Rabu, 09 Agustus 2017

SILATURRAHIM PANGDAM IX/UDAYANA DISAMBUT ANTUSIAS WARGA MBOJO

BIMA, 8/8/2017, Pangdam IX/Udayana May Jenderal TNI Komarudin Sumanjuntak SIP, M.Si hadir di Kota Bima. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kodam IX Udayana tersebut, yakni dalam rangka silaturrahim dengan seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota dan Kabupaten Bima, seluruh Ormas Islam dan Organisasi lintas Agama yang ada di dua daerah ini, Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Pemuda (Topem) dan organ lainnya yang ada di dua wilayah ini pula.
 

Pada acara tersebut, hadir Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., Asrendam IX Udayana, Aster kasdam IX Udayana, Pabandya Pam Sinteldam IX/Udayana, Dandim 1608/Bima Letkol Czi Yudil Hendro, Dandim 1614/Dompu Letkol Arh Arief , para Danramil di NTB dan se Pulau Sumbawa, Wakil Walikota Bima H. A.Rahman H. Abidin SE, Bupati-Wakil Bupati Bima (Hj. Indah Dhamayanti Putri-Drs. H. Dahlan HM. Noer), Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciyanti, delegasi dari ketua DPRD Kota Bima,  Ketua MUI Kabupaten Bima KH . Abdurahim Haris, MA, Ketua MUI Kota Bima, Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail SH, SIK, Kapolres Bima Kabupaten AKBP M. Eka Fathurrahman SH, SIK, Ketua FUI Bima Ustadz Asikin, Tokoh Agama Bima KH. Gani Maskur, Ketua FKUB Kota dan Kabupaten Bima dan sejumlah pihak penting lainnya.

Kegiatan bertemakan “Menuju Indonesia Damai demi Keutuhan NKRI” yang terlaksana atas kerjasama dengan Forum Kerjasama Ponpes tersebut, dipusatkan di Lapangan Sera Suba-Kota Bima.  Antusiasme masyarakat Kota dan Kabupaten Bima atas kehadiran Pangdam tersebut, terlihat luar biasa. Sekitar enam ribu warga Kota dan Kabupaten Bima yang berasal dari 54 Ponpes, Ormas, Organisasi lintas agama dan lainnya, terlihat memadati lapangan Sera Suba.

Dua tenda yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara acara yang dinakhodai oleh Dandim 1608/ Bima Letkol Czi Yudil Hendro (Penanggugjawab), terlihat tidak mampu menampung ribuan warga. Akibatnya, sebagian besar harus rela berdiri di diluar tenda, dan ada pula yang duduk. Panasnya sengatan matahari di lapangan Sera Suba, sedikitpun tak menyurutkan semangat ribuan manusia dalam mengiktui acara, mulai dari pukul 9.30 Wita hingga  pukul 12.00 Wita. Yang tak kalah menariknya lagi, seluruh undangan yang hadir, terlihat mengikat kepalanya dengan pita berwarna merah-putih.

Pada moment pembukaan acara, Ketua Panitia Penyelenggara, Samsudin S.Ag menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas kehadiran ribuan undangan pada moment ini. “Awalnya, kami hanya mengundang sekitar tiga ribu orang untuk menghadiri acara Silaturrahim Pangdam IX/Udayana dan rombongannya. Namun kenyataannya, Alhamdulillah yang hadir justru sekitar 6 ribu orang atau dua kali lipatnya. Kondisi ini membuktikan bahwa, masyarakat Bima baik Kota maupun Kabupaten Bima telah mampu memaknai pesatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Harapan kami kedepan, Pemkot dan Pemkab Bima agar bisa memperhatikan seluruh Ponpes yang ada,” paparnya.

Pada moment itu, Wakil Walikota Bima juga menyampaikan beberapa sambutan dengan durasi yang singkat. Orang nomor dua di Kota Bima ini selain mengucapkan selamat datang kepada Pangdam IX/Udayana, juga berharap agar kegiatan ini dapat mengikat tali persaudaraan antara TNI dengan rakyat sebagai maskot kekuatan demi keutuhan NKRI. Pada moment tersebut, Wakil walikota Bima juga menawarkan adanya kerjasama semua pihak  termasuk TNI terkait penghijauan di seluruh wilayah yang ada di Kota Bima.

“Selain itu, kami juga berharap agar mendukung pembangunan di Kota Bima, terutama terkait aspek keamanan dan Kamtibmas. Tak hanya itu, kami juga perlu menyampaikan terimakasih tak terhingga kepada seluruh Ormas Islam, Forum Lintas Agama dan Ponpes baik yang ada di Kota Bima maupun Kabupaten Bima yang telah ikut berpartisipasi terkait berbagai bentuk pembangunan yang ada di Kota Bima. Dan kedepannya, kami akan membangun kerjasama dengan Pimpinan Ponpes untuk meningkatkan kemajuan dunia pendidikan,” ujarnya.     

Sedangkan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, pada moment tersebut menegaskan, semua pihak harus membangun kekompakan guna mendorong berbagai aspek pembangunan baik fisik maupun non fisik demi masyarakat dan daerah di Kota dan Kabupaten Bima. Sementara antusiasme ribuan warga yang hadir dalam acara dimaksud, dipahami sebagai cerminan bahwa orang Bima telah mampu memaknai persatuan-kesatuan demi mempertahankan NKRI.

“Semoga persatuan dan kesatuan yang ada, juga dapat diterjemahkan dalam bentuk mendorong berbagai aspek pembangunan demi Bima dan masyarakatnya,” harap Bupati wanita pertama di Indonesia bagian timur ini.

Tak hanya itu, Bupati Bima juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pangdam IX/Udayana dan Danrem 162/WB beserta rombongan yang telah menyempatkan diri untuk hadir di Kota Bima dalam rangka Silaturahmi Ponpes dan Ormas yang ada di Kota dan Kabupaten Bima Menuju Indonesia yang damai demi keutuhan NKRI.

“Diharapkan, kegiatan ini semoga bisa menjadi pelopor untuk acara yang sama di kemudian hari. Sehingga, para Santriawan-Santriawati yang berada di Ponpes se Kota dan Kabupaten Bima tetap tertanam dalam jiwa tentang rasa nasionalisme serta tanggungjawabnya terhadap keutuhan NKRI,” harap Bupati Bima.

Sementara itu, PangdamIX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komarudin Simanjuntak S.IP, M.Si-pada moment tersebut menyatakan memohon maaf  kepada segenap masyarakat Kota dan Kabaupaten Bima. Sebab, rencana awal pada tanggal 11 Juli 2017 akan melakukan silaturahmi di Kota Bima.
Namun, saat itu bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di NTT, sehingga rencana untuk hadir di Kota Bima terpaksa ditunda. “Terimakasih, saya ucapkan kepada semua pihak yang telah hadir di lapangan Sera Suba Kota Bima ini, dan rela menunggu kehadiran saya dalam waktu yang cukup lama,” paparnya mengawali sambutannya.
Tegas Pangdam, menggelorakan semangat kebangsaan demi keutuhan NKRI dan menjalin sinergitas dengan semua pihak sehingga Indonesia bisa menjadi kuat dan tetap bersatu, adalah bersifat mutlak. Sementara  pendidikan dan Kebudayaan bagi anak bangsa, baik di Ponpes dan Ormas harus dikawal sehingga dapat dicegah adanya upaya dari kelompok tertentu yg ingin memecah-belah keutuhan NKRI.
Ponpes dan Ormas dihimbaunya, harus memegang teguh terhadap empat pedoman. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Uniknya, Jenderal kelahiran Sumatera Utara (Sumut) ini menutup sambutannya dengan pantun yang berkaitan dengan Bima. “Kuda Bima berwarna merah dan berwarna putih. Artinya, bukan orang Bima kalau tidak berjiwa merah putih,” pungkas Jenderal berkumis tebal dan “berwajah terlihat sangar tapi berhati melati ini”.

Pada moment meriah yang penuh dengan keramah-tamahan tersebut, Tokoh Agama Bima KH A Gani Maskur, juga menyampaikan beberapa hal. Diantaranya,  mengucapkan terimakasih kepada Pangdam IX/Udayana atas kesempatannya untuk hadir di Bima. Kedua, masyarakat Bima sejak dulu hingga sekarang masih memegang teguh toleransi antar Umat Beragama. Dan lebih tegas lagi, Tokoh yang dikenal tegas ini membantah keras tudingan bahwa Bima sebagai zona merah oleh kelompok tertentu. “Kegiatan silaturrahmi ini, jelas memiliki dampak positif bagi kita semua,” ujarnya.
Tak hanya KH. A. Gani Maskur yang berbicara tegas pada moment itu. Tetapi, juga Ketua JAS Ustadz H. Abdul Hakim. “Tidak tepat kalau Bima dikatakan sebagai zona merah. Sebab, masyarakat Bima adalah masyarkat yang sangat toleransi terhadap agama lain. Tetapi ketika agam dihina, maka wajib hukumnya untuk dibela,” tegasnya.
Setelah Pangdam dan semua steakholder memberikan sambutannya, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Ustadz Irwan S.PdI bersama Ketua Ormas dan Ponpes di Kota dan Kabupaten Bima.
Terdapat sejumlah point penting yang dibacakan terkait Ikrar Kebangsaan tersebut. Yakni, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, hidup rukun, saling menghargai antar Umat Beragama. Ketiga, menolak Bima sebagai zona merah dan sarang Teroris. Keempat, senantiasa mewaspadai kelompok yang berusaha memecah belah kesatuan dan keutuhan NKRI. Kelima, dan meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menerus menjalin silaturahmi demi menjaga keutuhan NKRI.
Ikrar kebangsaan yang sudah dibacakan itu, juga ditandatangani oleh Pangdam IX/Udayana, Danrem 162 Wira Bhakti, Tokoh Agama KH. A. Gani Maskur, Ketua Kabupaten dan Kota Bima, Ketua FKUB Kota dan Kabupaten Bima, Bupati Bima, Wakil Walikota Bima, Kapolres Bima Kabupaten, Kapolres Bima Kota, Kajari Bima, pihak Pengadilan Negeri Raba-Bima, Dandim 1608 Bima, Ketua JAS Ustadz H. Abdul Hakim, dan sejumlah pihak penting lainya.
Pangdam IX/Udayana melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Museum Asi Mbojo. Di Museum itu, Pangdam IX/Udayana ditemani oleh Bupati-Wakil Bupati Bima, Danrem 162/Wira Bhakti, Dandim 1608/Bima dan sejumlah Pejabat TNI-Polri. Setelah dari Musium Asi Mbojo, Pangdam IX/Udayana kemudian menuju Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1608 Bima untuk memberikan pengarahan kepada personel Kodim 1608/Bima.




SHARE THIS

Author:

0 komentar: