RAPAT EVALUASI UPSUS PAJALE DI MAKOREM 162/WB GUNA MENCAPAI HASIL SESUAI TARGET YANG TELAH DITENTUKAN

Kamis, 6 Juli 2017 bertempat di ruang rapat Makorem 162/WB Jl. Lingkar Selatan No. 162 Mataram NTB telah berlangsung  Rapat Evaluasi Upsus PAJALE ( Padi, Jagung, Kedelai ) yang bertujuan  mencari solusi untuk meningkatkan hasil pencapaian panen PAJALE diwilayah NTB guna mendukung program pemerintah dalam bidang swasembada pangan. Hadir dalam acara tersebut ialah Dir Serealia Kementan RI, Danrem 162/WB, Kadistanbun Prov. NTB, Perwakilan  Distanbun Kab/Kota, Perwakilan BPTP NTB, Pasiterdim se Pulau Lombok.

Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., dalam rapat tersebut menekankan Mari kita sukseskan apa yang dipercayakan oleh Kementan RI ke Distan Prov. NTB dengan upaya dan sinergitas bersama TNI, Para Babinsa masih menemukan para PPL kurang aktif dilapangan, Ketersedian benih unggulan dari atas tidak seindah warna aslinya begitu sampai disawah dan masa tanam akan kita serasikan sehingga bagaimanapun rekapannya bisa sesuai dengan data BPS.

Kadistan Prov. NTB Ir. Husnul Fauzi, M.Si yang ikut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan supaya menghidupkan Pos Koordinasi Upaya Khusus (POSKO z) secara terpadu ditingkat Kecamatan/BPP/BP4K, syarat minimal yang harus dikerjakan Kepala BPP/BP4K, Menyusun sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi. Rekomendasi teknologi di kecamatan/BPP/BP4K  (termasuk teknologi tanam jajar legowo), rekomendasi pola tanam, Melaksanakan  Gerakan Sinergi (Dinas, Peneliti, Penyuluh, Petugas, Camat, TNI/POLRI) dari kegiatan pengolahan tanam sampai panen dan pencatatan data statistik dan Sampel ubinan harus ditandatangani secara bersama antara Mantri Tani dan Mantri Statistik.

 
Di akhir acara Adapun penekanan dari Dir Serealia  yaitu Bapak Ir. Ali Jamil, MS, Ph.D menyampaikan Pencapaian target harus berbanding dengan target nasional sehingga provitas akan naik. Pencapian target masing2 kab kota khususnya bulan Juli harus tercapai 55 %  sesuai hasil yg disepakati. Diharapkan pencapian LTT yg disepakati 55 % dapat meningkatkan hasil Provitas yg dinginkan oleh Pusat. Pendistribusian Benih jagung hrs tepat waktu sesuai dgn kontrak dan PPL harus lebih aktif turun kelapangan bersama Babinsa guna  mendukung target yg telah ditentukan oleh Pusat, jika dlm jangka waktu tiga bulan tidak dapat memenuhi target maka akan diusulkan ke Bupati untuk dipindahkan.

Share on Google Plus

About Penrem162

0 komentar:

Posting Komentar