilayah kita agar menjadi lebih maju lagi bukan malah sebaliknya. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, SH., Dandim 1606/Lobar Letkol Inf Ardiansyah, Kapolres Mataram AKBP Muhammad, S.IK., Kaban Kesbangpoldagri Kota Mataram Lalu Rudi Suryawan, Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawan, Camat Mataram Hariyadi, SPT., Danramil 1606-05/Mataram Kapten Inf Sumani, Kapolsek Pagutan Ipda I Wayan Putu Sudarsana, Lurah Pagutan Bpk. Anuri, BA., Lurah Pagutan Barat Bpk. Nasrullah, Ketua PHDI Provinsi NTB Bapak. I Gde Mandre, Penghulu Masjid Pusaka Al-Hamidy Bpk. Habibul Badawi dan FKUB Kota Mataram serta Tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berjumlah kurang lebih 50 orang. Kegiatan mediasi berjalan aman dan lancar, harapannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi tidak hanya di wilayah Pagutan namun juga diseluruh wilayah NTB, mari kita ciptakan NTB yang aman, damai dan harmonis, karena NTB merupakan miniatur dari Indonesia yang memiliki beribu kelebihan sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung, untuk itu kita jaga semua kekayan yang dimiliki oleh NTB termasuk berbagai perbedaan yang ada.


SHARE THIS

Author:

0 komentar: